Berobat dengan Hipnotis: Ada yang Haram, Ada yang Boleh

Belakangan ini ilmu hipnotis mulai mencuat karena ada beberapa tokoh yang mengenalkan dan mempopulerkan kembali dalam bentuk hiburan dan pertunjukan. Kemudian salah satu tokoh juga mempromosikan metode pengobatan dengan hipnotis atau terapi dengan hipnotis.

Misalnya terapi berhenti merokok dengan hipnotis, terapi menyembuhkan orang dengan rehabilitasi narkoba atau stroke dan lain-lain. Bagaimana hukumnya? Maka perlu dirinci:

1. Jika hipnotis dengan kekuatan motivasi dan kata-kata yang indah serta mendukung

Maka ini tidak mengapa/boleh. Karena dalam syariat dikenal istilah Al-Fa’lu yaitu merasa optimis dan semangat (berhusnudzan kepada Allah) ketika ada momentum yang dia bisa jadikan penyemangat bagi dirinya misalnya kejadian yang baik atau perkataan yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

» ﻻَ ﻋَﺪْﻭَﻯ ، ﻭَﻻَ ﻃِﻴَﺮَﺓَ ، ﻭَﻳُﻌْﺠِﺒُﻨِﻰ ﺍﻟْﻔَﺄْﻝُ‏‎ ‎‏« . ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﻔَﺄْﻝُ ﻗَﺎﻝَ » ﻛَﻠِﻤَﺔٌ ﻃَﻴِّﺒَﺔٌ

“Tidak dibenarkan menganggap penyakit menular dengan sendirinya (tanpa ketentuan Allah) dan tidak dibenarkan beranggapan sial. Sedangkan al-fa’lu membuatkan takjub.” Para sahabat bertanya, “Apa itu al fa’lu?” Beliau bersabda, “Kalimat yang baik thayyib.” [1]

Contoh lainnya misalnya:

– Ketika hari pertama masuk kuliah, cuaca sangat cerah dan udara segar, maka dia optimis kuliahnya akan lancar (berhusnudzan kepada Allah).

– Ketika sedang ada masalah kemudian ada temannya datang bernama “untung” maka dia optimis, sepertinya ada jalan keluar dari temannya.

2. Hipnotis dengan bantuan jin atau setan

Maka jelas hukumnya haram.

Untuk membedakannya biasanya dengan bantuan jin atau setan maka ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan. Syarat-syarat tersebut biasanya berupa kesyirikan yang membuat pelakunya keluar dari agama Islam. Misalnya harus memberi sesaji atau mengucapkan perkataan syirik, berdoa kepada selain Allah atau memohon kepada selain Allah.

Berikut fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah (Komite dakwah di Saudi)

Pertanyaan:

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ : ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺍﻟﻌﻼﺝ‎ ‎ﺑﺎﻟﺘﻨﻮﻳﻢ ﺍﻟﻤﻐﻨﺎﻃﻴﺴﻲ ؟

Bolehkah bagi seorang muslim berobat dengan menggunakan hipnotis?

ﻟﻘﺪ ﺃﻓﺘﻰ ﻋﻠﻤﺎﺅﻧﺎ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﺮﻭﻥ ﺑﺄﻥ‎ ‎ﻣﺴﺄﻟﺔ ﺍﻟﺘﻨﻮﻳﻢ ﺍﻟﻤﻐﻨﺎﻃﻴﺴﻲ ﻟﻬﺎ ﻋﻼﻗﺔ‎ ‎ﺑﺎﺳﺘﺨﺪﺍﻡ‎ ‎ﺍﻟﺠﻦ ، ﻭﺑﻨﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻼﺑﺪ ﻣﻦ ﻣﻌﺮﻓﺔ‎ ‎ﺍﻷﻣﺮﻳﻦ ﺍﻟﺘﺎﻟﻴﻴﻦ :‏‎ ‎ﺃﻭﻻ : ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻻﺳﺘﻌﺎﻧﺔ ﺑﺎﻟﺠﻦ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ‎ ‎ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ ﻓﻲ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺍﻟﻤﻐﻴﺒﺎﺕ ، ﻻ‎ ‎ﺑﺪﻋﺎﺋﻬﻢ ﻭﺍﻟﺘﺰﻟﻒ ﺇﻟﻴﻬﻢ ، ﻭﻻ ﺑﻐﻴﺮ ﺫﻟﻚ ،‏‎ ‎ﺑﻞ ﺫﻟﻚ ﺷﺮﻙ ﻷﻧﻪ ﻧﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ،‏‎ ‎ﻭﻗﺪ ﺃﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺃﻥ ﻳﺨﺼﻮﻩ ﺑﻬﺎ‎ ‎ﻓﻴﻘﻮﻟﻮﺍ : ﺇﻳﺎﻙ ﻧﻌﺒﺪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﻧﺴﺘﻌﻴﻦ .‏‎ ‎ﻭﺛﺒﺖ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‎ ‎ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﻻﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ : ) ﺇﺫﺍ ﺳﺄﻟﺖ ﻓﺎﺳﺄﻝ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻌﻨﺖ ﻓﺎﺳﺘﻌﻦ ﺑﺎﻟﻠﻪ ( ﺭﻭﺍﻩ‎ ‎ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ )2516 ( } ﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ‎ ‎ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ )2043 ( . {‏‎ ‎ﺛﺎﻧﻴﺎ : ﺍﻟﺘﻨﻮﻳﻢ ﺍﻟﻤﻐﻨﺎﻃﻴﺴﻲ ﺿﺮﺏ ﻣﻦ‎ ‎ﺿﺮﻭﺏ ﺍﻟﻜﻬﺎﻧﺔ ﺑﺎﺳﺘﺨﺪﺍﻡ ﺟﻨﻲ ﺣﺘﻰ‎ ‎ﻳﺴﻠﻄﻪ ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ﻓﻴﺘﻜﻠﻢ‎ ‎ﺑﻠﺴﺎﻧﻪ ﻭﻳﻜﺴﺒﻪ ﻗﻮﺓ ﻋﻠﻰ ﺑﻌﺾ‎ ‎ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﺴﻴﻄﺮﺓ ﻋﻠﻴﻪ ، ﺇﻥ ﺻﺪﻕ‎ ‎ﺍﻟﺠﻨﻲ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ﻭﻛﺎﻥ ﻃﻮﻋﺎ ﻟﻪ ﻣﻘﺎﺑﻞ‎ ‎ﻣﺎ ﻳﺘﻘﺮﺏ ﺑﻪ ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ﺇﻟﻴﻪ ، ﻭﻳﺠﻌﻞ ﺫﻟﻚ‎ ‎ﺍﻟﺠﻨﻲ ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ﻃﻮﻉ ﺇﺭﺍﺩﺓ ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ، ﺑﻤﺎ‎ ‎ﻳﻄﻠﺒﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺃﻭ ﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ﺑﻤﺴﺎﻋﺪﺓ‎ ‎ﺍﻟﺠﻨﻲ ﻟﻪ ، ﺇﻥ ﺻﺪﻕ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺠﻨﻲ ﻣﻊ‎ ‎ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﺳﺘﻐﻼﻝ‎ ‎ﺍﻟﺘﻨﻮﻳﻢ ﺍﻟﻤﻐﻨﺎﻃﻴﺴﻲ ﻭﺍﺗﺨﺎﺫﻩ ﻃﺮﻳﻘﺎ‎ ‎ﻟﻠﺪﻻﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻜﺎﻥ ﺳﺮﻗﺔ ﺃﻭ ﺿﺎﻟﺔ ﺃﻭ‎ ‎ﻋﻼﺝ ﻣﺮﻳﺾ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺄﻱ ﻋﻤﻞ ﺁﺧﺮ‎ ‎ﺑﻮﺍﺳﻄﺔ ﺍﻟﻤﻨﻮﻡ ﻏﻴﺮ ﺟﺎﺋﺰ ، ﺑﻞ ﻫﻮ ﺷﺮﻙ‎ ‎ﻟﻤﺎ ﺗﻘﺪﻡ ، ﻭﻷﻧﻪ ﺍﻟﺘﺠﺎﺀ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻓﻴﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻭﺭﺍﺀ ﺍﻷﺳﺒﺎﺏ ﺍﻟﻌﺎﺩﻳﺔ ﺍﻟﺘﻲ‎ ‎ﺟﻌﻠﻬﺎ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﺎﺕ ﻭﺃﺑﺎﺣﻬﺎ‎ ‎ﻟﻬﻢ . ﺍﻫـ (

Para ulama masa kini memfatwakan bahwa hipnotis (umumnya) menggunakan bantuan jin. Berdasarkan hal ini maka perlu diperhatikan dua perkara:

1. Tidak boleh menggunakan jin dan makhluk lain untuk mengetahui perkara gaib, baik dengan meminta atau memuji-muji mereka atau cara yang lain. Bahkan hal tersebut adalah kesyirikan dalam ibadah.

Sesungguhnya Allah telah mengajarkan hambanya agar mengkhususkan ibadah kepada Allah, sebagaimana doa (Al-Fatihah),

“Kepada-Mulah kami menyembah dan kepada-Mulah kami memohon pertolongan.”

Dan sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ibnu Abbas,

“Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah, jika engkau memohon istigatsah, mohonlah kepada Allah.”

2. Hipnotis termasuk jenis perdukunan dengan batuan jin, bentuknya orang yang dihipnotis dikuasai oleh jin. Maka ia berbicara dan berbuat sebagian aktivitas sesuai dengan keinginan penghipnotis. Jika jin berhasil (mempengaruhi) maka ia akan meminta kompensasi sukarela yaitu taqarrub kepada jin.

Oleh karena itu penggunaan hipnotis untuk menunjukkan (melalui orang yang dikuasai jin) benda yang dicuri, yang hilang atau menyembuhkan orang sakit atau melaksanakan kegiatan dengan bantuan penghipnotis maka hukumnya tidak boleh (haram). Bahkan termasuk kesyirikan karena berlindung dan memohon kepada selain Allah pada hal-hal yang diluar kebiasaan (hukum sebab-akibat) yang Allah takdirkan/tentukan pada makhluknya dan
membolehkannya. [2]

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] HR. Bukhari no. 5776 dan Muslim no. 2224.

[2] Fatawa Asy-syar’iyyah fii masa’ilit thibbiyah 3/27, dikumpulkan oleh Syaikh Ibrahim Asy-Syatri.

Sumber: http://muslimafiyah.com/berobat-dengan-hipnotis-ada-yang-haram-ada-yang-boleh.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 13/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: