Hukum Darah yang Keluar Sebelum Melahirkan Disertai Rasa Nyeri

Dalam ilmu kedokteran dikenal istilah bloody show yaitu darah bercampur lendir yang keluar ketika wanita akan melahirkan. Ini adalah salah satu tanda akan melahirkan yaitu terjadi pembukaan mulut rahim. Dan ini disertai rasa nyeri yang mengawali kelahiran sebagaimana yang terjadi pada wanita melahirkan umumnya.

Status darah ini menurut pendapat terkuat adalah darah nifas, sehingga wanita hamil tidak boleh shalat, puasa dan yang tidak boleh dilakukan bagi ibu nifas. Hal ini merupakan kemudahan dari Allah bagi ibu hamil yang sedang menjalani proses kelahiran yang penuh perjuangan.

Keluar Darah Tidak Disertai Rasa Sakit Akan Melahirkan Bukan Darah Nifas

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Utsaimin rahimahullah ditanya,

ﺱ :22 ﺇﺫﺍ ﺭﺃﺕ ﺍﻟﺤﺎﻣﻞ ﺩﻣﺎً ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ‎ ‎ﺑﻴﻮﻡ ﺃﻭ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﻓﻬﻞ ﺗﺘﺮﻙ ﺍﻟﺼﻮﻡ‎ ‎ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻣﻦ ﺃﺟﻠﻪ ﺃﻡ ﻣﺎﺫﺍ؟

Jika seorang wanita hamil melihat darah satu atau dua hari sebelum melahirkan, apakah ia meninggalkan puasa dan shalat karena ini (sudah masuk nifas, pent)?

ﺟـ: ﺇﺫﺍ ﺭﺃﺕ ﺍﻟﺤﺎﻣﻞ ﺍﻟﺪﻡ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ‎ ‎ﺑﻴﻮﻡ ﺃﻭ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﻭﻣﻌﻬﺎ ﻃﻠﻖ ﻓﺈﻧﻪ ﻧﻔﺎﺱ‎ ‎ﺗﺘﺮﻙ ﻣﻦ ﺃﺟﻠﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺼﻴﺎﻡ، ﻭﺇﺫﺍ ﻟﻢ‎ ‎ﻳﻜﻦ ﻣﻌﻪ ﻃﻠﻖ ﻓﺈﻧﻪ ﺩﻡ ﻓﺴﺎﺩ ﻻ ﻋﺒﺮﺓ‎ ‎ﻓﻴﻪ ﻭﻻ ﻳﻤﻨﻌﻬﺎ ﻣﻦ ﺻﻴﺎﻡ ﻭﻻ ﺻﻼﺓ.

(1) Jika seorang wanita hamil melihat darah satu atau dua hari sebelum melahirkan dan ada rasa nyeri akan melahirkan, maka ia meninggalkan shalat dan puasa (masuk nifas). (2) Jika tidak disertai rasa sakit maka dianggap darah rusak (istihadhah), tidak mencegahnya dari shalat dan puasa. [1]

Berapa Lama Jarak Keluar Darah
Tersebut?

Berapa hari umumnya darah sebelum melahirkan keluar? Apakah satu dua hari sebelum melahirkan? Atau bisa saja lima hari? Maka karena tidak ada dalam nash syariat (Al-Quran dan Sunnah) maka kita kembalikan ke adat/kebiasaan yang sering terjadi dalam masyarakat.

Ilmu kedokteran menyatakan bahwa darah serta rasa sakit (inisiasi melahirkan) ini keluar satu atau dua hari sebelum melahirkan. Karena akan terjadi pembukaan (terdiri dari fase laten dan aktif yang memakan waktu satu atau dua hari).

Jadi kaidahnya adalah jika disertai rasa nyeri maka itu adalah darah nifas, karena memang demikian dan diperkuat dengan ilmu kedokteran.

Berikut fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah (semacam MUI di Saudi).

ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺟﺎﺀﻫﺎ ﺩﻡ ﺃﺛﻨﺎﺀ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﻗﺒﻞ‎ ‎ﻧﻔﺎﺳﻬﺎ ﺑﺨﻤﺴﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻓﻲ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ،‏‎ ‎ﻫﻞ ﻳﻜﻮﻥ ﺩﻡ ﺣﻴﺾ ﺃﻭ ﻧﻔﺎﺱ ؟ ﻭﻣﺎ‎ ‎ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ؟‎ ‎ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻷﻣﺮ ﻛﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻣﻦ‎ ‎ﺭﺅﻳﺘﻬﺎ ﺍﻟﺪﻡ ﻭﻫﻲ ﺣﺎﻣﻞ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ‎ ‎ﺑﺨﻤﺴﺔ ﺃﻳﺎﻡ ، ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﺗﺮَ ﻋﻼﻣﺔ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﻗﺮﺏ ﺍﻟﻮﺿﻊ ﻛﺎﻟﻤﺨﺎﺽ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻄﻠﻖ‎ ‎ﻓﻠﻴﺲ ﺑﺪﻡ ﺣﻴﺾ ﻭﻻ ﻧﻔﺎﺱ ، ﺑﻞ ﺩﻡ‎ ‎ﻓﺴﺎﺩ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻻ ﺗﺘﺮﻙ‎ ‎ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ، ﺑﻞ ﺗﺼﻮﻡ ﻭﺗﺼﻠﻲ ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ‎ ‎ﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻡ ﺃﻣﺎﺭﺓ ﻣﻦ ﺃﻣﺎﺭﺍﺕ ﻗﺮﺏ‎ ‎ﻭﺿﻊ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻠﻖ ﻭﻧﺤﻮﻩ ، ﻓﻬﻮ‎ ‎ﺩﻡ ﻧﻔﺎﺱ ﺗﺪﻉ ﻣﻦ ﺃﺟﻠﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ‎ ‎ﻭﺍﻟﺼﻮﻡ ، ﺛﻢ ﺇﺫﺍ ﻃﻬﺮﺕ ﻣﻨﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ‎ ‎ﻗﻀﺖ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﺼﻼﺓ

Pertanyaan: Seorang wanita hamil keluar darah dari kemaluannya lima hari sebelum melahirkan di bulan Ramadhan. Apakah darahnya tersebut darah haid atau darah nifas? Apa yang harus dilakukan ketika itu?

Jawaban:

Bila perkaranya sebagaimana yang disebutkan yakni si wanita yang sedang hamil melihat keluarnya darah lima hari sebelum melahirkan:

– Jika ia tidak melihat adanya tanda-tanda dekatnya saat kelahiran seperti rasa sakit karena ingin melahirkan/kontraksi, maka darah tersebut bukanlah darah haid dan bukan pula darah nifas, melainkan darah fasad (rusak) menurut pendapat yang shahih. Karenanya, ia tidak meninggalkan ibadah, tetap mengerjakan shalat dan puasa.

– Apabila bersamaan dengan keluarnya darah tersebut didapatkan tanda-tanda dekatnya saat kelahiran berupa rasa sakit dan semisalnya maka darahnya itu adalah darah nifas, sehingga ia tidak mengerjakan shalat dan puasa.

Bila ia telah selesai/suci dari nifasnya setelah melahirkan, ia mengqadha puasanya saja, tidak mengadha shalat. [2]

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

ﻓﺈﻥ ﺧﺮﺝ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﺑﻴﻮﻣﻴﻦ ﺃﻭ ﺛﻼﺛﺔ‎ ‎ﻓﻬﻮ ﺩﻡ ﻧﻔﺎﺱ ﻷﻥ ﺳﺒﺐ ﺧﺮﻭﺟﻪ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ‎ ‎ﻭﺇﻥ ﺧﺮﺝ ﻗﺒﻞ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﻮ ﺩﻡ ﻓﺴﺎﺩ ﻷﻧﻪ‎ ‎ﻟﻴﺲ ﺑﻨﻔﺎﺱ ﻟﺒﻌﺪﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻭﻻ‎ ‎ﺣﻴﺾ ﻷﻥ ﺍﻟﺤﺎﻣﻞ ﻻ ﺗﺤﻴﺾ

“Jika darah keluar dua hari atau tiga hari sebelum melahirkan, maka itu adalah darah nifas karena sebab keluarnya adalah proses melahirkan. Jika keluar sebelumnya lagi, maka itu adalah darah rusak, bukan darah nifas karena masih jauh dari proses melahirkan. Ini bukan darah haidh karena wanita hamil tidak mengalami haidh.” [3]

@Pogung Lor-Jogja, 30 Rabi’us Tsani 1434 H.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] As-Sualu fil haidh wan nifas hal. 8, pertanyaan 22, syamilah.

[2] Sumber: http://www.alifta.net/fatawa/FatawaDetails.aspx?View=Page&PageID=3516&PageNo=1&BookID=2

[3] Al-Kafiy fii fiqhi Ibni Hambal hal. 85, syamilah.

Sumber: http://muslimafiyah.com/darah-yang-keluar-sebelum-melahirkan-disertai-rasa-nyeri-melahirkan-adalah-darah-nifas.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 05/08/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: