Tanya Jawab Ringkas Vol. 33

Pada rubrik Tanya Jawab Ringkas edisi ini, kami muat beberapa jawaban dari al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini.

Keutamaan Shalat Sendiri bagi Wanita dan Cara Membaca Surat Al-Fatihah pada Shalat

T: Apakah wanita dalam mengerjakan shalat tarawih lebih utama dengan shalat berjamaah dibandingkan sendiri di rumah? Bagaimana cara membaca surat al-Fatihah pada shalat berjamaah? (08126xxxxxxx)

J: Kaum pria dan wanita tidak wajib tarawih, hukumnya hanya sunnah. Lebih utama bagi wanita shalat di rumahnya daripada di masjid. Membaca al-Fatihah wajib bagi makmum, boleh membacanya sebelum imam, bersamaan dengan imam, maupun setelah imam secara sirr.

Hari Berpuasa

T: “Hari berpuasa adalah hari ketika kalian semua berpuasa (bersama pemerintah), hari Idul Fitri adalah hari ketika kalian semua beridul fitri (bersama pemerintah), dan hari Idul Adha adalah hari ketika kalian semua ber-Idul Adha (bersama pemerintah).” (HR. At-Tirmidzi 697)

Apakah hadits ini shahih? Siapa yang dimaksud pemerintah? (08562xxxxxxx)

J: Ya, hadits tersebut shahih dan merupakan dalil yang menguatkan berpuasa dan berhari raya bersama pemerintah, sebagaimana telah kami terangkan pada buku kami Fikih Puasa Lengkap.

Pemerintah yang berijtihad menetapkan masuk-keluarnya Ramadhan serta hari raya berdasarkan ru’yah hilal atau menggenapkan bulan menjadi 30 tatkala hilal tidak terlihat. Alhamdulillah, pemerintah kita termasuk dalam jenis ini.

Sirine Tanda Berbuka Puasa

T: Di sebagian tempat, tanda ifthar biasanya dengan sirine atau dentuman meriam, apakah tanda ini dihukumi seperti azan maghrib sehingga kita boleh berpuasa? (08180xxxxxxx)

J: Jika tanda itu bertepatan dengan terbenamnya matahari yang diketahui secara yakin atau dengan dugaan kuat berdasarkan jadwal jam buka puasa hasil ijtihad ahli hisab, boleh berbuka saat itu.

Sunnah Puasa Syawal

T: Apakah disunnahkan puasa pada hari kedua setelah idul fitri? (08528xxxxxxx)

J: Yang disunnahkan adalah puasa 6 hari pada bulan Syawal mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir Syawal, terserah dimulai puasa pada hari ke berapa.

Jualan Kue Saat Ramadhan

T: Bagaimana jika kita berjualan kue basah pada pagi hari bulan Ramadhan dengan keliling rumah warga, apakah termasuk perbuatan taawun dalam perbuatan dosa? (08775xxxxxxx)

J: Insya Allah tidak mengapa, kecuali jika anda mengetahui atau menduga kuat (tanpa bertanya kepada yang bersangkutan) bahwa keluarga atau orang itu tidak berpuasa tanpa uzur, maka tidak boleh menjual kepadanya.

Kafarat Jima’

T: Apa kafarat jima’ saat berpuasa pada bulan Ramadhan? (08572xxxxxxx)

J: Kafaratnya adalah berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, memberi makan 60 fakir miskin dengan makanan pokok (beras) mentah atau yang sudah dimasak seukuran yang mengenyangkan sekali makan.

Berbuka dengan Yang Manis

T: Apakah ada dalil tentang saat berbuka puasa harus dengan makanan yang manis terlebih dahulu? (08527xxxxxxx)

J: Tidak ada dalil yang mengharuskan (mewajibkan) hal itu, tetapi ada dalil yang menganjurkan berbuka dengan kurma segar; jika tidak ada, dengan kurma kering; jika tidak ada, dengan air. Hukumnya hanya sunnah sebagaimana kata jumhur ulama.

Nikah Siri, Wali Hakim

T: Apakah seorang wanita boleh nikah siri dengan wali hakim meskipun ayahnya masih ada? (08965xxxxxxx)

J: Tidak boleh, kecuali dengan alasan yang syar’i yang menjadikan gugur perwalian sang ayah.

Status Nikah Pasca Cerai

T: Saya baru menikah beberapa bulan. Saya menjalani poligami sebagai istri ke-2 dan sedang hamil. Sebelumnya, saya berstatus janda yang ditalak 1 selama 3 tahun. Saat masa iddah, saya tidak dinafkahi dan menggantung status saya selama 3 tahun. Pada saya pribadi, mantan mengatakan sudah tak ada minat kembali lagi dalam 3 waktu: 1. Ketika belum cerai, saya minta tolong jangan dicerai, 2. Ketika masa iddah, saya minta dirujuk, dan
3. Setelah setahun cerai, saya minta dinikahi lagi. Bagaimana status pernikahan saya yang sekarang dengan status cerainya demikian? Bagaimana status anak yang saya kandung?

J: Kami simpulkan bahwa anda ditalak 1 oleh mantan suami dan telah berlalu 3 tahun tanpa dirujuk, lantas menikah dengan suami baru sebagai istri kedua dan sedang hamil. Ini sebatas pertanyaan dalam sms yang sampai kepada kami.

Kami katakan bahwa pernikahan anda yang sekarang sebagai istri kedua sah dan bayi yang anda kandung sah sebagai anak kalian berdua; karena anda menikah setelah keluar dari masa iddah.

Masa iddah anda dari talak tersebut telah habis dengan melewati haid 3 kali.

Adapun dia tidak merujuk anda pada masa iddah, itu haknya.

Adapun dia tidak menafkahi, itu kezaliman. Wallahu a’lam.

Shalat Tahajud setelah Witir dan Wirid yang Dianjurkan

T: Bolehkah ikut shalat witir berjamaah setelah tarawih dan kemudian bangun lagi tahajud (tanpa witir)? Apa wirid yang dianjurkan setiap selesai 2 rakaat tarawih? (08525xxxxxxx)

J: 1. Cukup bagi anda tarawih dan witir bersama imam, semoga ditulis bagi anda shalat malam sebagaimana yang dikabarkan dalam hadits Abu Dzar, “Barang siapa shalat malam (tarawih) bersama imam hingga selesai, ditulis baginya sebagai shalat malam.”

2. Tidak ada zikir khusus setiap kali usai dari dua rakaat, tetapi setelah salam dari rakaat terakhir witir yang menutup shalat malam (tahajjud atau tarawih) disunnahkan membaca, “Subhanal Malikil Quddus,” 3X dan yang ketiga dipanjangkan dengan suara keras. Wallahu a’lam.

Wanita Hamil Berpuasa

T: Apa boleh wanita hamil (dua bulan kehamilan)berpuasa? (08532xxxxxxx)

J: Wanita hamil wajib berpuasa, kecuali jika kondisinya lemah sehingga puasa berat baginya dan ia mengkhawatirkan dirinya atau risiko pada janin; boleh berbuka dan wajib mengqadha di luar bulan Ramadhan.

Harta Gonogini

T: Saya menikah dengan istri (janda) yang tidak membawa harta apa-apa. Kami berjuang keras sampai bisa memiliki rumah. Jadi, harta kami harta gono gini. Bagaimana cara pembagiannya? (08574xxxxxxx)

J: Jika demikian, persentase pembagian harta antara anda dengan istri anda sesuai kesepakatan kalian berdua saat bekerja.

Mahram

T: Apakah istri dari kakak angkat adalah mahram? (082xxxxxxxxx)

J: Istri kakak angkat bukan mahram. Begitu pula istri kakak nasab, bukan mahram.

Mencium Parfum Saat Berpuasa

T: Apa hukumnya mencium parfum saat berpuasa? (08234xxxxxxx)

J: Boleh mencium dan mengenakan parfum saat puasa, karena tidak ada zat berwujud yang dihirup melalui hidung, tetapi hanya sebatas bau harum. Untuk lebih lengkapnya, silakan membaca buku kami “Fikih Puasa Lengkap”.

Cara Jamak Qashar Shalat Maghrib dan Isya

T: Bagaimana cara mengerjakan shalat maghrib dan isya bagi yang sedang safar? Safar dimulai setelah ashar dan sampai tujuan kira-kira subuh. (08213xxxxxxx)

J: Laksanakan shalat maghrib 3 rakaat dan isya’ 2 rakaat (qashar) dengan cara dijamak pada waktu maghrib atau isya, tergantung pada kondisi dan tuntutan maslahat safar anda.

Hukum Karma

T: Saya mau tanya tentang fatwa adanya hukum karma dalam Islam. Bagaimana menurut Islam sebenarnya? (08522xxxxxxx)

J: Pada prinsipnya hukum karma adalah konsep ajaran Hindu dan Budha yang bermakna akan terlahir (menjelma) kembali ke dunia dengan penderitaan akibat dosa yang dilakukannya hingga dirinya terbebas dari ikatan karma dan meraih kebebasan. Ini adalah akidah kufur yang batil dan bertentangan dengan ajaran Islam yang suci.

Selanjutnya, kita tidak butuh pembahasan filsafat dalam mengait-ngaitkan hukum karma dengan ajaran Islam yang telah sempurna dengan al-Qur’an dan as-Sunnah.

Islam mengajarkan bahwa seorang yang mati dengan berpisahnya ruh dari jasad, beralih ke kehidupan alam barzakh (kubur) hingga dibangkitkan kembali di hari kiamat untuk menjalani kehidupan akhirat yang kekal abadi dalam neraka atau surga -rincian hal ini ada dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa musibah yang menimpa manusia di dunia ini adalah akibat dari dosanya sendiri agar dia bertobat dan berbenah diri. Wallahu a’lam.

Tidur Sebelum Shalat Malam

T: Apakah ketika ingin shalat malam diharuskan untuk tidur sebelumnya? (08227xxxxxxx)

J: Tidak, tetapi sebaiknya tidur dahulu agar bangun pada akhir malam dengan tubuh yang segar dan siap bertahajjud dengan khusyuk. Jangan sampai shalat dalam kondisi mengantuk sehingga tidak khusyuk dan pahala yang diraihnya sedikit atau bahkan tidak ada, karena pahala shalat itu sesuai kadar kekhusyukan.

Sumber: Majalah Asy Syariah no. 99/IX/1435 H/2014, hal. 43-46.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 22/09/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: