Korban Tabrakan Maut, Mendapat Pahala Mati Syahid?

Sering kita mendengar berita tabrakan bus atau truk atau mobil maut yang dalam sekejap merenggut nyawa dari penumpangnya. Mereka mendapatkan pahala mati syahid, insya Allah. Sebagaimana dalam hadits, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

ﺍﻟﺸُّﻬَﺪَﺍﺀُ ﺧَﻤْﺴَﺔٌ: ﺍﻟْﻤَﻄْﻌُﻮْﻥُ ﻭَﺍﻟْﻤَﺒْﻄُﻮْﻥُ‏‎ ‎ﻭَﺍﻟْﻐَﺮِﻕُ ﻭَﺻﺎَﺣِﺐُ ﺍﻟْﻬَﺪْﻡِ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬِﻴْﺪُ ﻓِﻲ‎ ‎ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ

“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena benturan keras/tabrakan/tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” [1]

Akan tetapi perlu dibedakan dengan mereka yang benar-benar mati syahid di peperangan. Korban tabrakan maut akan mendapat pahalanya saja adapun hukum-hukum yang berkaitan dengan mati syahid mereka tidak mendapatkannya. Sebagaimana dalam Fatwa berikut.

Pertanyaan:

ﻛﺎﻥ ﺃﺣﺪ ﺇﺧﻮﺗﻲ ﻳﻘﻮﺩ ﺍﻟﺴﻴﺎﺭﺓ ﺑﺴﺮﻋﺔ‎ ‎ﺷﺪﻳﺪﺓ، ﻭﺃﺧﻲ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺟﺎﻟﺲ ﺇﻟﻰ ﺟﻮﺍﺭ‎ ‎ﺣﺎﺋﻂ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ، ﻓﻘﺪﺭ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻨﺪﻓﻊ‎ ‎ﺍﻟﺴﻴﺎﺭﺓ ﺗﺠﺎﻫﻪ، ﻭﻗﺪ ﺃﺣﺪﺙ ﺫﻟﻚ ﺇﺻﺎﺑﺎﺕ‎ ‎ﺑﻠﻴﻐﺔ ﺗﻮﻓﻲ ﻋﻠﻰ ﺇﺛﺮﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻝ ﺩﻭﻥ‎ ‎ﺃﻥ ﻳﻨﻄﻖ ﺑﺄﻱ ﻛﻠﻤﺔ، ﻭﻋﻨﺪﻣﺎ ﻗﺪﻡ‎ ‎ﺍﻟﻤﻌﺰﻭﻥ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻌﺪﻳﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺃﻧﻪ ﻳﻌﺘﺒﺮ‎ ‎ﺷﻬﻴﺪﺍً، ﻭﺃﺧﺒﺮﻭﺍ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻗﺪ ﺃﺟﻤﻌﻮﺍ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻮﻓﺎﺓ ﻓﻲ ﺣﺎﺩﺙ ﺳﻴﺎﺭﺓ‎ ‎ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻬﺪﻡ، ﻓﻬﻞ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﻧﻪ‎ ‎ﺷﻬﻴﺪ؟

Salah seorang saudara saya menyetir bus dengan kecepatan tinggi dan saudara saya duduk di samping tembok rumah. Qadarullah bus tersebut menabraknya dan tabrakan tersebut keras, maka ia meninggal seketika tanpa mengucapkan sepatah kalimat pun. Ketika peziarah datang, banyak dari mereka yang mengatakan bahwa ia dianggap syahid. Mereka mengatakan bahwa ulama telah bersepakat dalam hal ini, karena meninggal akibat tabrakan bus dianggap sebagai “hadam” (meninggal karena benturan keras/hantaman/runtuhan), apakah benar ia syahid?

Jawaban:

ﻧﺮﺟﻮ ﺫﻟﻚ، ﺍﻷﻗﺮﺏ -ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ- ﺃﻧﻪ ﻓﻲ‎ ‎ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺸﻬﻴﺪ؛ ﻷﻥ ﺿﺮﺏ ﺍﻟﺴﻴﺎﺭﺓ ﻟﻪ، ﺃﻭ‎ ‎ﺍﻧﻘﻼﺑﻬﺎ ﺑﻪ، ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺼﺎﺩﻣﺔ ﻛﻞ ﻫﺬﻩ ﻓﻲ‎ ‎ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻬﺪﻡ، ﻓﻬﻮ -ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ- ﺷﻬﻴﺪ، ﺇﺫﺍ‎ ‎ﺩﻓﻌﺘﻪ ﺍﻟﺴﻴﺎﺭﺓ ﺃﻭ ﺍﻧﻘﻠﺒﺖ ﺑﻪ ﺍﻟﺴﻴﺎﺭﺓ، ﺃﻭ‎ ‎ﺻﺪﻣﺘﻪ ﺍﻟﺴﻴﺎﺭﺓ ﻣﻦ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﻭ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﺨﻠﻒ ﻛﻠﻪ ﻓﻲ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﻬﺪﻡ -ﺇﻥ ﺷﺎﺀ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ- ﺣﻜﻤﻪ ﺣﻜﻢ ﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ -ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ-‏‎ ‎ﻳﻌﻨﻲ ﻣﻦ ﺟﻬﺔ ﺍﻷﺟﺮ، ﻟﻜﻨﻪ ﻳﻐﺴﻞ‎ ‎ﻭﻳﺼﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ، ﻟﻜﻦ ﻣﻦ ﺟﻬﺔ ﺍﻷﺟﺮ، ﺃﻣﺎ‎ ‎ﺍﻟﺸﻬﺪﺍﺀ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﻐﺴﻠﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﺼﻠﻰ‎ ‎ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻫﺆﻻﺀ ﺷﻬﺪﺍﺀ ﺍﻟﻤﻌﺮﻛﺔﻡ.

Kami berharap demikian, pendapat yang lebih tepat –wallahu a’lam- ia (korban tabrakan maut) dihukumi mati syahid, karena merupakan korban tabrakan bus atau bus terbalik atau kecelakaan, semuanya termasuk hukum “hadam” (meninggal karena benturan keras/hantaman/runtuhan). Dia insya Allah syahid.

Jika ia tertabrak bus, atau bus terbalik maka sopir dan penumpangnya dihukumi mati syahid –insya Allah- yaitu dari sisi pahala. Ia tetap dimandikan dan dishalatkan. Adapun orang mati syahid yang tidak dimandikan dan tidak dishalatkan mereka adalah yang mati syahid di peperangan. [2]

Perlu dicamkan juga hendaknya setiap muslim berangan-angan agar selalu ingin mendapatkan kemuliaan mati syahid dengan niat yang benar dan sungguh-sungguh, karena besarnya keutamaan yang diperoleh oleh syahid. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

ﻣَﻦْ ﻃَﻠَﺐَ ﺍﻟﺸَّﻬَﺎﺩَﺓَ ﺻَﺎﺩِﻗًﺎ ﺃُﻋْﻄِﻴَﻬَﺎ ﻭَﻟَﻮْ ﻟَﻢْ‏‎ ‎ﺗُﺼِﺒْﻪُ

“Barangsiapa yang memohon syahadah (mati syahid) dengan jujur, maka dia akan diberikan (pahala) syahadah meskipun dia tidak mati syahid.” [3]

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah.

[2] Fatwa syaikh Abdul Aziz bin Baz. Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/17382

[3] HR. Muslim no. 3531.

Sumber: http://muslimafiyah.com/korban-tabrakan-maut-mendapat-pahala-mati-syahid.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 20/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Bener berpengaruh banget , Afrodille

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: