Apakah Istri juga Membaca Doa Sebelum Jima’?

Pertanyaan:
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, ana ingin bertanya ustadz;

* Apakah doa saat melakukan jima’ diucapkan oleh suami istri atau suami saja?

*Kemudian apabila ingin mengulangi jima’, yang disunnahkan untuk mandi atau wudhu si suami saja atau suami istri, dan apakah harus mengulang doa jima’?

Syukron, jazakallahu khairan. (Dari: Ibnu)

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻫُﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺃَﻥْ ﻳَﺄْﺗِﻲَ ﺃَﻫْﻠَﻪُ،‏‎ ‎ﻗَﺎﻝَ: ﺑِﺎﺳْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ،‏‎ ‎ﻭَﺟَﻨِّﺐِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺇِﻥْ ﻳُﻘَﺪَّﺭْ‏‎ ‎ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﻭَﻟَﺪٌ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ، ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮَّﻩُ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٌ‏‎ ‎ﺃَﺑَﺪًﺍ

Jika kalian ingin mendatangi istrinya, kemudian membaca,

ﺑِﺎﺳْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ، ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ، ﻭَﺟَﻨِّﺐِ‏‎ ‎ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ

’Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau berikan kepada kami.’

Jika ditakdirkan terwujud anak dari hubungan itu, maka setan tidak akan mengganggunya selamanya. (HR. Bukhari 5165, Muslim 1434, dan yang lainnya)

Zahir hadits menunjukkan bahwa yang dianjurkan membaca doa sebelum jima adalah suami. Dan ini merupakan pendapat sebagian ulama Hambali. Ulama lainnya menegaskan bahwa anjuran ini berlaku untuk suami & istri. Karena tidak ada beda antara lelaki dan wanita, keduanya sama-sama dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Sehingga istri juga dianjurkan yang sama.

Al-Mardawi mengatakan,

ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻣﺤﺐ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﺑﻦ ﻧﺼﺮ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ: ﻫﻞ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺔ ﻣﺨﺘﺼﺔ ﺑﺎﻟﺮﺟﻞ ﺃﻡ‎ ‎ﻻ؟ ﻟﻢ ﺃﺟﺪﻩ، ﻭﺍﻷﻇﻬﺮ ﻋﺪﻡ ﺍﻻﺧﺘﺼﺎﺹ‎ ‎ﺑﻞ ﺗﻘﻮﻟﻪ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺃﻳﻀﺎً

Al-Qodhi Muhibuddin Ibnu Nashrullah menjelaskan, ’Apakah membaca doa sebelum jima khusus bagi lelaki ataukah tidak?’ Saya tidak menjumpai keterangan bahwa itu khusus bagi lelaki. Yang zahir, tidak ada pengkhususan, namun juga dibaca oleh si wanita.

Kemudian dikomentari oleh al-Mardawi,

ﻫﻮ ﻛﺎﻟﻤﺼﺮﺡ ﺑﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ ﺃﻥ‎ ‎ﺍﻟﻘﺎﺋﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻭﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ ﻛﻼﻡ‎ ‎ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ، ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻈﻬﺮ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﻘﻮﻟﻪ‎ ‎ﺃﻳﻀﺎً

Ini seperti yang ditegaskan dalam riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa yang membaca hanya suami, dan ini pendapat yang zahir dalam madzhab hambali. Dan yang dzahir, wanita juga disyariatkan untuk membacanya. (al-Inshaf, 8/357)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/apakah-istri-juga-membaca-doa-sebelum-jima/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 06/08/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: