Hukum Memakan Babi Laut dan Anjing Laut

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Soal: Semoga Allah memberikan kebaikan-Nya kepada Anda, wahai sesepuh kami, ada seorang penanya bertanya, “Pada firman Allah Ta’âlâ,

ﺃُﺣِﻞَّ ﻟَﻜُﻢْ ﺻَﻴْﺪُ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ

“Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut.” (Al-Mâ`idah: 98)

Apakah ayat ini mencakup juga babi laut dan anjing laut?

Jawab:

Segala yang tidak bisa hidup kecuali hanya di laut, maka itu semua termasuk dalam lafazh, ﺻَﻴْﺪُ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ (binatang buruan laut). Sebab, tidak ada dalil pengecualian.

Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa buaya dan ular (ular laut; -penj.) itu tidak boleh dimakan. Tetapi pendapat ini tidak ada dalilnya. Allah Jalla Wa ‘Alâ menjelaskan secara umum pada firman-Nya,

ﺃُﺣِﻞَّ ﻟَﻜُﻢْ ﺻَﻴْﺪُ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮِ

“Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut.” (Al-Mâ`idah: 98)

Dan dikatakan “hewan buruan laut” adalah hewan yang tidak bisa hidup kecuali di laut. Terkait dengan buaya, ia hidup di daratan dan di lautan, sehingga didahulukan pelarangannya.

Adapun segala (binatang) yang tidaklah bisa hidup selain hanya di laut saja, maka hukumnya halal tanpa terkecuali.

[ Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/2538 ]

Sumber: http://alfawzan.net/fatwa/hukum-memakan-babi-laut-dan-anjing-laut

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 27/03/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: