Wajib Qadha Shalat Setelah Sadar Bius Operasi

Sering beberapa pasien bertanya-tanya, jika dioperasi dan dibius total apakah kita harus qadha shalat atau tidak? Jika diqadha, apakah bisa dijamak qashar? Berikut fatwa mengenai hal ini.

Pertanyaan:

ﺱ-124 ﻣﻦ ﺯﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﺑﺎﻟﺒﻨﺞ ﻟﻤﺪﺓ ﻳﻮﻡ‎ ‎ﺃﻭ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﻓﻬﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ‎ ‎ﺍﻟﺘﻲ ﻓﺎﺗﺘﻪ ﺇﺫﺍ ﺻﺤﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻨﺞ؟

“Seseorang yang hilang kesadarannya karena dibius selama satu atau dua hari, apakah wajib baginya mengganti shalat yang terlewatkan jika telah sadar dari bius?

Jawaban:

ﺟـ – ﻳﻠﺰﻣﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻣﺮﺗﺒﺎ ﻓﻮﺭ ﺇﻓﺎﻗﺘﻪ،‏‎ ‎ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻱ ﻋﻦ ﻋﻤﺎﺭ ﺑﻦ ﻳﺎﺳﺮ – ﺭﺿﻲ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﺃﻧﻪ ﺃﻏﻤﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ‎ ‎ﻓﻘﻀﺎﻫﺎ؛ ﻭﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﺍﻹﻏﻤﺎﺀ ﻭﻣﺜﻠﻪ ﺯﻭﺍﻝ‎ ‎ﺍﻟﻌﻘﻞ ﺑﺎﻟﺒﻨﺞ ﻻ ﺗﻄﻮﻝ ﻣﺪﺗﻪ، ﻓﻼ ﻳﺴﻘﻂ‎ ‎ﺑﻪ ﺍﻟﺘﻜﻠﻴﻒ ﻹﻣﻜﺎﻥ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﺑﻼ ﻣﺸﻘﺔ،‏‎ ‎ﺧﻼﻑ ﺍﻟﺠﻨﻮﻥ ﺍﻟﻤﻄﺒﻖ ﻭﺍﻹﻏﻤﺎﺀ‎ ‎ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ، ﻓﺈﻧﻪ ﻗﺪ ﻳﺒﻘﻰ ﺃﺷﻬﺮﺍ ﺃﻭ ﺳﻨﻮﺍﺕ،‏‎ ‎ﻓﻴﺸﻖ ﻋﻠﻴﻪ ﻗﻀﺎﺀ ﻣﺎ ﻓﺎﺗﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ‎ ‎ﻭﺍﻟﺼﻮﻡ، ﻓﺮﻓﻊ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﺘﻜﻠﻴﻒ ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ‎ ‎‏– ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ) ) ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻘﻠﻢ‎ ‎ﻋﻦ ﺛﻼﺛﺔ: ﺍﻟﻨﺎﺋﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﺴﺘﻴﻘﻆ،‏‎ ‎ﻭﺍﻟﻤﺠﻨﻮﻥ ﺣﺘﻰ ﻳﻔﻴﻖ، ﻭﺍﻟﺼﻐﻴﺮ ﺣﺘﻰ‎ ‎ﻳﺒﻠﻎ ( ( ﻭﻣﻌﻠﻮﻡ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺎﺋﻢ ﻳﻘﻀﻲ ﻣﺎ ﻓﺎﺗﻪ‎ ‎ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﺑﻌﺪ ﺍﻧﺘﻬﺎﺀ ﻧﻮﻣﻪ، ﻭﺫﻟﻚ‎ ‎ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ –‏‎ ‎‏) ) ﻣﻦ ﻧﺎﻡ ﻋﻦ ﺻﻼﺓ ﺃﻭ ﻧﺴﻴﻬﺎ ﻓﻠﻴﺼﻠﻬﺎ‎ ‎ﺇﺫﺍ ﺫﻛﺮﻫﺎ، ﻻ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻟﻬﺎ ﺇﻻ ﺫﻟﻚ. ﻭﻗﺮﺃ‎ ‎ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ) ) ﻭﺃﻗﻢ ﺍﻟﺼﻼﺓ‎ ‎ﻟﺬﻛﺮﻱ ( ( ( ( ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

“Wajib baginya mengqadha’ secara berurutan dengan segera. Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir radhiallahu ‘anhu bahwasanya ia tidak sadar (pingsan), maka wajib baginya mengqadha selama tiga hari (pingsannya). Hal ini karena pingsan dan pingsan akibat bius kesadaran hilang tidak dalam jangka waktu yang lama. Maka tidak gugur beban kewajiban (shalat) tanpa kesusahan.

Berbeda halnya dengan orang gila atau tidak sadar dalam jangka waktu yang lama, ia tidak sadar berbulan-bulan atau bertahun-tahun, maka berat baginya mengqadha apa yang tidak ia kerjakan berupa shalat dan puasa. Maka beban taklif diangkat (digugurkan) darinya sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Diangkat pena dari tiga: orang yang tidur hingga ia bangun, orang yang gila hingga ia sadar, dan anak kecil hingga ia baligh.”

Dan telah diketahui bahwa orang yang tidur mengqadha shalat-shalat yang terlewatkan setelah berhenti dari tidur (bangun). Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Barangsiapa yang ketiduran dari shalat (tidak shalat) atau lupa maka hendaklah ia shalat ketika mengingatnya, tidak ada kafarah (tebusan) baginya kecuali hal tersebut (yaitu qadha shalat).”

Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala,

“Dan tegakkanlah shalat untuk mengingat Aku.” Wallahu ‘alam.

Sumber: Fatawa As-Syar’iyyah fi masa’ilit thibbiyyah 2/83, bisa diakses juga di: http://ibn-jebreen.com/?t=books&cat=3&book=50&toc=2412&page=2247&subid=1417

Pertanyaan:

ﻧﻮﻣﺖ ﻓﻲ ﻣﺴﺘﺸﻔﻰ ﺍﻟﻈﻬﺮﺍﻥ‎ ‎ﺍﻟﻌﺴﻜﺮﻱ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺍﻟﺘﺒﺮﻉ ﺑﻜﻠﻴﺔ‎ ‎ﻓﺄﺩﺧﻠﺖ ﻓﻲ ﻏﺮﻓﺔ ﺍﻟﻌﻤﻠﻴﺎﺕ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻈﻬﺮ‎ ‎ﻭﻟﻢ ﻳﺨﺮﺝ ﺍﻟﺘﺨﺪﻳﺮ ﺇﻻ ﻋﻨﺪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ‎ ‎ﻓﺼﻠﻴﺖ ﺍﻟﻈﻬﺮﻭ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﺟﻤﻌﺎً ﻭ ﻗﺼﺮﺍً‏‎ ‎ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻟﻤﻐﺮﺏ ﻭ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﺟﻤﻌﺎً ﻭ ﻗﺼﺮﺍً‏‎ ‎ﻓﻬﻞ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺻﺤﻴﺢ؟

“Saya dibius di rumah sakit militer di daerah Dahran karena menjalani operasi donor ginjal, aku dimasukkan ke ruang operasi sebelum dzuhur, bius masih bekerja dan berakhir ketika shalat Isya. Akupun shalat dhuzur dan ashar dengan cara jamak qashar, demikian juga maghrib dan isya, apakah perbuatan ini benar?

Jawaban:

ﻓﻘﺪ ﺍﺧﺘﻠﻒ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﻭﺟﻮﺏ‎ ‎ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺯﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﺑﺎﻟﺒﻨﺞ‎ ‎ﻓﻘﺎﻝ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﻻ ﻳﻘﻀﻲ ﻷﻧﻪ ﺣﺼﻞ ﺑﻤﺎ‎ ‎ﻫﻮ ﻣﺒﺎﺡ ﻓﺼﺎﺭ ﻛﻤﺎ ﻟﻮ ﺃﻏﻤﻲ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﺑﻤﺮﺽ، ﻭﻫﺬﺍ ﻗﻮﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺴﻦ‎ ‎ﺻﺎﺣﺐ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ، ﻓﺠﻌﻠﻪ ﻓﻲ ﺣﻜﻢ‎ ‎ﺍﻟﻤﻐﻤﻲ ﻋﻠﻴﻪ.‏‎ ‎ﻭﻗﺎﻝ ﺁﺧﺮﻭﻥ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻷﻧﻪ ﺇﻏﻤﺎﺀ‎ ‎ﺣﺼﻞ ﺑﺼﻨﻊ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ، ﻭﻫﺬﺍ ﻗﻮﻝ ﺃﺑﻲ‎ ‎ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ“ :ﻳﻘﻀﻲ ﻷﻥ‎ ‎ﺍﻟﺒﻨﺞ ﻓﻲ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺨﻤﺮ.” ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ‎ ‎ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ.‏‎ ‎ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻳﻘﻀﻲ ﻣﻄﻠﻘﺎً ﻷﻧﻬﻢ‎ ‎ﻳﻮﺟﺒﻮﻥ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻐﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﻭ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺯﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﺑﻤﺴﻜﺮ ﻓﻠﻮ‎ ‎ﺃﻟﺤﻘﻨﺎﻩ ﺑﺄﺣﺪﻫﻤﺎ ﻟﻢ ﻳﺨﺘﻠﻒ ﺍﻟﺤﻜﻢ

“Ulama berselisih pendapat mengenai wajibnya mengqadha bagi mereka yang hilang kesadarannya karena dibius. Sebagian mengatakan, tidak perlu diqadha karena terjadi dengan sesuatu yang mubah sebagaimana jika ia pingsan karena penyakit. Ini adalah pendapat Muhammad bin Hasan yang bermazhab Hanafiyyah, ia menyamakan hukumnya dengan orang yang pingsan.

Berkata ulama yang lain, wajib baginya mengqadha karena tidak sadar tersebut terjadi karena perbuatan manusia. Ini adalah pendapat Abu hanifah dan Asy-Syafi’i, disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ mengenai hukum khamer. Menurut ulama mazhab Hanabilah, diqadha secara mutlak karena mereka mewajibkan qadha bagi orang yang pingsan ataupun orang yang hilang kesadarannya karena mabuk.

Jika kita komparasikan dengan salah satu dari keduanya, maka hukumnya tidak berbeda.

ﻭﺍﺧﺘﺎﺭ ﺍﻟﺸﻴﺨﺎﺑﻦ ﻋﺜﻴﻤﻴﻦ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﺗﻌﺎﻟﻰ:‏‎ ‎‏“ﺇﻥ ﺯﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﺑﻔﻌﻠﻪ ـ ﺃﻱ ﺑﺎﺧﺘﻴﺎﺭﻩ ـ‎ ‎ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻩ ﻓﻼ‎ ‎ﻗﻀﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ. ”
ﻭﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﻮﺟﻮﺏ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻫﻮ ﺍﻷﺣﻮﻁ‎ ‎ﻭﺍﻷﺑﺮﺃ ﻟﻠﺬﻣﺔ.‏‎ ‎ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﻓﻤﺎ ﻓﻌﻠﺘﻪ ﻣﻦ‎ ‎ﻗﺼﺮ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻏﻴﺮ ﺻﺤﻴﺢ ﻷﻥ ﻗﺼﺮ‎ ‎ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻔﺮ‎ ‎ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻓﻠﻴﺰﻣﻚ ﺃﻥ ﺗﻌﻴﺪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺑﺪﻭﻥ‎ ‎ﻗﺼﺮ.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah Ta’ala berkata, “Jika kesadarannya hilang karena pilihannya (dibius adalah pilihan pasien), maka wajib baginya mengqhada, jika tanpa pilihannya sendiri maka tidak
perlu mengqadha.”

Pendapat yang mewajibkan mengqadha lebih hati-hati dan lebih melepaskan diri dari tanggungan kewajiban.

Menurut pendapat yang mewajibkan qadha, maka apa yang engkau perbuat dengan mengqashar shalat adalah tidak benar, karena qashar itu ketika safar. Maka wajib bagi engkau mengulangi shalat tanpa mengqashar.

Sumber: http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=51679

Kesimpulan:

– Wajib mengqadha shalat yang terlewatkan selama dibius

– Qadha dengan cara shalat berturut-turut tanpa diqashar

Mataram, 25 Dzulqo’dah 1433 H

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Sumber: http://muslimafiyah.com/wajib-qadha-shalat-setelah-sadar-bius-operasi.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 09/09/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: