Benarkah Imunisasi dan Vaksinasi Berarti Tidak Tawakkal kepada Allah?

Bertebaran beberapa tulisan di dunia maya bahwa jika melakukan imunisasi dan vaksinasi itu berarti tidak tawakkal kepada Allah, berarti tidak percaya terhadap respon imun alamiah tubuh yang telah Allah anugrahkan kepada hamba.

Akan tetapi hal ini tidaklah benar, berikut penjelasan para ulama mengenai hal ini.

Dalam permakluman yang dikeluarkan oleh Majma’ Fiqih Al-Islami [1] dengan judul (ﺑﻴﺎﻥ‎ ‎ﻟﻠﺘﺸﺠﻴﻊ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻄﻌﻴﻢ ﺿﺪ ﺷﻠﻞ‎ ‎ﺍﻷﻃﻔﺎﻝ ) “penjelasan untuk memotivasi gerakan imunisasi memberantas penyakit polio”, dijelaskan sebagai berikut,

ﺇﻥ ﺩﻓﻊ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﺑﺎﻟﺘﻄﻌﻴﻢ ﻻ ﻳﻨﺎﻓﻲ‎ ‎ﺍﻟﺘﻮﻛﻞ؛ ﻛﻤﺎ ﻻ ﻳﻨﺎﻓﻴﻪ ﺩﻓﻊ ﺩﺍﺀ ﺍﻟﺠﻮﻉ‎ ‎ﻭﺍﻟﻌﻄﺶ ﻭﺍﻟﺤﺮ ﻭﺍﻟﺒﺮﺩ ﺑﺄﺿﺪﺍﺩﻫﺎ، ﺑﻞ ﻻ‎ ‎ﺗﺘﻢ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﺍﻟﺘﻮﻛﻞ ﺇﻻ ﺑﻤﺒﺎﺷﺮﺓ ﺍﻷﺳﺒﺎﺏ‎ ‎ﺍﻟﻈﺎﻫﺮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﻧﺼﺒﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ‎ ‎ﻣﻘﺘﻀﻴﺎﺕ ﻟﻤﺴﺒﺒﺎﺗﻬﺎ ﻗﺪﺭﺍ ﻭﺷﺮﻋﺎ، ﻭﻗﺪ‎ ‎ﻳﻜﻮﻥ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﺘﻄﻌﻴﻢ ﺇﺫﺍ ﺗﺮﺗﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﺿﺮﺭ‎ ‎ﻣﺤﺮﻣﺎ.

“Mencegah penyakit dengan imunisasi tidak menafikan tawakkal, sebagaimana mencegah lapar, haus, panas dan dingin. Bahkan tidak sempurna hakikat tawakkal kecuali dengan melakukan sebab-sebab nyata yang telah Allah tetapkan sebagai penyebabnya baik sebagai sebab qadariyah (sebab-akibat, pent) atau sebagai sebab syar’i. Dan bisa jadi tidak melakukan imunisasi kemudian muncul bahaya hukumnya adalah haram.” [2]

Kemudian penjelasan Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad [3] hafidzahullah ketika menjelaskan hadits,

ﻣَﻦْ ﺗَﺼَﺒَّﺢَ ﺑِﺴَﺒْﻊِ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻋَﺠْﻮَﺓً، ﻟَﻢْ ﻳَﻀُﺮَّﻩُ‏‎ ‎ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺳُﻢٌّ ﻭَﻻَ ﺳِﺤْﺮٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” [4]

Beliau berkata,

ﻓﺈﻥ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﻗﺎﻳﺔ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻢ‎ ‎ﻭﺍﻟﺴﺤﺮ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻴﻮﻡ. ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ‎ ‎ﺃﺻﻞ ﻓﻲ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻄﺐ ﺍﻟﻮﻗﺎﺋﻲ، ﻭﻫﻮ ﺃﻧﻪ‎ ‎ﺗﺴﺘﻌﻤﻞ ﺃﺩﻭﻳﺔ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺍﻟﻮﻗﺎﻳﺔ ﻣﻦ‎ ‎ﺷﻲﺀ ﻗﺪ ﻳﺤﺼﻞ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺘﻄﻌﻴﻤﺎﺕ‎ ‎ﺿﺪ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ

“Hal tersebut merupakan bentuk penjagaan dengan izin Allah dari racun dan sihir pada hari itu. Hadits ini merupakan landasan mengenai “pencegahan penyakit dalam ilmu kedokteran”, yaitu menggunakan obat-obat tertentu untuk mencegah penyakit yang mungkin terjadi. Ini [5] semisal vaksinasi dan imunisasi mencegah penyakit.

Demikian juga dalam buku panduan haji bagi wanita muslimah dijelaskan oleh Syaikh Mazin Abdul Karim Al-farih,

ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺔ ﺃﻥ ﺗﺘﻮﻛﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻓﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺃﻣﻮﺭﻫﺎ ﺻﻐﻴﺮﻫﺎ ﻭﻛﺒﻴﺮﻫﺎ‎ ‎ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮ ﺣﺎﻓﻈﺎً ﻭﻫﻮ ﺃﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻴﻦ ،‏‎ ‎ﻭﻣﻊ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺘﻮﻛﻞ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﺗﺘﺨﺬﻱ‎ ‎ﺍﻷﺳﺒﺎﺏ ﺍﻟﺘﻲ ﺟﻌﻠﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺒﺎً ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻟﻮﻗﺎﻳﺔ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﻭﺍﻷﻭﺑﺌﺔ ﻭﻣﻦ ﺫﻟﻚ‎ ‎ﺍﻟﺘﻄﻌﻴﻢ ﺿﺪ ﺍﻟﺤﻤﻰ ﺍﻟﺸﻮﻛﻴﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ‎ ‎ﻣﻦ ﺍﻷﻭﺑﺌﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﻨﺼﺢ ﺍﻷﻃﺒﺎﺀ ﺑﺄﺧﺬ‎ ‎ﺍﻟﺘﻄﻌﻴﻤﺎﺕ ﺿﺪﻫﺎ .

“Wajib bagi wanita muslimah bertawakal kepada Allah dalam segala urusannya baik kecil maupun besar dan Allah sebaik-baik penjaga dan maha penyayang. Sudah selayaknya ia mengambil sebab-sebab yang telah Allah tetapkan sebagai penyebab untuk mencegah penyakit dan wabah, di antaranya adalah vaksinasi mencegah meningitis dan mencegah wabah lainnya yang telah disarankan oleh para dokter.” [6]

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] Majma’ Fiqih Al-Islami adalah perkumpulan yang beranggotakan para ulama yang sering membahas permasalahan kontemporer dunia.

[2] Sumber: http://www.fiqhacademy.org.sa/bayanat/30.htm

[3] Beliau adalah ulama Ahlus sunnah yang cukup senior dan mempunyai majelis tetap di Masjid Nabawi.

[4] HR. Al-Bukhari (no. 5769) dan Muslim (no. 2047) (155).

[5] Sumber: http://audio.islamweb.net/audio/index.php?
page=FullContent&audioid=172998

[6] Sumber: http://www.saaid.net/mktarat/hajj/15.htm

Sumber: http://muslimafiyah.com/benarkah-imunisasi-dan-vaksinasi-berarti-tidak-tawakkal-kepada-allah.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 07/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: