Istri Beri Kesempatan Satu Tahun Bagi Suami Impoten

Lemah syahwat adalah istilah orang awam yang jenisnya dalam ilmu kedokteran beragam seperti ejakulasi dini, tidak mampu mempertahankan (maaf) ereksi sampai tidak bisa sama sekali ereksi. Sebabnya bisa sebab psikologis atau sebab patologis.

Adapun Istilah medis adalah disfungsi ereksi yaitu keadaan di mana laki-laki tidak mampu mendapatkan dan atau mempertahankan ereksi untuk aktivitas seksual yang memuaskan. Cirinya bisa jadi salah satu dari hal berikut:

1. Hasrat yang berkurang (hiposeksualitas)

2. Kemampuan ereksi berkurang (impotensia) atau tidak mampu sama sekali

3. Ejakulasi dini

4.Tidak dapat orgasme (anorgosmia).

Wanita Juga Memiliki Syahwat Seksual

Sebagaimana laki-laki wanita pun memiliki syahwat seksual, bahkan tidak sedikit juga ada di antara mereka yang syahwatnya melebihi laki-laki. Wanita sama dengan laki-laki dalam hal ini, oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺷﻘﺎﺋﻖ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ

‎“Sesungguhnya wanita itu saudara kandung laki-laki.” [1]

Syaikh Muhammad bin shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

:ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺃﺗﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﻓﻘﺪ ﺃﺣﺴﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﻫﻠﻪ،‏‎ ‎ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻨﺪﻫﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﻮﺓ ﻣﺎ ﻋﻨﺪ‎ ‎ﺍﻟﺮﺟﻞ، ﻓﻬﻲ ﺗﺸﺘﻬﻲ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻛﻤﺎ ﻳﺸﺘﻬﻴﻬﺎ،‏‎ ‎ﻓﺈﺫﺍ ﺃﺗﺎﻫﺎ ﺻﺎﺭ ﻣﺤﺴﻨﺎً ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭﺻﺎﺭ ﺫﻟﻚ‎ ‎ﺻﺪﻗﺔ.

“Jika seorang laki-laki “mendatangi” istrinya hendaklah “berbuat baik” kepadanya. Karena wanita memiliki syahwat sebagaimana laki-laki. Wanita juga mempunyai “keinginan” sebagaimana laki-laki mempunyai “keinginan”. Jika ia mendatangi istri dengan “berbuat baik” padanya maka ini termasuk sedekah.” [2]

Silahkan baca untuk lebih lanjut: Istri Juga Ingin Mendapat Kenikmatan Jima’

Istri Beri Kesempatan Satu Tahun bagi Suami untuk Berobat

Jika istri sangat membutuhkan “nafkah batin” dari suaminya dan suaminya impoten, maka istri memberi kesempatan satu tahun kepada suaminya untuk berobat, jika telah lewat satu tahun, istri boleh menuntut “faskh” yaitu perceraian dengan keputusan hakim.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﺗﻪ ﻋﻨﻴﻨﺎ, ﺃﺟﻞ ﺇﻟﻰ ﺳﻨﺔ, ﻓﺈﺫﺍ‎ ‎ﻣﻀﺖ ﻭ ﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﺣﺎﻟﻪ ﻓﻠﻬﺎ ﺍﻟﻔﺴﺦ

“Jika istri mendapati suaminya impoten, maka ditunda (diberi waktu kesempatan) satu tahun, jika telah berlalu dan suami masih impoten maka istri berhak mengajukan Faskh.” [3]

Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah berkata,

ﺍﻟﻌﻠﺔ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ: ﺣﺘﻰ ﺗﻤﺮ ﺑﻪ ﺍﻟﻔﺼﻮﻝ‎ ‎ﺍﻷﺭﺑﻌﺔ، ﻓﻘﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺜﻼ ﻻ ﻳﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻮﻁﺀ، ﻭﻻ ﻳﺤﺼﻞ ﻣﻨﻪ ﺍﻻﻧﺘﺸﺎﺭ ﺑﺴﺒﺐ‎ ‎ﺍﻟﺒﺮﻭﺩﺓ، ﻓﺈﺫﺍ ﺯﺍﻝ ﺍﻟﺒﺮﺩ ﺣﺼﻞ ﻟﻪ ﺍﻟﻘﻮﺓ،‏‎ ‎ﺃﻭ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺳﺒﺒﻪ ﺍﻟﺤﺮﺍﺭﺓ، ﻓﻴﺆﺟﻞ ﺇﻟﻰ‎ ‎ﺳﻨﺔ ﺣﺘﻰ ﺗﻤﺮ ﺑﻪ ﺍﻟﻔﺼﻮﻝ ﺍﻷﺭﺑﻊ, ﺇﺫﺍ‎ ‎ﻣﻀﺖ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﻤﺪﺓ ﺑﺪﻭﻥ ﺗﺤﺴﻦ ﻳﺬﻛﺮ‎ ‎ﻓﻴﺤﻖ ﻟﻠﺰﻭﺟﺔ ﺃﻥ ﺗﻄﻠﺐ ﻓﺴﺦ ﻧﻔﺴﻬﺎ،‏‎ ‎ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻟﻬﺎ ﺷﻬﻮﺓ ﻛﻤﺎ ﻟﻠﺮﺟﻞ

“Alasannya (mengapa satu tahun) yaitu sampai berlalu empat musim karena bisa jadi ia tidak mampu melakukan jima’ (lemah) karena pengaruh cuaca dingin. Jika dingin hilang maka datanglah kekuatan (jima’ dan bisa tegak). Bisa jadi juga sebabnya adalah cuaca panas. Maka ditangguhkan setahun sampai berlalu empat musim. Jika telah berlalu tanpa perbaikan, maka istri berhak mengajukan permintaan cerai (faskh) kepada hakim. Karena wanita juga memiliki syahwat sebagaimana laki-laki.” [4]

Jangan wanita mudah minta cerai segera karena ada ancaman bagi wanita yang mudah meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang jelas. Karena Nabi shallallahu ‘alaiahi wa sallam bersabda,

ﺃﻳُّﻤﺎ ﺍﻣﺮﺃﺓٍ ﺳﺄﻟﺖ ﺯﻭﺟَﻬﺎ ﻃﻼﻗﺎً ﻓِﻲ ﻏَﻴِﺮ‎ ‎ﻣَﺎ ﺑَﺄْﺱٍ؛ ﻓَﺤَﺮَﺍﻡٌ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺭَﺍﺋِﺤَﺔُ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ

“Wanita mana saja yang meminta kepada suaminya untuk dicerai tanpa kondisi mendesak (alasan yang benar) maka haram baginya bau surga.” (HR. Abu Dawud no. 1928, At-Thirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani)

Bagi Suami Hendaknya Berusaha Mengobati

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah ditanya,

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ : ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺒﺤﺚ ﻋﻦ ﻋﻼﺝ‎ ‎ﻟﻠﻌﺠﺰ ﺍﻟﺠﻨﺴﻲ ؟؟؟

Bolehkah mencari pengobatan penyakit lemah syahwat?

Jawaban:

ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ) ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ، ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺒﺤﺚ ﻋﻦ ﻋﻼﺝ ﻟﻠﻌﺠﺰ ﺍﻟﺠﻨﺴﻲ ﻷﻧﻪ ﻣﺮﺽ ﻭﺩﺍﺀ ﻭﻗﺪ ﺃﺑﺎﺡ ﺍﻟﺸﺎﺭﻉ ﺍﻟﺘﺪﺍﻭﻱ ﻓﻘﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ” : ﻧﻌﻢ ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﺪﺍﻭﻭﺍ ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﻀﻊ ﺩﺍﺀ ﺇﻻ ﻭﺿﻊ ﻟﻪ ﺷﻔﺎﺀ – ﺃﻭ ﺩﻭﺍﺀ – ﺇﻻ ﺩﺍﺀ ﻭﺍﺣﺪﺍ ، ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻫﻮ ؟
ﻗﺎﻝ :ﺍﻟﻬﺮﻡ ” ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ) 1961 ( ﻭﺻﺤﺤﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ) 2/202 ( ، ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ” : ﻣﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﺍﺀ ﺇﻻ ﻗﺪ ﺃﻧﺰﻝ ﻟﻪ ﺷﻔﺎﺀ ﻋﻠﻤﻪ ﻣﻦ ﻋﻠﻤﻪ ﻭﺟﻬﻠﻪ ﻣﻦ ﺟﻬﻠﻪ ” ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ) 3397 (ﻭﺍﻟﻠﻔﻆ ﻟﻪ ﻭﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ) 5246 (، ﻭﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻭﺍﻟﻌﻼﺝ ﺷﺮﻭﻁ ، ﻣﻨﻬﺎ :
-1 ﺃﻥ ﻻ ﻳﺆﺩﻱ ﺇﻟﻰ ﺣﺪﻭﺙ ﻣﻀﺮﺓ ﺃﻛﺒﺮ ، ﻛﻤﺮﺽ ﺃﺷﺪ ﺃﻭ ﻫﻼﻙ ، ﻭﺑﻌﺾ ﺃﺩﻭﻳﺔ ﺍﻟﻀﻌﻒ ﺍﻟﺠﻨﺴﻲ ﻗﺪ ﺗﺆﺩﻱ ﺇﻟﻰ ﺫﻟﻚ .
-2 ﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﻤﺤﺮﻡ ﻛﺎﻟﺨﻤﺮ ﻭﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﻭﻟﺤﻢ ﻣﺎ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻛﻠﻪ .
-3 ﻋﺪﻡ ﺍﻟﺘﺴﺎﻫﻞ ﻓﻲ ﻛﺸﻒ ﺍﻟﻌﻮﺭﺍﺕ .
-4 ﺃﻥ ﻻ ﻳﺘﻌﺎﻃﺎﻩ ﺇﻻ ﺑﻌﺪ ﺍﺳﺘﺸﺎﺭﺓ ﺍﻟﻄﺒﻴﺐ ﺍﻟﺨﺒﻴﺮ ﺍﻟﺜﻘﺔ . ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ ( ) ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺳﺆﺍﻝ ﻭﺟﻮﺍﺏ – ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﻤﻨﺠﺪ

Alhamdulillah, boleh hukumnya mencari pengobatan penyakit lemah syahwat. Karena hal itu tergolong penyakit dan syariat telah membolehkan pengobatan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda,

“Wahai hamba Allah berobatlah, karena Allah telah menurunkan obat bagi setiap penyakit yang ia turunkan, kecuali satu penyakit. Para sahabat bertanya, “Apakah penyakit itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Umur tua.” (HR. Tirmidzi no. 1961 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadits Shahih XX/202)

Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah Allah turunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya. Sebagian orang ada yang mengetahuinya dan sebagian lagi tidak mengetahuinya.” (HR. Ahmad no. 3397 lafal matan ini adalah riwayat beliau, Al-Bukhari no. 5246)

Obat dan pengobatannya harus memenuhi persyaratan berikut ini:

1. Tidak menimbulkan efek samping yang lebih besar bahayanya, seperti menimbulkan penyakit lain yang lebih parah atau kematian. Karena beberapa obat lemah syahwat dapat menimbulkan efek samping seperti itu. (misalnya penggunaan viagra terus-menerus, pent)

2. Tidak dengan perkara yang diharamkan, seperti khamar, najis dan daging yang tidak halal dimakan. (misalnya berobat dengan daging ular atau pergi ke dukun dan sebagainya, padahal masih ada metode yang lebih selamat, pent)

3. Jangan sampai membuka aurat. (misalnya berobat ke mak erot karena membuka aurat dan dipijat-pijat, pent)

4. Jangan mempergunakan sebelum konsultasi dengan dokter yang ahli lagi terpercaya.

Wallahu a’lam. [5]

Untuk selanjutnya silakan baca: Pengobatan Lemah Syahwat Dalam Tinjauan Medis dan Syariat

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] HR. Ahmad no. 26195, hasan lighairihi, tahqiq Syu’aib Al-Arna’uth.

[2] Syarah Al-Arba’in An-Nawawiyah libni Utsaimin hadits ke-15.

[3] Manhajus salikin hal. 202, Darul Wathan, cet. I, 1421 H.

[4] Ibhajul Mu’min hal 250, Darul Wathan, cet.I, 1422 H.

[5] Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/6268

Sumber: http://muslimafiyah.com/istri-beri-kesempatan-satu-tahun-bagi-suami-impoten.html (dengan sedikit pengubahan dan penyesuaian)

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 04/02/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: