Haidh Ketika Hamil, Tinjauan Syariat dan Medis

Hal ini masih diperselisihkan oleh ulama apakah wanita hamil bisa haidh atau tidak karena ada hukum yang dibangun di atasnya yaitu jika haidh maka wanita meninggalkan shalat dan puasa.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah salah satu yang berpendapat orang hamil bisa haidh, beliau berkata,

، ﻟﻜﻦ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻗﺪ ﻳﺴﺘﻤﺮ ﺑﻬﺎ‎ ‎ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﺩﺗﻪ ﻛﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻗﺒﻞ‎ ‎ﺍﻟﺤﻤﻞ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻣﺎﻧﻌﺎً ﻟﻜﻞ‎ ‎ﻣﺎ ﻳﻤﻨﻌﻪ ﺣﻴﺾ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺤﺎﻣﻞ،.…

“Akan tetapi sebagian wanita terkadang haidh tetap berlangsung sebagaimana kebiasaannya sebelum hamil. Maka haidh ini menghalangi (shalat dan puasa, pent) sebagaimana menghalangi wanita yang tidak hamil….” [1]

Akan tetapi pendapat yang LEBIH TEPAT adalah wanita hamil TIDAK BISA mengalami haidh.

Berkata Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah,

ﺇﻧﻤﺎ ﺗﻌﺮﻑ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺑﺎﻧﻘﻄﺎﻉ ﺍﻟﺪﻡ

“Diketahui hamilnya seorang wanita dengan putusnya haidh (tidak haidh lagi).” [2]

Dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah dijelaskan,

ﺍﺧﺘﻠﻒ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻣﻞ: ﻫﻞ ﺗﺤﻴﺾ‎ ‎ﻭﻫﻲ ﺣﺎﻣﻞ ﺃﻭ ﻻ؟ ﻭﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﻘﻮﻟﻴﻦ: ﺃﻧﻬﺎ ﻻ ﺗﺤﻴﺾ ﺃﻳﺎﻡ ﺣﻤﻠﻬﺎ، ﻭﺫﻟﻚ‎ ‎ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺟﻌﻞ ﻣﻦ ﺃﻧﻮﺍﻉ ﻋﺪﺓ‎ ‎ﺍﻟﻤﻄﻠﻘﺔ: ﺃﻥ ﺗﺤﻴﺾ ﺛﻼﺙ ﺣﻴﺾ ﻟﻴﺘﺒﻴﻦ‎ ‎ﺑﺬﻟﻚ ﺑﺮﺍﺀﺓ ﺭﺣﻤﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻤﻞ، ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻧﺖ‎ ‎ﺍﻟﺤﺎﻣﻞ ﺗﺤﻴﺾ ﻣﺎ ﺻﺢ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ‎ ‎ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻋﺪﺓ ﻹﺛﺒﺎﺕ ﺑﺮﺍﺀﺓ ﺍﻟﺮﺣﻢ.

Ulama fikh berselisih pendapat mengenai wanita yang hamil apakah ia mengalami haidh atau tidak. Yang shahih dari dua pendapat adalah wanita hamil tidak mengalami haidh pada saat hamil. Karena Allah menjadikan berbagai macam jenis ‘iddah (masa iddah) bagi wanita yang ditalak. Misalnya haidh tiga kali untuk memastikan bersihnya rahimnya dari kehamilan. Seandainya orang hamil bisa mengalami haidh maka tidak benar menjadikan haidh sebagai patokan iddahnya untuk memastikan bersihnya rahim (wanita hamil berakhir masa iddahnya adalah ketika melahirkan anaknya, pent). [3]

Pandangan Ilmu Kedokteran

Secara teori kedokteran, TIDAK MUNGKIN haidh saat hamil, karena haidh dan hamil melibatkan hormon yang bekerja berlawanan saat hamil dan haidh. Maka salah satu tanda kehamilan adalah tidak mendapatkan menstruasi.

Hormon-hormon yang aktif selama kehamilan mencegah ovulasi. Dan tidak mungkin ada menstruasi tanpa ovulasi. Pada menstruasi terjadi peluruhan lapisan dinding rahim, sedangkan pada kehamilan lapisan tersebut diperlukan untuk memelihara janin.

Jika ada bercak atau perdarahan saat hamil kemungkinan perdarahan yang bisa disebabkan oleh implantasi embrio, kehamilan ektopik, keguguran, pil KB. Sebab lainnya seperti trauma atau robekan pada dinding vagina, infeksi, pemeriksaan vagina, atau hubungan seks.

Mataram, 20 Muharram 1434 H

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] Fatawa Mar’ah Muslimah. Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/17113

[2] Al-Mughni 1/405, Darul Fikr Beirut, cet. I, 1405 H, syamilah.

[3] Sumber: http://www.alifta.com/Fatawa/FatawaSubjects.aspx?View=Page&HajjEntryID=0&HajjEntryName=&FatawaType=WomanFatawa&&NodeID=163&PageID=1759&SectionID=3&SubjectPageTitlesID=22627&MarkIndex=0&0

Sumber: http://muslimafiyah.com/keluar-darah-haidh-ketika-hamil-syariat-dan-medis.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 07/08/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: