Puasa Ikut Pemerintah, Id Ikut Muhammadiyah

Tanya: Bolehkah puasa ikut pemerintah, tetapi shalat id ikut Muhammadiyah di lapangan (mendahului pemerintah)? Karena jika ikut pemerintah shalat idnya dilaksanakan di masjid yang merupakan perbuatan bid’ah. (08585xxxxxxx)

Dijawab oleh al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini

Yang benar adalah puasa dan ‘Id bersama pemerintah walaupun pemerintah shalat ‘Id di masjid. Shalat ‘Id di masjid tidak mutlak bid’ah. Menurut guru kami yang mulia, al-Imam Muqbil bin Hadi al-Wadi’i rahimahullah, “Shalat ‘Id di masjid padahal ada mushalla (tanah lapang) menyelisihi sunnah. Adapun berkeyakinan shalat ‘Id di masjid lebih utama, itu adalah bid’ah.”

Namun, shalat ‘Id bersama Muhammadiyah berarti bergabung shalat dengan hizbiyun yang membangun amalannya berdasarkan bid’ah hisab dan mengajak kaum muslimin untuk keluar dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam -yakni bahwa penetapan puasa dan ‘Id adalah wewenang pemerintah, bukan pribadi dan golongan.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 99/IX/1435 H/2014, hal. 46.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 20/07/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. “Shalat ‘Id di masjid padahal ada mushalla (tanah lapang) menyelisihi sunnah.”
    Apakah menyelisihi sunnah di sini bukan bid’ah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: