Kisah Dusta #20: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Mencela Nabi?

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sering mendapatkan tuduhan-tuduhan dan kisah-kisah dusta, semua itu dengan tujuan untuk melarikan manusia dari dakwahnya. Diantara kisah yang paling mencuat adalah bahwa merendahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnya berkata:

“Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena tongkatku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali.”

Sekadar Bualan

Tuduhan merendahkan Nabi Muhammad bukanlah hal yang baru. Semenjak masa hidup Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sudah ada orang yang menuduh beliau seperti itu, lalu beliau menjawab tuduhan tersebut:

“Maha Suci Engkau Ya Allah, ini adalah kedustaan yang nyata. Namun hal itu tak aneh, karena memang sejak dahulu pun sudah ada orang yang menuduh Nabi Muhammad bahwa beliau mencela Isa bin Maryam dan mencela orang-orang shalih. Hati mereka serupa, mereka juga menuduh Nabi Muhammad bahwa beliau mengatakan kalau Malaikat, Isa dan Uzair tempatnya di Neraka, maka Allah menurunkan ayat tentang hal itu:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺳَﺒَﻘَﺖْ ﻟَﻬُﻢْ ﻣِﻨَّﺎ ﺍﻟﺤُﺴْﻨَﻰ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ‏‎ ‎ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻣُﺒْﻌَﺪُﻭﻥَ

“Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka.” (QS. Al-Anbiya’: 101)

Beliau juga berkata: “Aduhai, bagaimana hal ini bisa diterima oleh orang yang berakal. Adakah seorang muslim, kafir, sadar bahkan orang gila yang mengatakan ucapan seperti itu?!!”

Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdil Wahhab juga membantah tuduhan ini:

“Adapun tuduhan yang didustakan kepada kami -dengan tujuan untuk menutupi kebenaran dan menipu manusia- bahwa kami merendahkan kedudukan Nabi kita Muhammad dengan ucapan kami: “Nabi tidak berguna sama sekali di kuburnya, dan tongkat seorang diantara kami lebih bermanfaat baginya daripada nabi, dan beliau tidak memiliki syafa’at, dan ziarah ke kuburnya tidaklah disunnahkan, kami melarang shalawat kepada Nabi… Semua ini hanyalah khurafat yang jawaban kami seperti biasanya:

“Maha Suci Engkau Ya Allah, ini adalah kebohongan yang nyata. Barangsiapa yang menceritakan hal itu dari kami atau menisbatkannya kepada kami, maka dia telah berdusta dan berbohong kepada kami.

Barangsiapa yang menyaksikan keadaan kami dan menghadiri majlis ilmu kami serta bergaul dengan kami, niscaya dia akan mengetahui secara pasti bahwa semua itu adalah tuduhan palsu yang dicetuskan oleh musuh-musuh agama dan saudara-saudara syetan untuk melarikan manusia dari tunduk dan pemurnian tauhid hanya kepada Allah saja serta peringatan keras dari beragam jenis kesyirikan.

Keyakinan kami bahwa kedudukan Nabi kita Muhammad adalah kedudukan makhluk yang paling tertinggi secara mutlak, dan beliau hidup di kuburnya dengan kehidupan barzakhiyyah (di alam barzakh, antara dunia dan akherat -pent-) yang melebihi kehidupan para syuhada’ yang ditegaskan dalam Al-Qur’an, sebab tidak diragukan lagi bahwa beliau lebih utama daripada mereka, beliau juga dapat mendengar salamnya orang yang menyampaikan salam kepadanya. Disunnahkan ziarah ke kuburnya, dan barangsiapa yang menyibukkan diri dan mengisi waktunya dengan shalawat kepada Nabi berupa shalawat yang dicontohkan, maka dia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akherat.”

Salah seorang ulama Nejed menulis risalah bantahan terhadap tulisan yang dimuat dalam koran Al-Qiblat, dimana penulisnya menuduh bahwa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya mengatakan bahwa tongkat itu lebih bermanfaat daripada Nabi:

“Allahu Akbar! Allah Maha Besar dari perilaku para penyesat yang ingin melarikan manusia dari agama Allah dan mengahalangi manusia dari jalan Allah, mereka menginginkan kerusakan di muka bumi. Barangsiapa yang menuduh kami seperti ini maka baginya laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia, Allah tidak menerima tebusan darinya, dan Allah membongkar kedoknya di khayalak ramai pada suatu hari dimana tidak bermanfaat lagi alasan manusia.

Subhanallah, bagaimanakah hal ini terbetik dalam benak seorang yang berakal, jahil atau gila? Ucapan seperti ini tidak mungkin diucapkan oleh seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan mengetahui bahwa dia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Sungguh tidak ada yang mengucapkannya kecuali seorang yang lebih sesat daripada keledai miliknya. Kita memohon kepada Allah dari kegersangan hati, tidak mungkin kita mengucapkan ucapan seperti ini, Maha suci Engkau Ya Allah, ini kedustaan yang nyata.”

Syaikh Abdullah bin Ali al-Qashimi berkata: “Adapun apa yang disebutkan dalam kitab Khulashatul Kalam karya pembohong besar Dahlan bahwa Syaikh (Muhammad bin Abdil Wahhab) mengatakan bahwa tongkat lebih baik daripada Rasul, dimana ucapan itu dilontarkan di hadapannya dan beliau mendengar serta menyetujuinya, maka semua ini hanyalah kebohongan yang sangat murah harganya. Kita menantang orang rafidhah ini dan seluruh kawan-kawannya agar mereka membuktikan ucapan ini dari salah seorang Wahabi, tak usah terlalu jauh-jauh kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab atau seorang ulama dari pengikutnya, cukuplah kita meminta kepada mereka dari seorang yang bodoh di kalangan mereka (Wahabi).

Kalau sekedar berbohong, semua orang juga bisa, hatta yang paling bodoh pun! Apabila seorang mendebat lawannya dengan kebohongan, hal itu berarti dia berpegang kepada pegangan yang sangat kropos dan menjadi orang yang merugi dalam perniagaan.”

Seorang dari Negeri Cina pernah melontarkan sebuah pertanyaan ini: Banyak beredar sebuah issu bahwa Wahhabiyun mengatakan: Tongkatku ini lebih baik daripada Muhammad!! Karena tongkatku masih sering saya butuhkan, berbeda dengan Muhammad Rasulullah, dia telah meninggal dunia!! Apakah issu ini benar ataukah hanya sekedar tuduhan?!

Pertanyaan ini dijawab oleh Syaikh Muhammad Sulthan al-Ma’shumi: “Ucapan ini hanyalah tuduhan sangat nyata, dicetuskan oleh orang-orang yang memiliki tujuan-tujuan kotor. Ucapan ini hanyalah kebohongan yang disebarkan oleh para pendusta dan penyebar kesesatan, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab Wahabi, diantaranya seorang ulama Nejed, Syaikh Sulaiman bin Sahman dalam beberapa karya tulisnya. Semoga Allah menghancurkan para penyebar kerusakan dan para fanatis golongan, mereka telah membuang sifat malu dari wajah-wajah mereka.

Kenyataan yang sebenarnya: Wahabi adalah golongan Ahli Sunnah wal Jama’ah yang konsisten di atas jalan yang lurus. Ya Allah, tunjukilah kami kebenaran dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Tunjukilah kami kebatilan dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya dengan karuniaMu wahai Dzat Yang Maha penyayang.”

Dan bukti-bukti kecintaan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab banyak sekali, bukan di sini uraiannya.

Wallahu a’lam.

Sumber: Abiubaidah.com

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 23/03/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: