Hukum Vaksinasi Menurut Beberapa Ulama Madinah

Tanya jawab dengan Syaikh Sholeh as-Suhaimy Jum’at pekan lalu setelah dars ba’da subuh di Masjid Nabawi

Pertanyaan: Sebagian dokter di negeri kami merasa mengetahui pengobatan nabi (thibbun nabawi). Mereka berkata bahwasannya vaksinasi haram karena kejelekannya lebih banyak dari manfaatnya dan dikarenakan vaksin produksi orang kafir. Apakah pernyataan mereka benar?

Jawab (ringkasannya):

Perkataan tersebut tidak benar. Dan pernyataan mereka mencerminkan sikap kekanak-kanakan terhadap ilmu kedokteran. Program vaksinasi telah terbukti keberhasilannya dengan karunia Alloh. Kita tidak mempermasalahkan apakah vaksin tersebut buatan muslim atau kafir. Yang kita permasalahkan adalah jika obat (vaksin) tersebut adalah sesuatu yang harom, atau bercampur dengan dzat yang haram, atau pada obat tersebut ada keyakinan tertentu.

Adapun jika vaksin diproduksi oleh dokter kafir -yang mana kebanyakan dokter sekarang adalah dari kalangan mereka- dan telah dibuktikan manfaatnya secara ilmiyah, maka sepantasnya bagi seorang muslim menerimanya dan tidak menolaknya selama tidak bertentangan dengan syariat.

(Kemudian syaikh bercerita bahwasanya vaksinasi sudah dikenal Arab sejak zaman dahulu. Beliau juga bercerita tentang keberhasilan vaksin cacar)

Maka sikap keras dan kaku dalam permasalahan ini adalah menyelisihi syariat kita. Karena hukum asal berobat adalah halal kecuali jika terbukti ada keharoman di dalamnya.

Selengkapnya bisa dengarkan suara beliau langsung di https://app.box.com/s/58kvu1q0ez0vsec1jonb (Sumber: via fanpage status nasehat Facebook, kami dengar kembali dari sumber, penjelasan ini mulai pada menit ke 4: 48)

Begitu juga fatwa dari Syaikh Abdul Muhsin Al-Badr (pengajar tetap di Masjid Madinah dan salah satu ulama paling senior) ketika menjelaskan hadits,

ﻣَﻦْ ﺗَﺼَﺒَّﺢَ ﺑِﺴَﺒْﻊِ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻋَﺠْﻮَﺓً، ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮَّﻩُ‏‎ ‎ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺳُﻢٌّ ﻭَﻻَ ﺳِﺤْﺮٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR. Al-Bukhari no. 5769 dan Muslim no. 2047)

Beliau berkata,

ﻓﺈﻥ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻢ‎ ‎ﻭﺍﻟﺴﺤﺮ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ. ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ‎ ‎ﺃﺻﻞ ﻓﻲ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻄﺐ ﺍﻟﻮﻗﺎﺋﻲ، ﻭﻫﻮ ﺃﻧﻪ‎ ‎ﺗﺴﺘﻌﻤﻞ ﺃﺩﻭﻳﺔ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺍﻟﻮﻗﺎﻳﺔ ﻣﻦ‎ ‎ﺷﻲﺀ ﻗﺪ ﻳﺤﺼﻞ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺘﻄﻌﻴﻤﺎﺕ‎ ‎ﺿﺪ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ

“Hal tersebut merupakan bentuk penjagaan dengan izin Allah dari racun dan sihir pada hari itu. Hadits ini merupakan landasan mengenai “pencegahan penyakit dalam ilmu kedokteran”, yaitu menggunakan obat-obat tertentu untuk mencegah penyakit yang mungkin terjadi. Ini semisal vaksinasi dan imunisasi mencegah penyakit.”

Sumber: http://audio.islamweb.net/audio/index.php?
page=FullContent&audioid=172998

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Sumber: http://muslimafiyah.com/hukum-vaksinasi-menurut-beberapa-ulama-madinah.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 06/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: