Fatwa Ramadhan: Baru Mengetahui Ramadhan Ketika Siang Hari

Bersama: Syaikhuna Abdurahman Al ‘Adeni hafizhahullah

TERLAMBAT MENDAPATKAN BERITA MASUKNYA BULAN RAMADHAN

Soal: Jika seorang yang tidak mengetahui masuknya bulan Ramadhan kecuali pada siang hari, baik sebelum zhuhur maupun setelah dzhuhur, dalam kondisi dia sudah makan dan minum, apa yang harus dia lakukan?

Jawab:

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam masalah ini, namun pendapat yang kuat dan terpilih adalah wajib saat itu pula dia menahan makan dan minum dan berniat puasa saat itu pula. Adapun puasanya tetap sah, tidak ada kewajiban atasnya untuk mengqadha hari tersebut. Ini adalah pendapat Umar bin Abdil Aziz, Ibnu Hazem, Syaikhul Islam dan Ibnul Qayyim. Dalil mereka:

}ﻭَﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺟُﻨَﺎﺡٌ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺃَﺧْﻄَﺄْﺗُﻢْ ﺑِﻪِ‏‎ ‎ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻣَﺎ ﺗَﻌَﻤَّﺪَﺕْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻜُﻢْ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ‏‎ ‎ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ{

“Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 5)

Dan juga hadits Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz,

ﻋَﻦِ ﺍﻟﺮُّﺑَﻴِّﻊِ ﺑِﻨْﺖِ ﻣُﻌَﻮِّﺫِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﻔْﺮَﺍﺀَ، ﻗَﺎﻟَﺖْ:‏‎ ‎ﺃَﺭْﺳَﻞَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ‏‎ ‎ﻏَﺪَﺍﺓَ ﻋَﺎﺷُﻮﺭَﺍﺀَ ﺇِﻟَﻰ ﻗُﺮَﻯ ﺍﻟْﺄَﻧْﺼَﺎﺭِ، ﺍﻟَّﺘِﻲ‎ ‎ﺣَﻮْﻝَ ﺍﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ: »ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺻَﺎﺋِﻤًﺎ،‏‎ ‎ﻓَﻠْﻴُﺘِﻢَّ ﺻَﻮْﻣَﻪُ، ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺻْﺒَﺢَ ﻣُﻔْﻄِﺮًﺍ،‏‎ ‎ﻓَﻠْﻴُﺘِﻢَّ ﺑَﻘِﻴَّﺔَ ﻳَﻮْﻣِﻪِ « ﻓَﻜُﻨَّﺎ، ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﺼُﻮﻣُﻪُ.

“Dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin ‘Afraa radhiyallahu ‘anha ia berkata: Suatu pagi di hari ‘Asyura`, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim petugas ke perkampungan orang Anshar yang berada di sekitar Madinah, untuk menyampaikan pengumuman: “Siapa yang berpuasa sejak pagi hari, hendaklah ia menyempurnakan puasanya, dan siapa yang tidak berpuasa hendaklah ia puasa sejak mendengar pengumuman ini.” Semenjak itu, kami berpuasa di hari ‘Asyura`. (HR. Al Bukhari – Muslim)

Soal: Jika tidak mengetahui masuknya bulan Ramadhan kecuali setelah matahari terbenam, apakah wajib baginya mengqadha?

Jawab:

Mayoritas ulama berpendapat wajib baginya mengqadha, ini adalah pendapat yang mendekati kebenaran. Wallahu ‘alam.

Soal: Apakah orang yang pingsan atau tidak sadarkan diri diwajibkan mengqadha hari-hari yang padanya tidak berpuasa?

Jawab:

Pendapat yang kuat dan terpilih adalah hukum orang pingsan sama dengan hukum orang gila. Jika dia pingsan selama 3 hari, maka tidak wajib atasnya mengqadha 3 hari tersebut. Demikian pula jika tidak sadarkan diri selama 15 hari, maka tidak dituntut kepadanya untuk mengqadha puasanya, karena orang yang pingsan lebih dekat keadaannya dengan orang gila, bukan dengan orang tidur.

WALLOHU A’LAM BISH SHOWAAB.

Ditulis oleh Abu ‘Ubaidah Iqbal bin Damiri Al Jawi, 23 Syakban 1435/21 Juni 2014_di Darul Hadits Al Fiyusy_ Harasahallah.

Sumber: http://salafy.or.id/blog/2014/06/28/fatawa-ringkas-seputar-puasa-bagian-ketujuh/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 14/07/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: