Hamil Kemudian Keguguran (Operasi Kuret), Apakah Menjalani Nifas?

Sering sebagian orang bertanya, jika keguguran apa hukumnya bagi wanita tersebut? Apakah darah yang keluar terhitung nifas darah atau darah haidh atau tidak haidh dan tidak pula nifas (bisa beribadah seperti biasa)? Berikut pembahasannya (untuk ringkasnya silakan baca kesimpulan di akhir tulisan).

Patokan Nifas atau Tidak adalah Sudah Terbentuk Rupa Fisik atau tidak

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan,

ﺫﺍ ﺃﺳﻘﻄﺖ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻣﺎ ﻳﺘﺒﻴﻦ ﻓﻴﻪ ﺧﻠﻖ‎ ‎ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ؛ ﻣﻦ ﺭﺃﺱ، ﺃﻭ ﻳﺪ، ﺃﻭ ﺭﺟﻞ، ﺃﻭ‎ ‎ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﻬﻲ ﻧﻔﺴﺎﺀ، ﻟﻬﺎ ﺃﺣﻜﺎﻡ‎ ‎ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ، ﻓﻼ ﺗﺼﻠﻲ ﻭﻻ ﺗﺼﻮﻡ، ﻭﻻ ﻳﺤﻞ‎ ‎ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ﺟﻤﺎﻋﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺗﻄﻬﺮ ﺃﻭ ﺗﻜﻤﻞ‎ ‎ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً. ﻭﻣﺘﻰ ﻃﻬﺮﺕ ﻷﻗﻞ ﻣﻦ‎ ‎ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﻐﺴﻞ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ‎ ‎ﻭﺍﻟﺼﻮﻡ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﻭﺣﻞ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ‎ ‎ﺟﻤﺎﻋﻬﺎ، ﻭﻻ ﺣﺪ ﻷﻗﻞ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ، ﻓﻠﻮ‎ ‎ﻃﻬﺮﺕ ﻭﻗﺪ ﻣﻀﻰ ﻟﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻋﺸﺮﺓ‎ ‎ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻭ ﺃﻗﻞ ﺃﻭ ﺃﻛﺜﺮ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻟﻐﺴﻞ،‏‎ ‎ﻭﺟﺮﻯ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﺍﺕ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﺪﻡ

“Jika seorang wanita keguguran dan telah jelas bentuk rupa manusia seperti kepala, tangan atau kaki atau yang lain maka ia termasuk wanita yang menjalani nifas dan berlaku hukum nifas baginya, ia tidak shalat dan tidak puasa (Ramadhan) serta tidak halal bagi suaminya berjima’ dengannya sampai ia suci atau sempurna 40 hari lewat. Kapan pun ia suci kurang dari 40 hari maka wajib mandi wajib (janabah) kemudian shalat dan puasa di bulan Ramadhan serta boleh bagi suaminya berjima’ dengannya. Tidak ada batas minimal lama darah nifas.

Seandainya ia suci dan setelah kelahiran 10 hari atau kurang ataupun lebih dari 10 hari maka ia harus mandi wajib (telah suci) dan berlaku hukum wanita yang telah suci baginya.” [1]

Perlu diketahui hadits yang menjadi patokan dalam permasalahan ini adalah hadits urutan penciptaan manusia.

– 40 hari pertama segumpal darah (‘alaqah)

– 40 hari kedua segumpal daging (mudghah), setelah 80 hari ini mulai terbentuk rupa yang menjadi patokan di atas (batas minimal)

– 40 hari ketiga ditiupkan ruh (120 hari atau 4 bulan).

Syaikh DR. Khalid bin Ali Al-Musyaiqih hafidzahullah berkata,

ﻓﻼ ﺗﻨﻔﺦ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺇﻻ ﺑﻌﺪ ﺍﻧﺘﻬﺎﺀ ﻣﺎﺋﺔ‎ ‎ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎً ، ﻭﺍﻟﻤﺪﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺘﺒﻴﻦ ﻓﻴﻬﺎ‎ ‎ﺧﻠﻖ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻬﺮ‎ ‎ﻏﺎﻟﺒﺎً ، ﻭﺃﻗﻠﻬﺎ ﻭﺍﺣﺪ ﻭﺛﻤﺎﻧﻮﻥ ﻳﻮﻡ

Tidaklah ditiupkan ruh kecuali setelah 120 hari dan jangka waktu mulai jelas bentuk fisik manusia pada kehamilan umumnya 3 bulan dan paling minimal 80 hari. Kemudian berikut rinciannya:

ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻤﺘﺮﺗﺒﺔ ﻋﻠﻰ ﺳﻘﻮﻁ ﺍﻟﺤﻤﻞ ،‏‎ ‎ﻭﻫﻲ ﻛﻤﺎ ﻳﻠﻲ :‏‎ ‎ﺃﻭﻻً: ﺇﺫﺍ ﺳﻘﻂ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﻓﻲ ﻣﺮﺣﻠﺔ‎ ‎ﺍﻟﻨﻄﻔﺔ ) ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﺍﻷﻭﻟﻰ ( ﺃﻭ‎ ‎ﻓﻲ ﻣﺮﺣﻠﺔ ﺍﻟﻌﻠﻘﺔ ) ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً‏‎ ‎ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ( ، ﻓﻔﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺤﺎﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ‎ ‎ﺃﻥ ﺗﺘﻠﺠﻢ ) ﻳﻌﻨﻲ ﺗﻀﻊ ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺟﻬﺎ ﻣﺎ‎ ‎ﻳﻤﻨﻊ ﺧﺮﻭﺝ ﺍﻟﺪﻡ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﻣﻤﺎ ﻫﻮ‎ ‎ﻣﺴﺘﻌﻤﻞ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ( ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻣﺮ ﺃﺳﻤﺎﺀ ﺑﻨﺖ ﻋﻤﻴﺲ‎ ‎ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﻭﻟﺪﺕ ﻓﻲ ﺫﻱ‎ ‎ﺍﻟﺤﻠﻴﻔﺔ ﺃﻥ ﺗﺘﻠﺠﻢ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ .ﻭﻳﺠﺐ‎ ‎ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﺴﺘﻤﺮ ﻓﻲ ﺻﻼﺗﻬﺎ ، ﻭﺻﻴﺎﻣﻬﺎ‎ ‎ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺻﺎﺋﻤﺔ ، ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ﺃﻥ‎ ‎ﻳﺠﺎﻣﻌﻬﺎ ﻭﻳﻌﺎﺷﺮﻫﺎ ﻭﻃﺌﺎً‏‎ ‎ﻭﺍﺳﺘﻤﺘﺎﻋﺎً.ﻭﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﺑﺴﺒﺐ ﺍﻹﺳﻘﺎﻁ‎ ‎ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﺮﺣﻠﺔ ﺍﻷﻗﺮﺏ ﻣﻦ ﺃﻗﻮﺍﻝ‎ ‎ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﻨﻘﺾ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ،ﻭﻻ‎ ‎ﺑﺠﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﺘﻮﺿﺄ ﻟﻜﻞ ﺻﻼﺓ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ‎ ‎ﺧﺮﺝ ﻣﻨﻬﺎ ﺧﺎﺭﺝ ﻣﻌﺘﺎﺩ ﻛﺎﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭﺍﻟﻐﺎﺋﻂ‎ ‎ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻳﺢ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ.

Apabila keguguran terjadi tatkala janin masih berbentuk zigote sebelum 40 hari, atau masih berbentuk embrio (pada 40 hari kedua) maka wajib bagi wanita tersebut untuk mengenakan pembalut (yang dapat menahan keluarnya darah mengenai pakaian) karena Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam memerintahkan Asma binti Umair untuk mengenakan pembalut tatkala melahirkan di Dzil khulaifah. (HR. Muslim)

Wanita tersebut wajib untuk tetap melaksanakan sholat dan berpuasa jika ia sedang berpuasa serta boleh bagi suami untuk menggaulinya. Darah yang keluar dengan sebab keguguran pada masa ini lebih dekat kepada perkataan ahli ilmu bahwa darah tersebut tidak membatalkan wudhu dan tidak wajib baginya untuk mengulang wudhunya di setiap sholat apabila tidak ada yang membatalkan wudhunya seperti karena keluar angin atau buang air.

ﺛﺎﻧﻴﺎً : ﺃﻥ ﻳﺴﻘﻂ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﺗﻢ ﻟﻪ‎ ‎ﺛﻤﺎﻧﻮﻥ ﻳﻮﻣﺎً ، ﻓﻌﻠﻰ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺃﻥ ﺗﻨﻈﺮ ﻓﻲ‎ ‎ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻀﻐﺔ ﺇﻥ ﺗﻤﻜﻨﺖ ﺃﻭ ﺗﺴﺄﻝ‎ ‎ﺍﻟﻄﺒﻴﺐ ﺃﻭ ﺍﻟﻄﺒﻴﺒﺔ ﺍﻟﺜﻘﺔ ﻫﻞ ﺧﻠﻘﺖ‎ ‎ﺧﻠﻘﺖ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻀﻐﺔ ﺃﻭ ﻻ ؟ ﻳﻌﻨﻲ: ﻫﻞ‎ ‎ﺑﺪﺃ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﺨﻠﻴﻖ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻭﻟﻮ ﺧﻔﻴﺎً‏‎ ‎ﻛﺘﺨﻄﻴﻂ ﺑﻂ ﺃﻭ ﺭﺟﻞ ﺃﻭ ﺭﺃﺱ ﻭﻧﺤﻮ‎ ‎ﺫﻟﻚ ؟ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻀﻐﺔ ﻟﻢ ﻳﺘﺒﻦ‎ ‎ﻓﻴﻪ ﺧﻠﻖ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ، ﺑﻌﻨﻲ ﻗﻄﻌﺔ ﻟﺤﻢ‎ ‎ﻭﻟﻴﺲ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﺨﻄﻴﻂ ،ﻭﻟﻮ ﺧﻔﻴﺎً ﻛﻴﺪ ﺃﻭ‎ ‎ﺭﺟﻞ ﺃﻭ ﺭﺃﺱ ﺃﻭ ﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ‎ ‎ﺗﺄﺧﺬ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻘﺴﻢ ﺍﻷﻭﻝ :‏‎ ‎ﺗﺘﺤﻔﻆ ﻭﺗﺼﻠﻲ ﻭﺗﺼﻮﻡ ﻭﺗﺤﻞ‎ ‎ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ،ﻭﻻ ﺑﺠﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻟﻜﻞ‎ ‎ﺻﻼﺓ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺧﺮﺝ ﻣﻬﺎ ﺑﻮﻝ ﺃﻭ ﻏﺎﺋﻂ ﺃﻭ‎ ‎ﺭﻳﺢ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ. ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻤﻀﻐﺔ ﻗﺪ‎ ‎ﺑﺪﺃ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﺨﻠﻴﻖ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺧﻔﻴﺎً‏‎ ‎ﻛﺘﺨﻄﻴﻂ ﺑﺪ ﺃﻭ ﺭﺟﻞ ﺍﻭ ﺭﺃﺱ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ‎ ‎ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﺄﺧﺬ ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ : ﻻ‎ ‎ﺗﺼﻠﻲ ، ﻭﻻﺗﺼﻮﻡ ، ﻭﻻ ﺑﺠﻮﺯ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ﺃﻥ‎ ‎ﻳﺠﺎﻣﻌﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﻋﻨﻬﺎ ﺍﻟﺪﻡ‎ ‎ﺃﻭﺍﻟﺼﻔﺮﺓ ﺃﻭﺍﻟﻜﺪﺭﺓ، ﺃﻭ ﺣﺘﻰ ﺗﺒﻠﻎ‎ ‎ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﻋﻨﻬﺎ ﺍﻟﺪﻡ ﺃﻭ‎ ‎ﺍﻟﺼﻔﺮﺓ ﺃﻭ ﺍﻟﻜﺪﺭﺓ . ﻓﺈﺫﺍ ﺑﻠﻐﺖ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ‎ ‎ﻳﻮﻣﺎً ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺗﻐﺘﺴﻞ ﻭﺗﺼﻠﻲ ﻭﺗﺼﻠﻲ‎ ‎ﻭﺗﺼﻮﻡ ﻭﺗﺤﻞ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ.

Keguguran setelah hari ke-80. Wajib bagi wanita tersebut untuk memastikan apakah janin sudah mulai membentuk manusia atau belum dengan bertanya kepada dokter yang terpercaya. Yaitu, apakah janin sudah mulai membentuk rupa manusia meskipun hanya samar seperti mulai membentuk perut, kaki, kepala dan lain-lain.

Apabila janin belum mulai membentuk rupa manusia meskipun samar seperti adanya bentuk tangan, kaki dan kepala, atau janin hanya membentuk gumpalan daging maka wanita tersebut
dihukumi dengan hukum pada poin pertama. Wanita tersebut boleh sholat, puasa ataupun berkumpul dengan suaminya. Dia tidak diwajibkan mengulangi wudhunya setiap hendak mengerjakan sholat kecuali apabila ada pembatal lain seperti kentut atau buang air.

Apabila janin sudah mulai membentuk manusia meskipun hanya samar seperti telah ada bentuk kaki, tangan atau kepala dan lain-lain, maka wanita tersebut dihukumi dengan hukum nifas. Tidak boleh sholat, puasa ataupun berkumpul dengan suaminya hingga darah nifasnya berhenti, atau keluar cairan kekuning-kuningan atau cairan keruh, atau sudah mencapai hari ke-40 dari pendarahan meskipun darah belum berhenti atau belum keluar cairan kekuning-kuningan atau keruh. Apabila sudah mencapai hari ke-40 ini, maka wanita tersebut mandi, boleh sholat, puasa dan suami boleh mencampurinya.

ﺛﺎﻟﺜﺎً : ﺇﺫﺍ ﺳﻘﻂ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺑﻌﺪ ﺛﻤﺎﻧﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً‏‎ ‎ﻭﻻ ﺗﻌﻠﻢ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻫﻞ ﺧﻠﻖ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﻤﻞ‎ ‎ﺍﻟﺬﻱ ﺳﻘﻂ ﺃﻭﻻ ؟ ﻭﺟﻬﻠﺖ ﺃﻣﺮﻩ ، ﻓﻬﺬﺍ‎ ‎ﺍﻟﺴﻘﻂ ﻻ ﻳﺨﻠﻮ ﻣﻦ ﺣﺎﻟﺘﻴﻦ: ﺍﻟﺤﺎﻟﺔ‎ ‎ﺍﻷﻭﻟﻰ : ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺤﻤﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﺳﻘﻂ ﻗﺪ‎ ‎ﺗﻢ ﻟﻪ ﺗﺴﻌﻮﻥ ﻳﻮﻣﺎً ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﺄﺧﺬ‎ ‎ﺃﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﻨﻔﺎﺱ : ﻻ ﺗﺼﻠﻲ ،ﻭﻻﺗﺼﻮﻡ ،‏‎ ‎ﻭﻻ ﺑﺠﻮﺯ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ﺃﻥ ﻳﺠﺎﻣﻌﻬﺎ ﺣﺘﻰ‎ ‎ﻳﻨﻘﻄﻊ ﻋﻨﻬﺎ ﺍﻟﺪﻡ ﺃﻭﺍﻟﺼﻔﺮﺓ ﺃﻭﺍﻟﻜﺪﺭﺓ، ﺃﻭ‎ ‎ﺣﺘﻰ ﺗﺒﻠﻎ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً ﺇﺫﺍ‎ ‎ﻟﻢ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﻋﻨﻬﺎ‎ ‎ﺍﻟﺪﻡ ﺃﻭ ﺍﻟﺼﻔﺮﺓ ﺃﻭ ﺍﻟﻜﺪﺭﺓ . ﻓﺈﺫﺍ ﺑﻠﻐﺖ‎ ‎ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺗﻐﺘﺴﻞ ﻭﺗﺼﻠﻲ‎ ‎ﻭﺗﺼﻠﻲ ﻭﺗﺼﻮﻡ ﻭﺗﺤﻞ ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ.‏‎ ‎ﺍﻟﺤﺎﻟﺔ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ : ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺘﻢ ﻟﻪ ﺗﺴﻌﻮﻥ‎ ‎ﻳﻮﻣﺎً، ﻭﺟﻬﻠﺖ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺃﻣﺮﻩ ﻫﻞ ﺧﻠﻖ ﺃﻭ‎ ‎ﻻ ؟ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺗﺘﺤﻔﻆ ﺗﻀﻊ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﻓﺮﺟﻬﺎ ﻣﺎ ﻳﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺧﺮﻭﺝ ﺍﻟﺪﻡ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﻣﻼﺑﺴﻬﺎ ،ﻭﺗﺼﻠﻲ ﻭﺗﺼﻮﻡ ﻭﺗﺤﻞ‎ ‎ﻟﺰﻭﺟﻬﺎ ،ﻭﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﺨﺎﺭﺝ ﻣﻨﻬﺎ ﻻ ﻳﻨﻘﺾ‎ ‎ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻭﻻ ﺑﺠﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺃﻥ ﺗﺘﻮﺿﺄ ﻟﻜﻞ‎ ‎ﺻﻼﺓ ﺇﻻ ﺇﺫﺍ ﺧﺮﺝ ﻣﻨﻬﺎ ﺧﺎﺭﺝ ﻣﻌﺘﺎﺩ‎ ‎ﻛﺎﻟﺒﻮﻝ ﺃﻭ ﺍﻟﻐﺎﺋﻂ ﺃﻭﺍﻟﺮﻳﺢ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﻛﻤﺎ‎ ‎ﺗﻘﺪﻡ.

Apabila keguguran terjadi setelah hari ke-80 dan tidak diketahui apakah janin sudah berbentuk manusia atau belum maka ada dua kemungkinan:

1. Apabila keguguran setelah hari ke-90 maka dihukumi dengan hukum nifas. Tidak boleh sholat, puasa dan tidak boleh bercampur dengan suaminya hingga darah berhenti, atau keluar cairan kekuning-kuningan atau keruh, atau mencapai hari ke-40 dari pendarahan. Jika telah mencapai hari ke-40 ini maka wanita tersebut mandi, boleh sholat, berpuasa, dan bercampur dengan suaminya.

2. Apabila belum mencapai usia 90 hari kehamilan dan tidak diketahui apakah janin sudah berbentuk manusia atau belum maka hendaknya wanita tersebut mengenakan pembalut untuk mencegah keluarnya darah mengenai pakaiannya. Ia boleh sholat, puasa dan boleh bercampur dengan suami. Darah yang keluar darinya tidak membatalkan wudhu dan tidak wajib mengulang wudhunya setiap hendak sholat kecuali apabila ada pembatal wudhu lain seperti kencing atau buang air. [2]

Kesimpulan:

– Yang menjadi patokan adalah sudah terbentuk rupa janin atau tidak (misalnya yang keguguran keluar ada bentuk tangan dan kaki, jika sudah terbentuk maka dianggap nifas, jika tidak maka dianggap darah biasa, wanita tersebut suci (tetap shalat, puasa dan hala bagi suaminya berhubungan dengannya).

– Jika terjadi keguguran masih di bawah 80 hari, maka bukan darah nifas, wanita tersebut masih suci.

– Jika telah di atas 80 hari perlu dipastikan apakah sudah terbentuk rupa fisik manusia tidak, misalnya bertanya kepada dokter terpercaya.

– Jika di atas 90 hari (3 bulan) maka dihukumi dengan darah nifas.

Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/2365

[2] Sumber: http://www.zawjan.com/art-1047.htm, http://www.almoshaiqeh.com/

Sumber: http://muslimafiyah.com/hamil-kemudian-keguguran-operasi-kuret-apakah-menjalani-nifas.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 01/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: