Suami Menikah Lagi Tanpa Izin Istri Pertama dan Akhirnya Ketahuan

Fatwa Asy-Syaikh ‘Ubaid bin Abdillah Al-Jabiri hafizhahullah

ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ:
ﺃﺣﺴﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻜﻢ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻜﻢ،‏‎ ‎ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﺴﺎﺋﻞ: ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ‎ ‎ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎﺗﻪ، ﺃﺣﺴﻦ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﺇﻟﻴﻜﻢ ﺷﻴﺨﻨﺎ، ﺃﺣﺒﻜﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ، ﺃﺣﺪُ‏‎ ‎ﺍﻹﺧﻮﺓ ﺗﺰﻭﺝ ﺑﺎﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻭﻟﻢ ﻳُﺨﺒﺮ‎ ‎ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻟﻌﻠﻤﻪ ﺃﻧﻬﺎ ﻟﻦ ﺗﺮﺿﻰ ﺃﺑﺪًﺍ،‏‎ ‎ﻭﺍﻵﻥ ﺑﻌﺪ ﻣُﺪَّﺓٍ ﻣﻦ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﻋﺮﻓﺖ‎ ‎ﺍﻷﻭﻟﻰ ﺃﻧﻪ ﻗﺪ ﺗﺰﻭﺝ ﻭﺗﻄﻠﺐ ﻣﻨﻪ‎ ‎ﺍﻵﻥ ﺃﻥ ﻳُﻄﻠﻘﻬﺎ ﺃﻭ ﻳُﻄﻠﻖ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ،‏‎ ‎ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺃُﻣﻬﺎ ﺗﻘﻮﻝ ﺇﻥ ﻟﻢ ﺗُﻄﻠِّﻖ‎ ‎ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻻ ﺃﺩﺧﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﺃﺑﺪًﺍ ﻓﺒﻤﺎ‎ ‎ﺗﻨﺼﺤﻮﻧﻬﻢ ﺣﻔﻈﻜﻢ ﺍﻟﻠﻪ؟
ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ:
ﻟﻮ ﻛﻨﺖُ ﻣﻜﺎﻧﻪ ﻟﻘﻠﺖُ ﻋﺴﺎﻙِ ﻣﺎ‎ ‎ﺩﺧﻠﺖِ، ﻭﻗﺪ ﺟﻨﺪﺗﻲ ﻧﻔﺴﻚِ ﻹﺑﻠﻴﺲ-‏‎ ‎ﻳﻌﻨﻲ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺠﺎﻧﺐ ﻟﻴﺴﺖ ﻛﺎﻓﺮﺓ‎ ‎ﻻ-، ﻭﺃﻣَّﺎ ﺯﻭﺟﻪ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻓﺈﻧﻬﺎ‎ ‎ﺣﻤﻘﻰ، ﻭﻻ ﻳﺤﻞ ﻟﻬﺎ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻄﻠﺐ‎ ‎ﺃﺑﺪًﺍ، ﺳﻮﺍﺀً ﻃﻠﺐ ﺗﻄﻠﻴﻘﻬﺎ ﺃﻭ ﺗﻄﻠﻴﻖ‎ ‎ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ، ﻭﻃﻠﺐ ﺗﻄﻠﻴﻖ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﺃﺷﺪ،‏‎ ‎ﻟﻜﻦ ﺇﺫﺍ ﻋﺎﻟﺠﻬﺎ ﻭﺍﺟﺘﻬﺪ ﻓﻲ ﺗﻘﻮﻳﻤﻬﺎ‎ ‎ﻭﻧﺼﺤﻬﺎ ﻭﺗﻴﻘﻦ ﻟﻪ ﺃﻧﻬﺎ ﻻ ﺗﺴﺘﻘﻴﻢ ﻟﻪ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﺣﺎﻝ، ﺗﻴﻘﻦ ﻣﻦ ﺣﺎﻟﻬﺎ ﺃﻧﻬﺎ ﻻ‎ ‎ﺗﺴﺘﻘﻴﻢ ﻟﻪ ﻭﺃﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻋﺼﻴﺎﻥ،‏‎ ‎ﻭﺧﺸِﻲَ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﻣﻐﺒّﺔ ﻫﺬﺍ ﻭﺃﺛﺮﻩ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻬﺎ ﻭﺳﻠﻮﻛﻬﺎ؛ ﻧﻌﻢ ﻳُﺴَﺮِّﺣﻬﺎ‎ ‎ﺍﻟﺴﺮﺍﺡ ﺍﻟﺠﻤﻴﻞ.

Tanya:
Semoga Allah berbuat baik kepadamu dan
memberkahimu wahai Syaikh, penanya berkata:

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarokaatuh, semoga Allah berbuat baik kepadamu wahai Syaikh kami, aku mencintaimu karena Allah.

Salah seorang ikhwah menikah lagi yang kedua, dan ia tidak memberitahu istri pertama, karena ia tahu bahwa istri pertamanya tidak akan setuju selamanya.

Dan sekarang, selang beberapa waktu setelah pernikahannya yang kedua, istri pertama akhirnya mengetahui dan meminta darinya untuk memilih apakah menceraikannya atau menceraikan istri yang kedua, demikian pula ibu mertuanya berkata: Kalau kamu tidak menceraikan istri keduamu maka aku tidak akan memasuki pintu rumahmu selamanya. Apa nasihatmu wahai Syaikh –semoga Allah menjagamu?

Jawab:

Andaikan aku di posisinya maka sudah aku katakan, semoga engkau tidak masuk dulu, karena iblis sedang menguasaimu –walau ia tidak kafir karena itu.

Adapun istri pertamanya, sesungguhnya dia sangat bodoh, tidak halal baginya meminta cerai selamanya (karena poligami), sama saja apakah ia meminta untuk menceraikannya atau menceraikan istri kedua, dan meminta suaminya menceraikan istri kedua lebih besar dosanya.

Akan tetapi apabila suaminya telah memperbaikinya, berusaha meluruskannya dan menasihatinya, kemudian sang suami meyakini bahwa istrinya tersebut susah untuk diluruskan, ia meyakini bahwa istrinya tersebut sudah tidak bisa lagi hidup bersamanya, karena istrinya terus bermaksiat, sedang ia mengkhawatirkan akibat jelek dan pengaruhnya terhadap agama dan akhlak istrinya tersebut; maka boleh baginya untuk menceraikannya dengan baik.

ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/7908

Sumber: http://sofyanruray.info/suami-menikah-lagi-tanpa-izin-istri-pertama-dan-akhirnya-ketahuan/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 15/02/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: