Cara Orang Sakit Shalat Berjamaah dengan Duduk di Kursi

Orang yang sakit bisa shalat dengan cara duduk, akan tetapi terkadang ia tidak kuat terus menerus duduk bersimpuh. Apalagi ketika shalat tawarih berjamaah yang agak lama waktunya. Sebagian mereka mengunakan kursi atau kursi roda ketika shalat berjamaah dan ikut masuk dalam barisan jamaah. Bagaimana cara shalatnya? Bagaimana cara meluruskan shafnya?

Ada dua kemungkinan cara shalat dengan kursi:

1. Duduk dengan kursi dari awal sampai akhir.

2. Berdiri ketika jamaah berdiri, kemudian duduk kursi untuk sujud dan rukuk. (kaki tidak bisa ditekuk untuk sujud dan duduk).

Cara pertama: Duduk dengan kursi dari awal sampai akhir

Ia meluruskan shafnya dengan menyejajarkan kaki belakang kursi dan pantatnya dengan kaki jamaah. Dalam Kitab Mausu’ah Fiqhiyah Al-Kuwaitiyyah dijelaskan,

ﻭﺍﻻﻋﺘﺒﺎﺭ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻘﺪﻡ ﻭﻋﺪﻣﻪ ﻟﻠﻘﺎﺋﻢ‎ ‎ﺑﺎﻟﻌﻘﺐ ﻭﻫﻮ ﻣﺆﺧﺮ ﺍﻟﻘﺪﻡ ﻻ ﺍﻟﻜﻌﺐ، ﻓﻠﻮ‎ ‎ﺗﺴﺎﻭﻳﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﺐ ﻭﺗﻘﺪﻣﺖ ﺃﺻﺎﺑﻊ‎ ‎ﺍﻟﻤﺄﻣﻮﻡ ﻟﻄﻮﻝ ﻗﺪﻣﻪ ﻟﻢ ﻳﻀﺮ..ﻭﺍﻟﻌﺒﺮﺓ‎ ‎ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻘﺪﻡ ﺑﺎﻷﻟﻴﺔ ﻟﻠﻘﺎﻋﺪﻳﻦ ﻭﺑﺎﻟﺠﻨﺐ‎ ‎ﻟﻠﻤﻀﻄﺠﻌﻴﻦ..

Yang menjadi patokan shaf terlalu maju atau tidak adalah tumit yaitu bagian belakang telapak kaki, bukan ankel (pergelangan kaki). Jika tumit sejajar kemudian jari-jari lebih maju karena kakinya panjang, maka tidak masalah. Tolok ukurnya shaf terlalu maju atau tidak bagi orang yang duduk adalah pantat dan sisi lambung bagi mereka yang berbaring. [1]

Demikian juga Fatwa dari Syaikh Al-‘Utasimin rahimahullah,

Pertanyaan:

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ : ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺼﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻫﻞ ﻳﺠﻌﻞ ﺃﺭﺟﻞ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ‎ ‎ﺍﻟﺨﻠﻔﻴﺔ ﺑﻤﺤﺎﺫﺍﺓ ﺃﺭﺟﻞ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ ، ﺃﻡ‎ ‎ﻳﺠﻌﻞ ﺃﺭﺟﻠﻪ ﺍﻷﻣﺎﻣﻴﺔ ﺑﻤﺤﺎﺫﺍﺓ ﺃﺭﺟﻞ‎ ‎ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ ؟.

Mereka yang shalat dengan duduk di atas kursi di masjid apakah ia menjadikan kaki kursi yang belakang sejajar dengan kaki-kaki makmum. Atau ia menjadikan kaki yang di depan sejajar dengan kaki jamaah?

ﻋﺮﺿﻨﺎ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﻋﻠﻰ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ‎ ‎ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺻﺎﻟﺢ ﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ، ﻓﺄﺟﺎﺏ‎ ‎ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ : ﻳﺠﻌﻞ ﺃﺭﺟﻞ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ‎ ‎ﺍﻟﺨﻠﻔﻴﺔ ﻣﺤﺎﺫﺍﺓ ﺃﺭﺟﻞ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ ،‏‎ ‎ﺳﺆﺍﻝ : ﻟﻜﻦ ﻫﺬﺍ ﻟﻮ ﻗﺎﻡ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﻣﺘﻘﺪﻣﺎ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻒ ؟ ﺟﻮﺍﺏ : ﻫﻮ ﻟﻴﺲ ﺑﻘﺎﺋﻢ‎ ‎‏) ﻓﻴﺠﻌﻞ ( ﻋﺠﻴﺰﺗﻪ ﻣﻮﺍﺯﻳﺔ ﻷﺭﺟﻞ‎ ‎ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ . ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ .

Jawaban: Pertanyaan ini diajukan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, beliau menjawab: “Hendaklah ia jadikan kaki kursi yang belakang sejajar dengan kaki jamaah.”

Tanya: Akan tetapi jika ia bangun maka ia akan berada lebih depan dari shaf?

Jawab: Dia tidak berdiri, maka jadikan pantatnya sejajar (juga) dengan kaki jamaah. [2]

Cara kedua: Berdiri ketika jamah berdiri, kemudian duduk kursi untuk sujud dan rukuk

Selama berdiri ia menyejajarkan kaki dengan jamaah sedangkan kursi ia taruh di belakang yang tidak mengganggu jamaah shalat.

Syaikh Abdurrahman Al-Barrak berkata,

ﺍﻟﻌﺒﺮﺓ ﺑﺎﻟﻘﻴﺎﻡ ﻓﻴﺤﺎﺫﻱ ﺍﻟﺼﻒ ﻋﻨﺪ ﻗﻴﺎﻣﻪ،‏‎ ‎ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﺧﻠﻒ‎ ‎ﺍﻟﺼﻒ، ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﻣﻮﺿﻊ‎ ‎ﺑﺤﻴﺚ ﻻ ﻳﺘﺄﺫﻯ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺧﻠﻔﻪ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ.

Tolok ukurnya ketika berdiri adalah menyejajarkan ketika berdiri, oleh karena itu hendaklah kursi ditaruh di belakang shaf pada tempat yang tidak mengganggu jamaah di belakangnya. [3]

Alhamdulillah, semoga bermanfaat.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] Mausuah Fiqhiyah Al-Kuwaitiyyah 6/21, cet. II, syamilah.

[2] Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/9209, diasuh oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-munajjid

[3] Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=107900

Sumber: http://muslimafiyah.com/cara-orang-sakit-shalat-berjamaah-dengan-duduk-di-kursi.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 01/09/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: