Hukum Lelaki Memakai Tindik

Pertanyaan: Assalamu’alaikum ustadz. Bagaimana hukumnya seorang pria yang ditindik? Apakah pria ini boleh mengimami sholat? Syukron ustadz atas jawabannya.

Jawaban:

Wa alaikumus salam.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, ulama berbeda pendapat tentang hukum memakai tindik bagi wanita. Hanafiyah dan mayoritas ulama Hambali membolehkan wanita memakai tindik. Sementara Syafiiyah dan Ibnul Jauzi berpendapat, bahwa tindik hukumnya terlarang. Mereka beralasan, membuat tindik itu menyakitkan dan alasan menghias diri di telinga bukanlah hal darurat dan tidak terlalu penting, sehingga tidak dibolehkan menyakiti telinga wanita untuk diberi hiasan anting.

Dan yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat jumhur ulama –Hanafiyah dan Hambali– bahwa tindik hukumnya boleh, anting telinga termasuk perhiasan yang sudah banyak dikenal oleh para sahabat wanita di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺻَﻠَّﻰ‎ ‎ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻔِﻄْﺮِ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟَﻢْ ﻳُﺼَﻞِّ ﻗَﺒْﻠَﻬَﺎ ﻭَﻻَ‏‎ ‎ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ، ﺛُﻢَّ ﺃَﺗَﻰ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀَ ﻭَﻣَﻌَﻪُ ﺑِﻼَﻝٌ،‏‎ ‎ﻓَﺄَﻣَﺮَﻫُﻦَّ ﺑِﺎﻟﺼَّﺪَﻗَﺔِ، ﻓَﺠَﻌَﻠْﻦَ ﻳُﻠْﻘِﻴﻦَ ﺗُﻠْﻘِﻲ‎ ‎ﺍﻟﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺧُﺮْﺻَﻬَﺎ ﻭَﺳِﺨَﺎﺑَﻬَﺎ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan shalat idul fitri dua rakaat, tanpa shalat sunah qabliyah dan ba’diyah. Ketika berkhutbah, beliau mendekat ke jamaah wanita bersama Bilal. Beliau memerintahkan para wanita untuk bersedekah. Mereka pun melemparkan sedekahnya, dan ada wanita yang melemparkan anting dan kalungnya. (HR. Ahmad 2533, Bukhari 964 & Abu Daud 1159)

Berdasarkan hadits ini, ulama Hanafiyah dan Hambali membolehkan wanita memakai tindik karena kebutuhan mereka untuk berhias dengan anting.

Kedua, setelah kita memahami bahwa wanita boleh memakai anting karena kebutuhan berhias, ini menunjukkan bahwa bertindik merupakan ciri khas wanita. Dan sesuatu yang menjadi ciri khas wanita, tidak boleh ditiru oleh lelaki. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

ﻟَﻌَﻦَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ‏‎ ‎ﺍﻟْﻤُﺘَﺸَﺒِّﻬِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﺑِﺎﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ‏‎ ‎ﻭَﺍﻟْﻤُﺘَﺸَﺒِّﻬَﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺑِﺎﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para lelaki yang meniru-niru kebiasaan wanita dan para wanita yang meniru-niru kebiasaan lelaki.” (HR. Bukhari 5885)

Atas dasar inilah, para ulama mengharamkan tindik bagi lelaki. Imam Ibnu Abidin dalam Hasyiyahnya mengatakan,

ﺛﻘﺐ ﺍﻷﺫﻥ ﻟﺘﻌﻠﻴﻖ ﺍﻟﻘﺮﻁ ﻣِﻦ ﺯِﻳﻨَﺔِ‏‎ ‎ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ, ﻓﻼ ﻳﺤﻞ ﻟﻠﺬﻛﻮﺭ

”Melubangi telinga untuk dipasangi anting termasuk perhiasan wanita, karena itu tidak halal bagi lelaki.” (Raddul Muhtar, 27/81)

Imam Ibnul Qoyim juga mengatakan,

ﻭﺃﻣﺎ ﺛﻘﺐ ﺍﻟﺼﺒﻲ ﻓﻼ ﻣﺼﻠﺤﺔ ﻟﻪ ﻓﻴﻪ‎ ‎ﻭﻫﻮ ﻗﻄﻊ ﻋﻀﻮ ﻣﻦ ﺃﻋﻀﺎﺋﻪ ﻻ ﻣﺼﻠﺤﺔ‎ ‎ﺩﻳﻨﻴﺔ ﻭﻻ ﺩﻧﻴﻮﻳﺔ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ

”Menindik bayi laki-laki tidak ada manfaatnya, padahal ini memotong sebagian anggota badannya, tidak ada manfaat sisi agama, maupun dunia. Karena itu, tidak diperbolehkan.” (Tuhfah al-Maudud, hlm. 210)

Ketiga, Seperti yang kita tahu, tradisi lelaki bertindik datang dari barat. Bagian dari budaya hedonis yang diadopsi sebagian remaja di tanah air. Karena itu, di masyarakat kita, tindik bagi lelaki, dipandang sebagai ciri khas manusia ’golongan kiri’. Kami pernah mendapat aduan, ada seorang gadis yang dilamar oleh lelaki bertindik, dan spontan orang tuanya melarangnya. Karena mereka memandang lelaki bertindik, umumnya bukan orang baik-baik. Tentu saja penilaian sang bapak, tetap kita hargai. Karena penilaian ini berdasarkan ciri lahiriyah dan bukan batin. Sang bapak tidak menebak batinnya, namun dia menilai berdasarkan lahirnya.

Kaitannya dengan ini, kita tidak diperbolahkan meniru kebiasaan suatu kelompok yang dicatat ’tidak baik’ oleh masyarakat. Dalam hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ

”Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad 5114, Abu Daud 4031, dan dishahihkan al-Albani)

Jika seorang lelaki tidak ingin dianggap sebagai bagian orang ’golongan kiri’, hindari memakai tindik. Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/hukum-lelaki-memakai-tindik/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 02/09/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: