Meninggal Tapi Belum Disunat?

Pendapat terkuat sunat bagi laki-laki hukumnya wajib sedangkan bagi wanita hukumnya adalah sunnah menurut pendapat terkuat. Dalil tegas wajibnya khitan adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabatnya yang baru masuk Islam,

ﺃَﻟْﻖِ ﻋَﻨْﻚَ ﺷَﻌْﺮَ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮِ ﻭَﺍﺧْﺘَﺘِﻦْ

“Hilangkan darimu rambut kekafiran (yang menjadi alamat orang kafir) dan berkhitanlah.“ [1]

Bahkan Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,

ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﺠِﺐُ ﺍﻟْﺨِﺘَﺎﻥُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺒْﻠُﻎَ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺑَﻠَﻎَ‏‎ ‎ﻭَﺟَﺐَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻔَﻮْﺭِ

“Khitan tidak wajib kecuali setelah baligh. Jika sudah baligh, dia harus segera khitan.” [2]

Demikian juga perintah Allah kepada Nabi Ibrahim alaihissalam agar menyempurnakan kalimat (perintah dan larangan) yang termasuk di dalamnya perintah berkhitan. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

ﻭَﺇِﺫِ ﺍﺑْﺘَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﺭَﺑُّﻪُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕٍ ﻓَﺄَﺗَﻤَّﻬُﻦَّ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabb-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan).” (Al-Baqarah: 124)

Dan kita umat Islam diperintahkan agar mengikuti ajaran Nabi Ibrahim alaihissalam. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

ﺛُﻢَّ ﺃَﻭْﺣَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺃَﻥِ ﺍﺗَّﺒِﻊْ ﻣِﻠَّﺔَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ‏‎ ‎ﺣَﻨِﻴﻔًﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺸْﺮِﻛِﻴﻦَ

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” Dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan.”

Jika Wajib Bagaimana Jika Meninggal Tetapi Belum Khitan?

Berikut fatwa mengenai hal ini.

ﺱ: ﻛﻨﺖ ﺭﺟﻼ ﺑﺪﻭﻳﺎ، ﻭﺃﺳﻜﻦ ﺍﻟﺼﺤﺮﺍﺀ‎ ‎ﻗﺒﻞ ﺛﻼﺛﻴﻦ ﻋﺎﻣﺎ ﺗﻘﺮﻳﺒﺎ، ﻭﻗﺪ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻭﻟﺪﺍ، ﻭﻟﻢ ﻳﺒﻠﻎ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﻌﻤﺮ ﺳﻮﻯ ﻋﺎﻡ ﻭﺍﺣﺪ، ﻭﻗﺪ ﺗﻮﻓﺎﻩ ﺍﻟﻠﻪ.‏‎ ‎ﻭﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻉ: ﺃﻧﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﻗﻢ ﺑﺘﻄﻬﻴﺮﻩ، ﻭﺑﻌﺪ‎ ‎ﺍﻟﻮﻓﺎﺓ ﻭﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺃﻗﻮﻡ ﺑﺪﻓﻨﻪ ﺧﺸﻴﺖ ﺃﻥ‎ ‎ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻠﻲ ﺇﺛﻢ ﺑﺴﺒﺐ ﻋﺪﻡ ﺗﻄﻬﻴﺮﻩ،‏‎ ‎ﻓﻘﻤﺖ ﺃﻧﺎ ﺷﺨﺼﻴﺎ ﺑﻄﻬﺎﺭﺗﻪ. ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ‎ ‎ﺃﻋﺮﻑ ﻣﻦ ﻓﻀﻴﻠﺘﻜﻢ ﻣﺪﻯ ﺻﺤﺔ ﻣﺎ‎ ‎ﻓﻌﻠﺖ، ﻭﻫﻞ ﻛﺎﻥ ﻳﻠﺤﻘﻨﻲ ﺇﺛﻢ ﺇﺫﺍ ﺩﻓﻨﺘﻪ‎ ‎ﺑﺪﻭﻥ ﺃﻥ ﺃﻗﻮﻡ ﺑﻄﻬﺎﺭﺗﻪ.

Pertanyaan: Saya adalah orang kampung pedalaman, saya tinggal di daerah gurun pasir sekitar 30 tahun yang lalu. Allah telah memberi rezeki kepadaku berupa seorang anak yang belum sampai usia satu tahun ia sudah meninggal. Yang menjadi pertanyaan, saya belum mengkhitannya. Saya takut terjerumus dosa kemudian saya menyunatnya sendiri sebelum ia dikuburkan. Saya ingin tahu apakah perbuatan saya ini benar? Apakah saya mendapat dosa menguburkannya tetapi belum disunat?

ﺝ: ﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺨﺘﻦ ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺨﺘﻦ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ ﻗﻮﻟﻲ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ، ﻭﺇﻟﻴﻪ‎ ‎ﺫﻫﺐ ﺟﻤﻬﻮﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﻓﻲ‎ ‎‏)ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ( : )ﻭﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﺠﺰﻡ ﺑﺄﻧﻪ ﻻ‎ ‎ﻳﺨﺘﻦ ﻣﻄﻠﻘﺎ؛ ﻷﻧﻪ ﺟﺰﺀ ﻓﻠﻢ ﻳﻘﻄﻊ، …‏‎ ‎ﻭﺍﻟﻤﻴﺖ ﻳﺸﺎﺭﻙ ﺍﻟﺤﻲ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ، ﻭﺍﻟﺨﺘﺎﻥ‎ ‎ﻳﻔﻌﻞ ﻟﻠﺘﻜﻠﻴﻒ ﺑﻪ ﻭﻗﺪ ﺯﺍﻝ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ. ﻭﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﺃﻋﻠﻢ ( . ﺍ. ﻫـ.‏‎ ‎ﻭﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﺈﻥ ﻣﺎ ﻗﻤﺖ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺧﺘﺎﻥ‎ ‎ﻭﻟﺪﻙ ﺑﻌﺪ ﻣﻮﺗﻪ ﺧﻼﻑ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻭﻻ ﺇﺛﻢ‎ ‎ﻭﻻ ﺣﺮﺝ ﻋﻠﻴﻚ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ؛ ﻷﻧﻚ ﻣﻌﺬﻭﺭ‎ ‎ﺑﺠﻬﻠﻚ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ.

Barangsiapa yang meninggal sebelum disunat, maka ia tidak disunat menurut pendapat yang shahih dari dua pendapat ulama. Inilah pendapat jumhur ulama. Imam An-Nawawi berkata,

“Yang shahih bahwasanya ia tidak dikhitan secara mutlak karena itu adalah bagian dari tubuhnya dan tidak dipotong… mayit sama statusnya dengan orang hidup, khitan dilakukan bagi orang yang sudah mendapat beban syariat dan kematian menghilangkan beban tersebut. Wallahu a’lam.”

Oleh karena itu apa yang engkau perbuat mengkhitan anakmu setelah kematiannya menyelisihi pendapat yang lebih shahih. Akan tetapi tidak ada dosa dan tidak mengapa, karena engkau mendapat udzur karena tidak tahu hukumnya. [3]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

@Pogung Lor, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani.

[2] Al-Majmu’, 1: 304.

[3] Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah no. 20106, syamilah.

Sumber: http://muslimafiyah.com/meninggal-tapi-belum-disunat.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 13/09/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: