Bolehkah Transplantasi Jantung Orang Kafir ke Orang Muslim?

Timbul pertanyaan dan kegelisahan seorang muslim dalam hal ini, itu kan jantung orang kafir, nah orang kafir kan tidak jelas halal-haram hartanya, jangan-jangan jantungnya tumbuh dengan harta yang haram. Harta yang haram yang menjadi darah daging tubuh kita akan banyak membuat kesempitan hidup baik dunia maupun akhirat.

Kemudian terdapat hadits bahwa jantung adalah pusat tubuh, Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam bersabda,

ﺃَﻻَ ﻭَﺇِﻥَّ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪِ ﻣُﻀْﻐَﺔً ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَﺤَﺖْ ﺻَﻠَﺢَ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪُ ﻛُﻠُّﻪُ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻓَﺴَﺪَﺕْ ﻓَﺴَﺪَ ﺍﻟْﺠَﺴَﺪُ ﻛُﻠُّﻪُ ﺃَﻻَ ﻭَﻫِﻲَ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐُ

“Ketahuilah bahwasanya pada setiap tubuh seseorang ada segumpal daging. Jika dia baik, akan baiklah seluruh anggota tubuhnya. Namun apabila dia rusak maka akan rusak pula seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwasanya segumpal daging tadi adalah (ﻗﻠﺐ) Jantung.” [1]

Belum lagi ada pendapat ulama bahwa jantung ( ﻗﻠﺐ) adalah tempat berpikir dan pusat segala aktifitas (ada khilaf ulama dalam masalah ini, apakah pusat berpikir itu jantung atau otak, pent), Allah Ta’ala berfirman,

ﻟَﻬُﻢْ ﻗُﻠُﻮﺏٌ ﻟَﺎ ﻳَﻔْﻘَﻬُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺃَﻋْﻴُﻦٌ ﻟَﺎ‎ ‎ﻳُﺒْﺼِﺮُﻭﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﺁَﺫَﺍﻥٌ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ

“Mereka mempunyai (ﻗُﻠُﻮﺏٌ) jantung, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami/berfikir (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).” (Al-A’raf: 179)

Berikut pembahasan mengenai hal ini:

Syaikh Muhammad Shalih Al- Munajjid hafidzahullah ditanya,

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ : ﻃﻔﻞ ﻋﻤﺮﻩ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﺷﻬﺮ ﺯﺭﻉ‎ ‎ﻟﻪ ﻗﻠﺐ ﻷﻥ ﻗﻠﺒﻪ ﺍﻟﻘﺪﻳﻢ ﻟﻢ ﻳﻨﻤﻮ ﺑﺸﻜﻞ‎ ‎ﻃﺒﻴﻌﻲ ، ﻭﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ﻫﻮ : ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺍﻟﺬﻱ‎ ‎ﺯﺭﻉ ﻟﻪ ﻗﻠﺐ ﻛﺎﻓﺮ ﻓﻬﻞ ﻫﻨﺎﻙ ﺑﺄﺱ ﻓﻲ‎ ‎ﻫﺬﺍ ؟؟؟

“Seorang anak umurnya tiga bulan menjalani pencangkokkan jantung karena jantungnya tidak tumbuh dengan bentuk yang normal. Pertanyaannya adalah: jantung yang dicangkok dari orang kafir ini apakah menimbulkan masalah?

Beliau menjawab,

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ) ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ، ﻋﺮﺿﻨﺎ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ‎ ‎ﺍﻟﺘﺎﻟﻲ ﻋﻠﻰ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ‎ ‎ﺟﺒﺮﻳﻦ‎ ‎ﻫﻞ ﻫﻨﺎﻙ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻟﺰﺭﺍﻋﺔ ﻗﻠﺐ ﻛﺎﻓﺮ ﻣﻴﺖ‎ ‎ﻓﻲ ﺟﺴﺪ ﻣﺴﻠﻢ ؟
ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻘﻮﻟﻪ :‏‎ ‎ﻻ ، ﻷﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺍﻟﺼﻨﻮﺑﺮﻱ ﻟﻴﺲ‎ ‎ﻣﺤﻞ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻭﺍﻹﻳﻤﺎﻥ

“Alhamdulillah, kami lontarkan pertanyaan ini kepada Syaikh Abdullah Al-Jibrin, ‘apakah ada larangan mencangkok jantung orang kafir yang sudah mati ke jasad seorang muslim?’ Beliau menjawab, “Tidak (tidak masalah), karena anggota tubuh yang berbentuk kerucut ini bukanlah tempatnya (penentu) kekafiran dan keimanan.” [2]

Ulama yang membolehkan ada yang berdalil bahwa jantung sekedar organ pada orang kafir tersebut dan semua yang ada di alam semesta ini selalu bertasbih memuji Allah termasuk jantung orang kafir tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺇِﻥْ ﻣِّﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻻَّ ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻻَّ‏‎ ‎ﺗَﻔْﻘَﻬُﻮْﻥَ ﺗَﺴْﺒِﻴْﺤَﻬُﻢْ )44 (

“Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.” (QS. Al Isra’: 44)

Ada juga ulama yang berpendapat bahwa jantung orang kafir tersebut sama sekali tidak berpengaruh dan kelak akan dikembalikan lagi ke orang kafir tersebut karena statusnya adalah pinjaman. Berikut penjelasannya,

ﻭﻣﻤﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻋﻼﻗﺔ ﺍﻟﻘﻠﺐ‎ ‎ﺑﺎﻟﺒﺪﻥ ﻟﻬﺎ ﺟﺎﻧﺒﺎﻥ: ﺟﺎﻧﺐ ﻋﻀﻮﻱ، ﻭﻫﺬﺍ‎ ‎ﻣﻌﺮﻭﻑ ﻭﻳﻤﻜﻦ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ ﻃﺒﻴﺎً ﻷﻧﻪ ﺃﻣﺮ‎ ‎ﻣﺎﺩﻱ . ﻭﺍﻟﺠﺎﻧﺐ ﺍﻵﺧﺮ ﻣﻌﻨﻮﻱ ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ‎ ‎ﻏﻴﺐ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺗﻜﻴﻴﻔﻪ ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻪ ﺍﻟﺪﻗﺔ ،‏‎ ‎ﻟﻜﻨﺎ ﻧﻌﻠﻢ – ﺑﺪﻻﻻﺕ ﺍﻟﻨﺼﻮﺹ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ ـ‎ ‎ﺃﻥ ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ ﻭﺍﻟﺸﻘﺎﻭﺓ ﻣﻘﺪﺭﺓ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ‎ ‎ﺍﻟﺸﺨﺺ – ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺒﺪﻥ ـ ﺃﻭ ﺫﺍﻙ ،‏‎ ‎ﻭﻫﻲ ﻣﺮﺗﺒﻄﺔ ﺑﻜﺴﺒﻪ ﻭﻋﻤﻠﻪ، ﻭﺍﻟﻘﻠﺐ ﻣﺎ‎ ‎ﻫﻮ ﺇﻻ ﻣﺴﺘﻮﺩﻉ ﻭﻣﺮﻛﺰ ﺍﻧﻄﻼﻕ ﻭﺗﻮﺟﻴﻪ ،‏‎ ‎ﻳﺘﻜﻴﻒ ﺑﻤﺎ ﻳﺤﻴﻂ ﺑﻪ ﻭﻳﻘﺪﺭﻋﻠﻰ ﺻﺎﺣﺒﻪ،‏‎ ‎ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻓﻤﺎ ﻗﺪﺭ ﻟﺸﺨﺺ ﻣﺎ ﻓﺈﻧﻪ‎ ‎ﻣﺮﺗﺒﻂ ﺑﻌﻤﻮﻡ ﺑﺪﻧﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﺑﺨﺎﺻﺔ ﻗﻠﺒﻪ.…‏‎ ‎ﻛﻤﺎ ﺃﻧﻪ ﻭﺍﻟﺤﺎﻟﺔ ﻫﺬﻩ ﻗﻠﺐ ﻣﻌﺎﺭ ﺳﻮﻑ‎ ‎ﻳﻌﻮﺩ ـ ﺣﺴﺐ ﻇﻮﺍﻫﺮ ﺍﻷﺩﻟﺔ ـ ﺇﻟﻰ‎ ‎ﺻﺎﺣﺒﻪ ﻓﻴﻌﺬﺏ ﺃﻭ ﻳﻨﻌﻢ ﻣﻌﻪ ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻵﺧﺮﺓ ، ﻓﻼ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﻳﻤﻜﻦ ﺃﻥ ﻳﺴﻠﻢ‎ ‎ﺑﻤﺠﺮﺩ ﻧﻘﻞ ﻗﻠﺐ ﻣﺴﻠﻢ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻ‎ ‎ﺍﻟﻌﻜﺲ ، ﻟﻤﺎ ﺑﻴﻨﺎ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ

Sebaiknya diketahui bahwa hubungan jantung dengan badan ada dua aspek:

Aspek pertama yaitu aspek jantung sebagai anggota badan, hal ini sudah ma’ruf dan bisa diketahui dengan ilmu kedokteran karena ini berkaitan dengan materi/zat nyata.

Aspek yang lain yaitu aspek maknawi, maka ini adalah masalah ghaib yang tidak bisa dipastikan dengan detail. Akan tetapi talah kita ketahui dengan dalil-dalil syar’i bahwa bahagia dan celaka telah ditakdirkan kepada person tertentu –yaitu pemilik badan- hal ini berkaitan dengan usaha dan amal yang dilakukan. Maka jantung hanyalah sekedar wadah penampungan dan pusat masuk-keluarnya (darah).

Oleh karena itu apa yang ditakdirkan kepada seseorang berkaitan dengan keumuman badannya bukan khusus untuk jantungnya. Jantung yang dipinjam ini akan dikembalikan kepada pemiliknya (orang kafir) –sebagaimana dzahir dalil- akan diadzab dan diberikan kenikmatan di akhirat kelak, maka tidak mungkin seorang kafir akan selamat hanya semata-mata menerima jantung seorang muslim dan tidak juga sebaliknya sebagaimana yang telah kami paparkan. Wallahu ta’ala a’alam. [3]

Mungkin ada yang berdalil dengan adanya pendapat ulama yang mengharamkan transpalntasi organ secara mutlak, maka kami bawakan fatwa ulama yang membolehkan dan merupakan fatwa perkumpulan ulama yang benar-benar fokus meneliti masalah ini.

ﻗﺮﺍﺭ ﻫﻴﺌﺔ ﻛﺒﺎﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﺎﻟﻤﻤﻠﻜﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ‎ ‎ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ ﺣﻮﻝ ﺯﺭﺍﻋﺔ ﺍﻷﻋﻀﺎﺀ‎ ‎ﻗﺮﺭ ﻣﺠﻠﺲ ﻫﻴﺌﺔ ﻛﺒﺎﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺑﺎﻟﻤﻤﻠﻜﺔ‎ ‎ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ ﺑﺎﻹﺟﻤﺎﻉ ﺟﻮﺍﺯ ﻧﻘﻞ‎ ‎ﻋﻀﻮ ﺃﻭ ﺟﺰﺋﻪ ﻣﻦ ﺇﻧﺴﺎﻥ ﺣﻲ ﻣﺴﻠﻢ ﺃﻭ‎ ‎ﺫﻣﻲ ﺇﻟﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﺇﺫﺍ ﺩﻋﺖ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ ﺇﻟﻴﻪ،‏‎ ‎ﻭﺃﻣﻦ ﺍﻟﺨﻄﺮ ﻓﻲ ﻧﺰﻋﻪ، ﻭﻏﻠﺐ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻈﻦ ﻧﺠﺎﺡ ﺯﺭﻋﻪ.‏‎ ‎ﻛﻤﺎ ﻗﺮﺭ ﺑﺎﻷﻛﺜﺮﻳﺔ ﻣﺎ ﻳﻠﻲ:
ﺃ- ﺟﻮﺍﺯ ﻧﻘﻞ ﻋﻀﻮ ﺃﻭ ﺟﺰﺋﻪ ﻣﻦ ﺇﻧﺴﺎﻥ‎ ‎ﻣﻴﺖ ﺇﻟﻰ ﻣﺴﻠﻢ ﺇﺫﺍ ﺍﺿﻄﺮ ﺇﻟﻰ ﺫﻟﻚ،‏‎ ‎ﻭﺃﻣﻨﺖ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻓﻲ ﻧﺰﻋﻪ ﻣﻤﻦ ﺃﺧﺬ ﻣﻨﻪ،‏‎ ‎ﻭﻏﻠﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﻦ ﻧﺠﺎﺡ ﺯﺭﻋﻪ ﻓﻴﻤﻦ‎ ‎ﺳﻴﺰﺭﻉ ﻓﻴﻪ.
ﺏ-

Ketetapan Majelis Kibar ulama Kerajaan Saudi Arabia Mengenai Transpalantasi Organ Tubuh

Majelis Kibar ulama Kerajaan Saudi Arabia menetapkan dengan ijma’ bolehnya transplantasi organ tubuh atau sebagian anggota tubuh manusia muslim atau kafir dzimmi (kafir yang hidup di negara muslim, pent) jika diperlukan, aman dari bahaya jika diangkat, dan diperkiraan kuat bahwa hal ini akan berhasil.

Sebagaimana ketetapan kebanyakannya:

Bolehnya transplantasi anggota tubuh atau sebagiannya dari manusia yang telah mati ke seorang muslim jika dalam keadaan darurat jika aman dari fitnah dan diperkirakan kuat bahwa hal tersebut akan berhasil. [4]

Dan masih banyak fatwa ulama yang membolehkannya dengan syarat-syarat tersebut seperti fatwa majma’ fiqh Al-Islami.

Kesimpulan:

– Boleh transplantasi jantung orang kafir ke orang muslim dengan syarat-syarat di atas.

– Boleh juga sebaliknya, jantung orang muslim ke orang kafir dengan dalil keumuman harus berbuat baik kepada makhluk.

– Boleh juga transplantasi organ yang lain selain jantung seperti ginjal dan kornea mata dengan syarat-syarat di atas.

– Begitu juga boleh donor darah dari darah orang kafir ke orang muslim dan sebaliknya.

Demikian yang bisa kami paparkan, semoga bermanfaat.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] HR. Al-Bukhari dan Muslim.

[2] Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/6431

[3] Sumber: http://islamweb.net/ver2/Fatwa/ShowF…Option=FatwaId, dengan diringkas.

[4] Sumber: http://www.saaid.net/tabeeb/15.htm#8

Sumber: http://muslimafiyah.com/boleh-transplantasi-jantung-orang-kafir-ke-orang-muslim.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 16/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: