Kisah Dusta #18: Syaikh Ar-Rifa’i Mencium Tangan Nabi

Dalam dunia Shufi, ada kisah yang cukup populer di kalangan mereka tentang sosok tokoh Shufi yang bernama Syaikh Ahmad Ar-Rifa’i. Konon ceritanya, tatkala dia berangkat pergi haji dan berdiri di depan kuburan Nabi seraya mengucapkan salam: “As-Salamu ‘alaika Ya Jaddii” (Semoga keselamatan bagimu wahai kakekku). Tiba-tiba, Nabi menjawab salamnya: “As-Salamu ‘alaika Ya Waladii” (Semoga keselamatan bagimu juga hai anakku).

Melihat kejadian menakjubkan itu, maka Syaikh Rifa”i merasa kegirangan gembira lalu bersenandung:

Dari kejauhan, kulepaskan ruhku
Bumi pun menerima diriku
Kini bayangan telah hadir saatnya
Maka ulurkanlah tanganmu agar aku menciumnya

Lalu Nabi mengulurkan tangannya dan dicium oleh Syaikh Rifa’i. Semua kejadian itu disaksikan oleh ribuan manusia.

Kisah Ini Populer

Kisah ini sangat laris manis sekali dalam kitab-kitab Sufi, bahkan ada diantara mereka yang menulis kitab pembelaan khusus terhadap kisah ini seperti Muhammad Abu Huda ar-Rifa’i ash-Shoyyadi dalam bukunya yang telah tercetak “Al-Fakhru Al-Mukhollad fii Manqobati Yad”.

Lebih dari itu mereka menegaskan bahwa kisah ini adalah berderajat mutawatir, orang yang mendustakannya adalah orang munafiq, sesat dan kafir!! Demikian kata as-Shoyyadi dalam Qiladatul Jauhar hlm. 104!!

Kisah Bathil dan Bohong

Ahli bathil berupaya ingin melariskan kisah bohong ini pada masyarakat luas untuk memperkuat aqidah bejat mereka bahwa Nabi dapat keluar dari kuburnya serta mengucapkan salam pada beberapa tokoh Shufi tertentu. Kisah ini sangat laris dibuat dongeng padahal sangat nampak jelas sekali tanda-tanda kedustaannya. Hal itu ditinjau dari beberapa segi:

Pertama: Kitab-kitab para ulama yang masyhur di kalangan para ulama timur dan barat tidak pernah menyebutkan kisah ini atau cerita semisalnya. Tidak pernah kejadian tersebut terjadi pada para khalifah empat, sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, pengikut perang Badr, pengikut baiat ridhwan dan seluruh sahabat. Lantas apakah syaikh Rifa’i jauh lebih mulia dibanding mereka?! Alangkah bodohnya kalian mengambil hukum!!

Al-Allamah Mahmud Syukri Al-Alusi berkata: “Berbagai ahli sejarah dari berbagai madzhab banyak yang mencatat tentang biografi Syaikh Ahmad Ar-Rifa’i. Namun tak satupun diantara mereka yang menceritakan kejadian ini padahal tragedi seperti ini yang sangat mengundang hati untuk menukilnya karena merupakan sebuah kejadian yang luar biasa.

Tetapi anehnya, tak satupun dari kalangan ahli sejarah terpercaya yang menceritakan kisah di atas tetapi hanya para Dajjal (pendusta) yang sesat dan menyesatkan saja. Tidak ragu lagi bahwa kisah ini hanyalah kebohongan yang diwahyukan oleh syetan.”

Kedua: Kisah ini hanyalah dinukil oleh kaum Rifa’iyyah yang dikenal dengan pembohong dan pendusta seperti makan ular, anti api dan sejenisnya dari perkara-perkara yang bathil. Bahkan ar-Rifai sendiri menyebutkan bahwa kaum Sufi adalah para pendusta, katanya: “Maka waspadalah dirimu dari kelompok yang biasanya suka dongeng para pembesar, karena dongeng-dongeng tersebut kebanyakannya didustakan pada mereka.”

Katanya juga: “Wahai anakku, apabila engkau memperhatikan kaum yang mengaku tasawwuf, niscaya engkau akan mengetahui bahwa mayoritas mereka adalah kaum zindiq dan ahli bid’ah.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah berdialog secara terang-terangan bersama para Rifa’iyyah sehingga terbongkarlah kedustaan mereka.

Ketiga: Dalam kisah tersebut dinyatakan bahwa syaikh Rifa’i dapat melihat Nabi dalam keadaan bangun (bukan mimpi) padahal hal ini adalah mustahil dan tidak mungkin, sebab Nabi sendiri bersabda:

ﺃَﻧَﺎ ﺃَﻭَّﻝُ ﻣَﻦْ ﺗُﻨْﺸَﻖُّ ﻋَﻨْﻪُ ﺍﻷَﺭْﺽُ ﻳَﻮْﻡَ‏‎ ‎ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ

“Saya adalah orang yang pertama kali dibangkitkan dari kubur pada hari kiamat.”

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi tidak mungkin bangkit dari kuburnya sebelum hari kiamat tiba. Hal ini dikuatkan dengan ayat:

ﺛُﻢَّ ﺇِﻧَّﻜُﻢ ﺑَﻌْﺪَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟَﻤَﻴِّﺘُﻮﻥَ . ﺛُﻢَّ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ‏‎ ‎ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺗُﺒْﻌَﺜُﻮﻥَ

“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.” (QS. Al-Mukminun: 15-16)

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa tidak ada kebangkitan dari alam kubur sebelum hari kiamat tiba.

Dalam Fatawa Lajnah Daimah (3/171/no. 6911) dinyatakan: “Asal hukum orang yang telah wafat baik dia seorang Nabi maupun bukan adalah tidak dapat bergerak di kuburnya dengan mengulurkan tangan atau selainnya. Adapun cerita bahwa Nabi pernah mengulurkan tangannya terhadap orang yang mengucapkan salam pada beliau, maka cerita itu tidak shahih, bohong dan hanya dongeng yang tidak ada sumbernya.”

Keempat: Dalam cerita tersebut dinyatakan: “Lalu Nabi mengulurkan tangannya dan dicium oleh syaikh Rifa’i. Semua kejadian itu disaksikan oleh ribuan manusia.” Subhanallah, adakah kedustaan yang lebih nyata daripada ini?! Bagaimana mungkin tempatnya bisa mencukupi jumlah orang yang begitu banyak?! Bukankah kuburan Nabi telah dikelilingi oleh tembok? Lantas dari jendela manakah Nabi mengulurkan tangannya?!

Kemudian sebagaimana dimaklumi bersama bahwa bila ada suatu kejadian yang luar biasa, maka manusia akan berdesak-desakan untuk melihatnya sehingga yang dapat melihat dan mendengar jawaban salamnya hanyalah orang-orang yang berada di bagian depan saja, tidak mungkin semuanya.”

Kelima: Dua bait yang dilantunkan Syaikh Rifa’i di atas juga merupakan kedustaan dan kebohongan. Al-Alusi berkata: “Mayoritas ahli ilmu dan syair menisbatkan dua bait di atas kepada selain Ahmad Rifa’i. Syaikh Shalahuddin Ash-Shafadi menisbatkan dua bait tersebut pada Ibnu Faridh. Dengan demikian, maka nampaklah kedustaan ahli bid’ah Rifa’iyyah.”

Keenam: Syaikh ar-Rifai sendiri melarang untuk menampakkan karomah dan menilainya sebagai suatu fitnah, katanya: “Wahai saudaraku, aku khawatir padamu dari gembira dengan karomah dan menampakkannya, sesungguhnya para wali mereka menyembunyikan karomah sebagaimana wanita menyembunyikan darah haidnya.”

Kesimpulan, kisah ini hanyalah dongeng bualan kaum Shufi yang penuh dengan kedustaan dan kebohongan yang bertujuan untuk menjaring orang-orang bodoh.

Wallahu a’lam.

Sumber: Abiubaidah.com

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 21/03/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: