Apakah Jin Bisa Membunuh Manusia?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apakah jin bisa membunuh manusia?

Dari sdr. Muhammad W

Jawaban:

Wa alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Terdapat riwayat, bahwa sahabat Sa’d bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal karena dipanah oleh jin. Namun riwayat ini diperselisihkan kebenarannya. Ibnu Abdil Bar menceritakan kisah kematian sahabat Sa’d bin Ubadah,

ﻭﻟﻢ ﻳﺨﺘﻠﻔﻮﺍ ﺃﻧﻪ ﻭﺟﺪ ﻣﻴﺘﺎ ﻓﻲ ﻣﻐﺘﺴﻠﻪ‎ ‎ﻭﻗﺪ ﺍﺧﻀﺮ ﺟﺴﺪﻩ

Para ahli sejarah bersepakat bahwa beliau ditemukan telah meninggal di tempat mandinya, dan jasadnya telah menghijau. Kemudian, Ibnu Abdil Bar mengatakan,

ﻭﻟﻢ ﻳﺸﻌﺮﻭﺍ ﺑﻤﻮﺗﻪ ﺣﺘﻰ ﺳﻤﻌﻮﺍ ﻗﺎﺋﻼ‎ ‎ﻳﻘﻮﻝ؛ ﻭﻻ ﻳﺮﻭﻥ ﺃﺣﺪﺍ‎ ‎ﻗﺘﻠﻨﺎ ﺳﻴﺪ ﺍﻟﺨﺰﺭﺝ ﺳﻌﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺎﺩﺓ *‏‎ ‎ﺭﻣﻴﻨﺎﻩ ﺑﺴﻬﻢ ﻓﻠﻢ ﻳﺨﻄﺊ ﻓﺆﺍﺩﻩ

Mereka tidak ada yang tahu tentang kematian Sa’d bin Ubadah, hingga mereka mendengar ada sosok tanpa jasad yang mengucapkan bait syair:

”Kami telah membunuh pemuka Khazraj, Sa’d bin Ubadah Kami lempar dia dengan tombak, dan tidak meleset dari jantungnya.”
(al-Isti’ab fi Ma’rifah al-As-hab, hlm. 180)

Hanya saja, beberapa ulama ahli hadits menilai kisah ini dhaif statusnya. Di antaranya, Syaikhul Islam dalam Minhajus Sunah (8/581), dan Imam al-Albani. Alasan bahwa kisah ini lemah,

[1] Secara sanad, keterangan ini lemah. Ketika menyebutkan keterangan Ibnu Abdil Bar, Imam al-Albani mengatakan,

ﻭﻟﻜﻨﻲ ﻟﻢ ﺃﺟﺪ ﻟﻪ ﺇﺳﻨﺎﺩﺍً ﺻﺤﻴﺤﺎً ﻋﻠﻰ‎ ‎ﻃﺮﻳﻘﺔ ﺍﻟﻤﺤﺪﺛﻴﻦ ؛ ﻓﻘﺪ ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ‎ ‎ﻋﺴﺎﻛﺮ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﺳﻴﺮﻳﻦ ﻣﺮﺳﻼً ، ﻭﺭﺟﺎﻟﻪ‎ ‎ﺛﻘﺎﺕ

“Namun aku tidak menjumpai sanad yang shahih sesuai dengan metode para ahli hadits. Disebutkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Sirin secara Mursal, dan Rijalnya tsiqah. (Irwa’ al-Ghalil, 1/95)

[2] Andai info itu benar, dalam arti, suara itu benar-benar ada dan didengar oleh orang yang di sekitar Sa’d bin Ubadah, ini belum cukup untuk dijadikan dasar bahwa beliau meninggal karena dibunuh jin. Karena bisa saja, jin berdusta kemudian dia mengaku-ngaku telah membunuh Sa’d radhiyallahu ‘anhu. Dan info dari jin tidak bisa diterima 100% kebenarannya.

Jin Bisa Bertindak Jahat kepada Manusia

Terdapat beberapa riwayat shahih yang menunjukkan bahwa jin bisa bertindak jahat kepada manusia. Di antaranya, hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,

ﺇِﻥَّ ﻋِﻔْﺮِﻳﺘًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺠِﻦِّ ﺗَﻔَﻠَّﺖَ ﺍﻟﺒَﺎﺭِﺣَﺔَ‏‎ ‎ﻟِﻴَﻘْﻄَﻊَ ﻋَﻠَﻲَّ ﺻَﻼَﺗِﻲ، ﻓَﺄَﻣْﻜَﻨَﻨِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻨْﻪُ‏‎ ‎ﻓَﺄَﺧَﺬْﺗُﻪُ، ﻓَﺄَﺭَﺩْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃَﺭْﺑُﻄَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﺎﺭِﻳَﺔٍ‏‎ ‎ﻣِﻦْ ﺳَﻮَﺍﺭِﻱ ﺍﻟﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻨْﻈُﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَﻴْﻪِ‏‎ ‎ﻛُﻠُّﻜُﻢْ، ﻓَﺬَﻛَﺮْﺕُ ﺩَﻋْﻮَﺓَ ﺃَﺧِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥَ ﺭَﺏِّ‏‎ ‎ﻫَﺐْ ﻟِﻲ ﻣُﻠْﻜًﺎ ﻻَ ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻱ‎ ‎ﻓَﺮَﺩَﺩْﺗُﻪُ ﺧَﺎﺳِﺌًﺎ

Sesungguhnya jin Ifrit tiba-tiba menggangguku untuk memutus shalatku tadi malam. Kemudian Allah memberi kemampuan kepadaku untuk mengalahkannya, lalu aku pun memegangnya. Kemudian aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid, sehingga kalian semua bisa melihatnya. Namun aku teringat doa saudaraku Nabi Sulaiman: Wahai Rabku, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku. Kemudian aku pun melepaskannya sementara dia dalam kondisi terhina. (HR. Bukhari 3423)

Dalam riwayat lain, jin Ifrit ini membawa obor api, untuk menyakiti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini menunjukkan bisa saja jin mengganggu manusia secara fisik, sehingga bisa dipegang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau shalat. Kemudian, ketika jin berubah wujud menjadi benda lain yang bisa terlihat manusia, jin memungkinkan untuk menyakiti atau bahkan membunuh manusia.

Abu Said al-Khudri menceritakan, bahwa dulu ada seorang pemuda yang baru menikah. Ketika peristiwa Khandaq, siang hari, dia meminta izin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pulang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengizinkannya dan berpesan agar dia membawa senjata, karena khawatir akan dibunuh orang Yahudi Quraidzah.

Ketika sampai di rumah, dia melihat istrinya berdiri di pintu. Pemuda inipun cemburu, hingga hendak memukul istrinya. Istrinya segera mengatakan, ’Tahan dulu, masuklah ke dalam rumah, dan lihat apa yang menyebabkan aku keluar.’

Dia pun masuk, ternyata di dalam rumah terdapat ular basar yang melingkar di atas kasur. Hingga terjadilah perkelahian antara pemuda dan ular, dan keduanya mati. Tidak diketahui, siapa yang lebih dulu mati, ular ataukah pemuda.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,

ﺇِﻥَّ ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺟِﻨًّﺎ ﻗَﺪْ ﺃَﺳْﻠَﻤُﻮﺍ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻢْ‏‎ ‎ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻓَﺂﺫِﻧُﻮﻩُ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔَ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻓَﺈِﻥْ ﺑَﺪَﺍ ﻟَﻜُﻢْ‏‎ ‎ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺎﻗْﺘُﻠُﻮﻩُ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﺷَﻴْﻄَﺎﻥٌ

“Sesungguhnya di Madinah ini ada segolongan jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat satu dari mereka, maka mintalah kepada mereka untuk keluar (dalam jangka waktu) tiga hari. Jika ia tetap menampakkan diri kepada kalian setelah itu, maka bunuhlah ia, karena sesungguhnya dia itu setan.” (HR. Muslim 2236)

Selalu Tawakkal dan Jangan Takut

Allah menegaskan dalam al-Qur’an bahwa tipu daya setan, sangatlah lemah.

ﻓَﻘَﺎﺗِﻠُﻮﺍ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺇِﻥَّ ﻛَﻴْﺪَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ‏‎ ‎ﻛَﺎﻥَ ﺿَﻌِﻴﻔًﺎ

”Perangilah para pasukan setan, sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa: 76)

Karena itu, selama seseorang berusaha menjaga imannya, dan bersandar kepada Allah, setan tidak akan memiliki kesempatan untuk bisa mengganggu manusia.

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃْﺕَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻌِﺬْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦَ‏‎ ‎ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ ) ( ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻪُ ﺳُﻠْﻄَﺎﻥٌ‏‎ ‎ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ

Apabila kamu membaca al-Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. ( ) Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan untuk mengganggu orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (QS. An-Nahl: 98–99)

Karena itu, orang mukmin tidak perlu takut dengan jin, sebagaimana yang sering digambarkan di televisi. Jin sama sekali tidak memiliki kemampuan mencelakakan manusia selama dia menjaga imannya dan bertawakkal kepada Allah.

Sementara ketika ada orang yang dicelakakan oleh jin, itu bukan karena jin memiliki kekuatan yang hebat, namun karena orang ini membuka peluang bagi setan untuk mengendalikan dirinya. Sehingga jadilah dia budak setan, seperti yang terjadi pada dukun dan peramal.

Allah berfirman menceritakan keadaan orang munafik,

ﺍﺳْﺘَﺤْﻮَﺫَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻓَﺄَﻧْﺴَﺎﻫُﻢْ ﺫِﻛْﺮَ‏‎ ‎ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺣِﺰْﺏُ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺃَﻟَﺎ ﺇِﻥَّ ﺣِﺰْﺏَ‏‎ ‎ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮُﻭﻥَ

Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi. (QS. Mujadilah: 19)

Kata As-Sudi –ahli tafsir zaman tabiin– (w. 127 H) menjelaskan ayat ini,

ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻳﻀًﺎ ﺗﻮﺩﺩ ﻣﻨﻬﻢ ﺇﻟﻴﻬﻢ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻛﺎﻧﻮﺍ‎ ‎ﻳﺼﺎﻧﻌﻮﻥ ﻫﺆﻻﺀ ﻭﻫﺆﻻﺀ؛ ﻟﻴﺤﻈﻮﺍ‎ ‎ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻭﻳﺄﻣﻨﻮﺍ ﻛﻴﺪﻫﻢ، ﻭﻣﺎ ﺫﺍﻙ ﺇﻻ‎ ‎ﻟﻀﻌﻒ ﺇﻳﻤﺎﻧﻬﻢ، ﻭﻗﻠﺔ ﺇﻳﻘﺎﻧﻬﻢ

Ini karena mereka saling mencintai, karena satu sama lain melakukan hubungan saling menguntungkan, untuk saling mengambil manfaat dan menghindari tipu daya lawannya. Itu terjadi karena lemahnya iman mereka dan tipisnya keyakinan mereka. (Ibnu Katsir, 2/436)

Ternyata Jin Lebih Takut kepada Manusia

Imam Mujahid –ulama besar, ahli tafsir tabiin, muridnya Ibnu Abbas– (w. 104 H), beliau menceritakan,

ﺑﻴﻨﺎ ﺍﻧﺎ ﺫﺍﺕ ﻟﻴﻠﺔ ﺃﺻﻠﻲ ﺇﺫ ﻗﺎﻡ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﻐﻼﻡ‎ ‎ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻱ ﻗﺎﻝ ﻓﺸﺪﺩﺕ ﻋﻠﻴﻪ ﻵﺧﺬﻩ ﻓﻘﺎﻡ‎ ‎ﻓﻮﺛﺐ ﻓﻮﻗﻊ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﺤﺎﺋﻂ ﺣﺘﻰ ﺳﻤﻌﺖ‎ ‎ﻭﻗﻌﺘﻪ ﻓﻤﺎ ﻋﺎﺩ ﺇﻟﻲ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ

“Suatu malam ketika saya sedang melaksanakan shalat, tiba-tiba muncul makhluk sebesar anak laki-laki di hadapan saya. Lalu saya desak dia untuk menangkapnya. Tiba-tiba dia bangun dan lompat ke belakang dinding sehingga saya mendengar jatuhnya. Setelah itu, dia tidak pernah datang lagi.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Dalam riwayat lain, Imam Mujahid menegaskan,

ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﺃﺷﺪ ﻓﺮﻗﺎ ﻣﻦ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻨﻪ ﻓﺈﻥ‎ ‎ﺗﻌﺮﺽ ﻟﻜﻢ ﻓﻼ ﺗﻔﺮﻗﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﻓﻴﺮﻛﺒﻜﻢ‎ ‎ﻭﻟﻜﻦ ﺷﺪﻭﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺬﻫﺐ

“Setan itu sebenarnya sangat takut terhadap kalian (manusia), melebihi ketakutan kalian kepadanya. Oleh karena itu, setan menampakkan diri kepada kalian, janganlah kalian lari ketakutan. Karena jika kalian takut, ia akan menunggangi kalian (mengganggu), akan tetapi bersikaplah keras kepadanya, pasti dia akan pergi.” (Riwayat Ibn Abi Dunya)

Semoga Allah melindungi kita dari tipuan setan.

[Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits – Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com]

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/apakah-jin-bisa-membunuh-manusia/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 18/10/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: