Hukum Jual Beli Mayat untuk Pembelajaran

Kadaver (mayat) memang diperlukan untuk proses belajar mengajar khususnya ilmu anatomi dan bedah. Akan tetapi karena mendapatkannya sulit, maka terkadang mayat didatangkan dengan cara membeli. Bagaimana hukumnya hal ini?

Pertanyaan diajukan kepada syaikh Abdul Aziz bin Baz (mantan mufti utama Saudi) rahimahullah,

ﺱ: ﺑﻌﺾ ﻛﻠﻴﺎﺕ ﺍﻟﻄﺐ ﺗﺸﺘﺮﻱ ﺟﺜﺜﺎ ﻣﻦ‎ ‎ﺟﻨﻮﺏ ﺷﺮﻗﻲ ﺁﺳﻴﺎ ﺑﻐﺮﺽ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﺢ ﻓﻤﺎ‎ ‎ﺍﻟﺤﻜﻢ؟

Sebagian fakultas kedokteran membeli mayat (kadaver) dari negara Asia Tenggara dengan tujuan dipotong-potong (untuk pembelajaran), apa hukumnya?

ﺝ: ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﺠﺜﺚ ﻣﻦ ﻛﻔﺎﺭ ﻻ ﺃﻣﺎﻥ ﻟﻬﻢ‎ ‎ﻓﻼ ﺣﺮﺝ، ﺃﻣﺎ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺘﻌﺮﺽ‎ ‎ﻟﻬﻢ.

Jawaban:

Jika mayat-mayat tersebut merupakan mayat orang kafir yang tidak ada keamanan bagi mereka, maka tidak mengapa. Adapun selain itu maka tidak boleh diperjualbelikan. (Fatawa At-Thib wal Mardha hal. 421, syamilah)

Catatan:
– Mayat kaum muslimin tidak selayaknya diperjualbelikan apalagi dipotong-potong karena ada larangan haditsnya.

– Diupayakan menggunakan mayat orang kafir untuk keperluan kadaver pembelajaran.

Berikut fatwa Syaikh Muhammad Asy-Syinqiti rahimahullah mengenai hal ini.

ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺘﺮﺟﺢ ﻓﻲ ﻧﻈﺮﻱ – ﻭﺍﻟﻌﻠﻢ ﻋﻨﺪ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ – ﻫﻮ ﺟﻮﺍﺯ ﺗﺸﺮﻳﺢ ﺟﺜﺔ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﺩﻭﻥ‎ ‎ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻭﺫﻟﻚ ﻟﻤﺎ ﻳﻠﻲ : ﺃﻭﻻ : ﻷﻥ‎ ‎ﺍﻷﺻﻞ ﻋﺪﻡ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺘﺼﺮﻑ ﻓﻲ ﺟﺜﺔ‎ ‎ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻭﺩ ﺍﻟﺸﺮﻋﻴﺔ‎ ‎ﺍﻟﻤﺄﺫﻭﻥ ﺑﻬﺎ ﻭﺍﻟﺘﺸﺮﻳﺢ ﻟﻴﺲ ﻣﻨﻬﺎ . ﺛﺎﻧﻴﺎ :‏‎ ‎ﺃﻥ ﺍﻟﺤﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﺢ ﻳﻤﻜﻦ ﺳﺪﻫﺎ‎ ‎ﺑﺠﺜﺚ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﻌﺪﻭﻝ ﻋﻨﻬﺎ‎ ‎ﺇﻟﻰ ﺟﺜﺚ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ، ﻟﻌﻈﻴﻢ ﺣﺮﻣﺔ‎ ‎ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﻴﺎ ﺃﻭ ﻣﻴﺘﺎ . ﺛﺎﻟﺜﺎ : ﺃﻥ‎ ‎ﺃﺩﻟﺔ ﺍﻟﻤﻨﻊ ﻳﻤﻜﻦ ﺗﺨﺼﻴﺼﻬﺎ ﺑﺎﻟﻤﺴﻠﻢ‎ ‎ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ . ﺭﺍﺑﻌﺎ : ﺃﻥ ﺍﺳﺘﺪﻻﻝ‎ ‎ﺍﻟﻘﺎﺋﻠﻴﻦ ﺑﺠﻮﺍﺯ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﺢ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﺑﻘﻴﺎﺳﻪ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﻧﺒﺶ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻷﺧﺬ ﺍﻟﻜﻔﻦ‎ ‎ﺍﻟﻤﻐﺼﻮﺏ ﻣﺮﺩﻭﺩ ﺑﻜﻮﻧﻪ ﻗﻴﺎﺳﺎ ﻣﻊ‎ ‎ﺍﻟﻔﺎﺭﻕ …

Yang rajih menurut saya (Syaikh Asy-Syinqiti) –wal ‘ilmu ‘indallah- adalah bolehnya membedah mayat orang kafir bukan mayat seorang muslim. Karena pertimbangan berikut:

1. Hukum asalnya tidak boleh melakukan tindakan yang macam-macam terhadap mayat seorang muslim kecuali dalam batas-batas syariat yang diperbolehkan. Dan pembedahan termasuk yang tidak dibolehkan.

2. Kebutuhan untuk pembedahan bisa dipenuhi dengan mayat orang kafir dan tidak boleh berpaling ke mayat seorang muslim karena mulianya derajat seorang muslim di sisi Allah baik ketika hidup maupun mati.

3. Dalil-dalil yang melarang (melarang mencincang dan menghacurkan tulang –pent) mungkin merupakan takhsis/pengkhususan kepada muslim saja tidak pada orang kafir.

4. Mereka yang berdalil bolehnya pembedahan secara mutlak mengqiyaskannya dengan bolehnya membongkar kubur mayat untuk mengambil kain kafan yang dirampas, maka qiyas ini tertolak karena merupakan “qiyas ma’al faariq” (qiyas yang tidak sesuai –pent).

ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺘﺮﺟﺢ ﻓﻲ ﻧﻈﺮﻱ ﺍﻟﻘﻮﻝ‎ ‎ﺑﺠﻮﺍﺯ ﺗﺸﺮﻳﺢ ﺟﺜﺔ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ،‏‎ ‎ﻭﻟﻜﻦ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺘﻘﻴﺪ ﺍﻷﻃﺒﺎﺀ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ‎ ‎ﻣﻤﻦ ﻳﻘﻮﻡ ﺑﻤﻬﻤﺔ ﺍﻟﺘﺸﺮﻳﺢ ﺑﺎﻟﺤﺎﺟﺔ ،‏‎ ‎ﻓﻤﺘﻰ ﺯﺍﻟﺖ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺘﻤﺜﻴﻞ‎ ‎ﺑﺎﻟﻜﺎﻓﺮ ﺑﺘﺸﺮﻳﺤﻪ ﺣﻴﻨﺌﺬ ، ﻷﻥ ﻣﺎ ﺟﺎﺯ‎ ‎ﻟﻌﺬﺭ ﺑﻄﻞ ﺑﺰﻭﺍﻟﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ‎ ‎ﺃﻋﻠﻢ .ﺍ.ﻫـ.

Oleh karena itu yang rajih menurut pendapatku adalah pendapat yang membolehkan pembedahan mayat orang kafir dan tidak boleh pada mayat orang muslim. Akan tetapi selayaknya para dokter dan yang lainnya (pembedah mayat) membatasi kepentingan pembedahan mayat sesuai dengan kebutuhan. Jika tidak ada kebutuhan, maka tidak boleh mencincang maupun membedah mayat orang kafir ketika itu. Karena apa yang boleh karena ada udzur maka tidak boleh ketika udzur tersebut hilang. Wallahu ta’ala a’lam.

(Sumber: http://saaid.net/Doat/Zugail/74.htm)

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Sumber: http://muslimafiyah.com/hukum-jual-beli-mayat-kadaver-untuk-pembelajaran.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 31/01/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: