Hukum Periksa Kesehatan (kesuburan) Sebelum Menikah

Hal ini menjadi pro dan kontra, pihak yang kontra menyatakan bahwa ini berarti tidak percaya kepada pasangan dan bisa membuat retak hubungan jika ternyata didapatkan bahwa calon pasangannya tidak sehat atau mandul, kemudian tidak jadi menikah. Pihak yang pro menyatakan bahwa hal ini sebaiknya dilakukan daripada terjadi penyesalan di kemudian hari. Berikut penjelasan ulama mengenai hal ini.

Syaikh prof. Abdullah bin Al-Jibrin rahimahullah ditanya,

ﺱ: ﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺇﺟﺮﺍﺀ ﺍﻟﻔﺤﺺ ﺍﻟﻄﺒﻲ‎ ‎ﻟﻠﺰﻭﺟﻴﻦ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ؟

Apa hukum melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon suami-istri sebelum menikah?

Beliau menjawab,

ﺝ: ﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﺬﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﺧﻴﻒ ﻣﻦ ﻣﺮﺽ‎ ‎ﺩﺍﺧﻠﻲ ﻣﻤﺎ ﻳﺆﺛﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺤﺔ، ﻭﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ‎ ‎ﺭﺍﺣﺔ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﻭﺍﺳﺘﻘﺮﺍﺭ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ‎ ‎ﻭﺍﻟﻄﻤﺄﻧﻴﻨﺔ ﻓﻴﻬﺎ، ﻓﺮﺑﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ‎ ‎ﻣﺲ ﺃﻭ ﺻﺮﻉ ﺃﻭ ﻣﺮﺽ ﻣﺰﻣﻦ، ﻭﻟﻮ‎ ‎ﺳﻬﻞ ﻛﺮﺑﻮ ﺃﻭ ﺳﻜﺮ ﺃﻭ ﺑﻠﻬﺎﺭﺳﻴﺎ ﺃﻭ‎ ‎ﺭﻭﻣﺎﺗﻴﺰﻡ، ﻭﻫﻜﺬﺍ ﻣﺮﺽ ﺍﻟﻌﻘﻢ ﻭﻋﺪﻡ‎ ‎ﺍﻹﻧﺠﺎﺏ، ﻟﻜﻦ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻇﺎﻫﺮ ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ‎ ‎ﺍﻟﺴﻼﻣﺔ ﻭﺍﻟﺒﻴﺌﺔ ﻭﺍﻟﻤﺠﺘﻤﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻤﺎ ﺑﻪ‎ ‎ﻻ ﺗﻮﺟﺪ ﻓﻴﻪ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ،‏‎ ‎ﻓﺎﻷﺻﻞ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻣﺮﺽ ﻭﻻ ﺧﻮﻑ ﻓﻼ‎ ‎ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ ﻓﺤﺺ ﻃﺒﻲ ﻟﻜﻞ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ، ﻟﻜﻦ ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻣﺖ ﻗﺮﺍﺋﻦ ﻭﺧﻴﻒ‎ ‎ﻣﻦ ﻭﺟﻮﺩ ﻣﺮﺽ ﺧﻔﻲ ﻭﻃﻠﺐ ﺃﺣﺪ‎ ‎ﺍﻟﺰﻭﺟﻴﻦ ﺃﻭ ﺍﻷﻭﻟﻴﺎﺀ ﺍﻟﻜﺸﻒ ﻟﺰﻡ ﺫﻟﻚ‎ ‎ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻌﻘﺪ ﺧﻼﻑ ﻭﻧﺰﺍﻉ

Tidak mengapa jika dikhawatirkan terdapat penyakit di dalam tubuh yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan, yang bisa mencegah dari bahagianya kedua pasutri dan mengganggu keharmonisan dan ketenangan dalam rumah tangga. Bisa jadi pada salah satu dari keduanya ada penyakit psikologi, epilepsi atau penyakit kronis. Walaupun penyakit yang (awalnya) masih ringan juga seperti asma, diabetes, schistomiasis dan reumatik. Demikian juga penyakit mandul dan tidak produktif.

Akan tetapi jika penampilan fisik (dzahir) kedua calon sehat dan jelas, kemudian masyarakat tempat keduanya tinggal tidak didapatkan penyakit-penyakit ini maka hukum asalnya tidak ada penyakit dan tidak ada yang dikhawatirkan sehingga tidak perlu memeriksa kesehatan setiap calon mempelai . Akan tetapi jika terdapat indikasi dan dikhawatirkan adanya penyakit yang masih samar. Kemudian salah satu calon pengantin atau salah satu wali meminta pemeriksaan kesehatan maka harus dilakukan agar tidak terjadi pertentangan dan perdebatan setelahnya. [1]

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafidhahullah berkata,

ﻭﺃﻥ ﻳﺘﺰﻭﺝ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻟﺪﻳﻨﻬﺎ ﻭﺇﻻ‎ ‎ﻳﺪﻗﻖ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺘﺪﻗﻴﻘﺎﺕ، ﺑﻨﺎﺀﺍً ﻋﻠﻰ ﺣﺴﻦ‎ ‎ﺍﻟﻤﺘﻮﻛﻞ، ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ، ﻭﺍﻗﺘﺪﺍﺀﺍً‏‎ ‎ﺑﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻷﻭﻟﻮﻥ ﻓﻬﺬﺍ ﺣﺴﻦ، ﻟﻜﻦ‎ ‎ﻟﻮ ﺃﺭﺍﺩ ﻳﻌﻤﻞ ﺍﻟﻔﺤﺺ ﻻ ﺳﻴﻤﺎ ﻋﻨﺪ‎ ‎ﻭﺟﻮﺩ ﺃﻣﺎﺭﺍﺕ ﻭﺇﺷﺎﺭﺍﺕ ﻭﻗﺮﺍﺋﻦ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺃﻣﺮﺍﺽ ﻭﺭﺍﺛﻴﺔ ﻓﻠﻮ ﻓﻌﻞ ﻓﻼ ﺃﺭﻯ ﻓﻲ‎ ‎ﻫﺬﺍ ﺣﺮﺝ ﻟﻜﻦ ﺍﻟﺤﺮﺝ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺭﺍﻩ ﺃﻥ‎ ‎ﻳﺠﻌﻞ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻔﺤﺺ ﻻﺯﻣﺎً ﻛﻤﺎ ﻗﺪ ﺳﻦ‎ ‎ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻘﻮﺍﻧﻴﻦ

Seorang laki-laki yang menikahi seorang wanita karena agamanya tanpa mengecek secara detail keadaan fisik dirinya, didasarkan pada baiknya rasa tawakal dan baiknya prasangka kepada Allah, dan mencontoh generasi pertama Islam, maka hal ini adalah baik.

Akan tetapi jika ia berkeinginan untuk mengecek kesehatan, terutama sekali jika terdapat tanda-tanda, petunjuk dan indikasi bahwasanya wanita tersebut kemungkinan mempunyai penyakit turunan, seandainya dilakukan maka saya tidak melihat ada masalah dalam hal ini (tidak mengapa dilakukan pemeriksaan cek kesehatan).

Namun yang jadi masalah dalam pandangan saya adalah ketika cek kesehatan ini dijadikan satu keharusan sebagaimana terdapat dalam sebagian peraturan perundangan. [2]

Kesimpulan:

Sebagaimana yang dikatakan oleh syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid,

ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﻔﺤﺺ ﺍﻟﻄﺒﻲ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ،‏‎ ‎ﻭﻳﺘﺄﻛﺪ ﻋﻨﺪ ﻏﻠﺒﺔ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﻮﺟﻮﺩ ﺃﻣﺮﺍﺽ‎ ‎ﻭﺭﺍﺛﻴﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺎﺋﻠﺔ

“Diperbolehkan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah jika terdapat sangkaan kuat adanya penyakit keturunan dalam keluarganya (atau ada indikasi lainnya, pent).” [3]

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] Fatawa Asy_syar’iyyah fi masa’ilit thibbiyah, bisa di akses juga di: http://ibn-jebreen.com/?t=books&cat=6&book=49&toc=&page=2114&subid=

[2] Sumber: http://www.almenhaj.net/broad22/mashhoor-display.php?linkid=562

[3] Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/104675

Sumber: http://muslimafiyah.com/hukum-periksa-kesehatan-kesuburan-sebelum-menikah.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 17/12/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: