Hukum Mengangkat Tangan ketika Khothib Berdoa

Pertanyaan: Apakah dibolehkan mengangkat kedua tangan ketika khotib berdoa di hari jumat? Karena aku dengar bahwa hal tersebut tidak boleh mengangkat tangan ketika berdoa di hari jumat.

Jawaban:

Tidak pernah teriwayatkan dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau mengangkat kedua tangannya di dalam khutbah Jumat, dan ketika sebagian sahabat melihat sebagian penguasa mengangkat kedua tangan di dalam khutbah jumat, maka sahabat mengingkari perbuatan tersebut, karena ibadah bersifat tauqifiyyah [1], maka tidak ada tempat bagi akal untuk masuk ke dalamnya.

Maka tidak sepatutnya bagi khothib di hari Jumat untuk mengangkat kedua tangannya ketika berdoa, karena hal ini belum pernah ternukilkan dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam kecuali jika dia melakukan istisqo (meminta turunnya hujan, pent) yakni beristighatsah meminta kepada Alloh untuk diberi perlindungan dari kegersangan dan kekeringan maka tidak mengapa mengangkat tangan di dalam khutbah Jumat ketika berdoa istighotsah. Sebagaimana yang dilakukan nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam karena beliau tatkala beristighotsah di hari Jumat di dalam khuthbah Jumat beliau mengangkat kedua tangannya, dan beliau berdoa dan manusia mengangkat tangan mereka (juga).

Adapun di dalam khutbah (jumat) biasa yang padanya tidak ada permohonan istighotsah, maka tidak boleh mengangkat tangan, kenapa? Karena Rosul
shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat kedua tangannya, padahal beliaulah yang mengatakan:

«ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻤُﻮﻧِﻲ ﺃُﺻَﻠّﻲ»

“Sholatlah sebagaimana kalian melihat aku sholat.“

Dan Alloh pun berfirman,

﴿ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ‏‎ ‎ﺣَﺴَﻨَﺔٌ﴾ ] ﺍﻷﺣﺰﺍﺏ: ٢١ ]

“Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada diri rosululloh.” (QS. Al-Ahzaab: 21)

Maka manakala Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat kedua tangannya di dalam khutbah jumatnya dan demikian pula dalam khutbah ‘iednya, maka hal itu berarti tidak disyariatkannya bagi kita untuk kita mengangkat kedua tangan kita kecuali dalam rangka istisqo di dalam khutbah sholat istisqo, atau di dalam sholat Jumat atau di dalam sholat ‘ied apabila khotib ber-istisqo mengangkat kedua tangannya, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam.

[Fatawa Ibnu Baaz rohimahulloh]

_____
[1] yakni berdiri di atas dasar dari Al-Quran dan As-Sunnah, -pent.

Sumber: http://forumsalafy.net/?p=787

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 27/08/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: