Qadha Shalat Setelah Melahirkan

Terkadang ketika wanita sedang dalam proses melahirkan, masuk waktu shalat. Karena kesibukan dan bahkan tidak sempat, mereka tidak menunaikan shalat ketika itu, apakah mereka wajib mengqadhanya?

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah (Mantan Mufti Besar Saudi) ditanya:

ﺱ: ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺗﺄﺗﻴﻬﺎ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﺑﻌﺪ‎ ‎ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻓﻬﻞ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻧﺘﻬﺎﺀ‎ ‎ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ ﻗﻀﺎﺀ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺩﺧﻞ ﻭﻗﺘﻬﺎ‎ ‎ﻭﻟﻢ ﺗﻘﻀﻬﺎ؟

Sebagian wanita ketika dalam proses melahirkan, masuk waktu shalat (dan ia tidak melaksanakan shalat karena proses melahirkan kadang membutuhkan waktu yang lama, pent). Apakah setelah berhenti nifas ia wajib mengqadha shalat yang ketika itu sudah masuk waktunya kemudian ia tidak menunaikannya?

Jawaban:

: ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻗﻀﺎﺅﻫﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻢ ﺗﻔﺮﻁ،‏‎ ‎ﺃﻣﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﺧﺮﺗﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺿﺎﻕ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﺛﻢ‎ ‎ﺣﺼﻠﺖ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺗﻘﻀﻴﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻄﻬﺮ‎ ‎ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ، ﻛﺎﻟﺤﺎﺋﺾ ﺇﺫﺍ ﺃﺧﺮﺕ ﺍﻟﺼﻼﺓ‎ ‎ﺇﻟﻰ ﺁﺧﺮ ﻭﻗﺘﻬﺎ، ﺛﻢ ﻧﺰﻝ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺤﻴﺾ، ﻓﺈﻧﻬﺎ‎ ‎ﺗﻘﻀﻴﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻄﻬﺮ؛ ﻟﻜﻮﻧﻬﺎ ﻗﺪ ﻓﺮﻃﺖ‎ ‎ﺑﺘﺄﺧﻴﺮﻫﺎ.

Tidak ada kewajiban qadha baginya jika ia tidak meremehkan (misalnya sudah masuk waktu shalat, kemudian ia tunda-tunda sebentar, pent). Adapun jika ia meremehkan sampai batas waktu terjadinya kelahiran, maka hendaknya ia qadha shalat setelah suci dari nifas.

Sebagaimana wanita haid, jika ia mengundur-undur shalat sampai akan habis waktunya, kemudia ia mengalami haid, maka ia qadha shalatnya setelah suci karena ia meremehkan dengan mengundur-undurnya.

(Fatwa At-Thibb wal Maridh hal. 62, syamilah)

Catatan:

1. Telah kami bahas mengenai darah yang keluar sebelum melahirkan disertai rasa sakit, maka ini termasuk darah nifas. Sehingga jika keluar darah tersebut dan masuk waktu shalat, maka wanita tersebut sudah tidak wajib shalat karena dalam keadaan nifas.

Silakan baca: Darah Yang Keluar Sebelum Melahirkan Disertai Rasa Nyeri (melahirkan) adalah Darah Nifas

2. Ada beberapa istilah mengenai penunaian ibadah.

1. Ada’ (ﺃﺩﺍﺀ) : menunaikan ibadah pada waktu yang telah ditentukan. Misalnya shalat dzuhur tepat waktu.

2. Qadha ( ﻗﻀﺎﺀ) : menunaikan ibadah setelah batas waktu yang ditetapkan.

3. I’adah ( ﺇﻋﺎﺩﺓُ) : Mengulangi ibadah yang diwajibkan karena alasan tertentu.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam

@Gedung Radiopoetro FK UGM, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Sumber: http://muslimafiyah.com/qadha-shalat-setelah-melahirkan.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 11/09/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: