Hukum Lelaki Mandi Bersama Lelaki

Pertanyaan: Assalamu’alaikum,
1. Saya ingin bertanya tentang batasan aurat laki-laki di hadapan laki-laki, dari mana dan sampai dimana?

2. Apakah boleh seorang laki-laki menampakkan seluruh auratnya kepada laki-laki lain, seperti mandi bersama ataupun yang lainnya?

3. Apa hukum laki-laki menampakkan auratnya kepada laki-laki lain?

4. Apakah boleh sesama laki-laki tidur dalam satu ranjang tetapi kasurnya ada dua dan ranjangnya lumayan besar dua kali lipat dari ranjang yang isinya satu kasur?

Terimakasih. (Dari Maryo)

Jawaban:

Wa alaikumus salam

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Allah berfirman,

ﻗُﻞْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳَﻐُﻀُّﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻢْ‏‎ ‎ﻭَﻳَﺤْﻔَﻈُﻮﺍ ﻓُﺮُﻭﺟَﻬُﻢْ

Perintahkan kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nur: 30)

Makna ”memelihara kemaluannya” mencakup dua hal:

1. Menjaga kemaluan dari perbuatan zina

2. Menjaga kemaluan agar tidak dilihat oleh orang lain.

Karena itu, ulama sepakat haramnya membuka aurat di depan orang lain selain istrinya. (al-Hawi fi Tafsir al-Quran al-Karim – tafsir surat an-Nur)

Di ayat lain, Allah ta’ala memuji fungsi pakaian bagi manusia,

ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﻗَﺪْ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻟِﺒَﺎﺳًﺎ ﻳُﻮَﺍﺭِﻱ‎ ‎ﺳَﻮْﺁﺗِﻜُﻢْ ﻭَﺭِﻳﺸًﺎ

“Hai anak Adam. Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (QS. Al-A’raf: 26)

Ayat ini mengisyaratkan wajibnya menutup aurat mughalladzah (aurat besar), dan Allah sebut di ayat ini dengan sau-ah.

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang sesama lelaki melihat aurat lelaki yang lain atau wanita melihat aurat wanita yang lain. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻈُﺮُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﻮْﺭَﺓِ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ، ﻭَﻟَﺎ‎ ‎ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﻮْﺭَﺓِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓِ

“Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki yang lain, jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita yang lain.” (HR. Muslim 338, Turmudzi 2793, dan yang lainnya)

Aurat Lelaki Antara Pusar hingga Lutut

Mayoritas ulama sepakat bahwa batas aurat lelaki adalah antara pusar hingga lutut. Dalam ensiklopedi fikih dinyatakan,

ﻋﻮﺭﺓ ﺍﻟﺮّﺟﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺼّﻼﺓ ﻭﺧﺎﺭﺟﻬﺎ ﻣﺎ‎ ‎ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴّﺮّﺓ ﻭﺍﻟﺮّﻛﺒﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴّﺔ‎ ‎ﻭﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴّﺔ ﻭﺍﻟﺸّﺎﻓﻌﻴّﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ، ﻭﻫﻮ‎ ‎ﺭﺃﻱ ﺃﻛﺜﺮ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ

Aurat laki-laki dalam shalat maupun di luar shalat, antara pusar hingga lutut, menurut hanafiyah, malikiyah, syafiiyah dan hambali. Dan ini pendapat mayoritas ulama. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 22/118)

Diantara dalil yang menunjukkan pendapat ini adalah hadits dari Ibnu Jarhad, dari bapaknya yang termasuk salah satu ahlus suffah. Beliau menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat paha beliau terbuka. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

ﻏَﻂِّ ﻓَﺨِﺬَﻙَ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻌَﻮْﺭَﺓِ

”Tutupi pahamu, karena itu termasuk surat.” (HR. Ahmad 15929, Turmudzi 2798 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)

Dari keterangan di atas, praktek mandi bersama antara laki-laki dengan laki-laki yang sudah baligh dan masing-masing membuka aurat, adalah perbuatan yang bertentangan dengan adab Islam. Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/laki-laki-mandi-bersama-laki-laki/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 01/10/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: