Ayat 1000 Dinar, Pesugihan al-Qur’an?

Soal: Assalamu’alaikum, Ustadz. Banyak di toko-toko atau kedai yang memajang kaligrafi ayat seribu dinar, bagaimana sikap kita menanggapi hal tersebut. Terima kasih.
(Dari Anto)

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kita ucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raajiun. Ada musibah. Kita sebut musibah, karena ini kondisi yang sangat memprihatinkan. Kaum muslimin telah menyalahgunakan kitab suci yang Allah turunkan kepada mereka. Ayat al-Quran, dipajang untuk pesugihan.

Yang lebih menyedihkan, ternyata fenomena semacam ini terjadi dalam banyak kasus. Ada yang untuk hiasan, ada yang untuk pelet, ada yang dipakai untuk obat sakit gigi, dan bahkan banyak yang dibuat teh celup untuk obat. Mungkin sebagian di antara kita merasa tidak asing dengan kejadian orang menggunakan teh celup al-Quran kuno. Allahu al-musta’an.

Barangkali para dai perlu lebih rajin menyampaikan, bahwa semua tindakan di atas, termasuk penyalahgunaan al-Quran, jika tidak boleh disebut pelecehan al-Quran. Meskipun sama sekali pelaku tidak berniat melecehkan al-Quran, namun tindakan mereka adalah sebuah pelanggaran besar.

Tujuan al-Quran Diturunkan

Terdapat banyak ayat dalam al-Quran yang menjelaskan tujuan al-Quran diturunkan. Diantaranya firman Allah,

ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁَﻥُ‏‎ ‎ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺑَﻴِّﻨَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻔُﺮْﻗَﺎﻥِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al-Baqarah: 185)

Di ayat yang lain, Allah juga berfirman,

ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏُ ﻟَﺎ ﺭَﻳْﺐَ ﻓِﻴﻪِ ﻫُﺪًﻯ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ

Itulah Kitab (Al Quran) tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (QS. Al-Baqarah: 2)

Di ayat lain, Allah menyebutkan bahwa diantara fungsi al-Quran adalah sebagai pemberi kabar gembira bagi orang mukmin dan ancaman bagi orang kafir.

ﺇِﻥَّ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁَﻥَ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﻟِﻠَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﻗْﻮَﻡُ‏‎ ‎ﻭَﻳُﺒَﺸِّﺮُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ‏‎ ‎ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺃَﻥَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ ) ( ﻭَﺃَﻥَّ‏‎ ‎ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﺃَﻋْﺘَﺪْﻧَﺎ ﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺑًﺎ‎ ‎ﺃَﻟِﻴﻤًﺎ

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.”

Untuk bisa menggali petunjuk dari al-Quran, manusia harus berusaha mempelajarinya, dan merenungkannya. Allah berfirman,

ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ ﻟِﻴَﺪَّﺑَّﺮُﻭﺍ ﺁَﻳَﺎﺗِﻪِ‏‎ ‎ﻭَﻟِﻴَﺘَﺬَﻛَّﺮَ ﺃُﻭﻟُﻮ ﺍﻟْﺄَﻟْﺒَﺎﺏِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka tadabbur terhadap ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shad: 29)

Bahkan Allah mencela orang yang tidak merenungkan makna al-Quran. Allah berfirman,

ﺃَﻓَﻠَﺎ ﻳَﺘَﺪَﺑَّﺮُﻭﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁَﻥَ ﺃَﻡْ ﻋَﻠَﻰ ﻗُﻠُﻮﺏٍ‏‎ ‎ﺃَﻗْﻔَﺎﻟُﻬَﺎ

Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24)

Dari semua ayat di atas, kita tidak menjumpai bahwa bagian dari tujuan diturunkannya al-Quran adalah sebagai jimat pesugihan atau pengasihan.

Oleh karena itu, sikap mereka yang menuliskan ayat tertentu dalam al-Quran, kemudian diberi pigura, lalu dipajang di toko atau tempat kerja, dengan keyakinan akan mendatangkan pelarisan, termasuk sikap penyalahgunaan al-Quran dan sikap kurang hormat terhadap al-Quran. Al-Qurthubi mengatakan,

ﻭﻣِﻦ ﺣﺮﻣﺘﻪ ﺃﻻَّ ﻳُﻜﺘﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﻻ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﺣﺎﺋﻂ ﻛﻤﺎ ﻳُﻔﻌﻞ ﺑﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ‎ ‎ﺍﻟْﻤُﺤﺪَﺛﺔ

Diantara sikap menghormati al-Quran adalah tidak menuliskannya di tanah, atau di tembok, sebagaimana yang dilakukan di masjid-masjid akhir-akhir ini. (Tafsir al-Qurthubi, 1/30)

Apakah Termasuk Jimat?

Sebagian ulama yang menghukumi terlarang semua bentuk penggunaan al-Quran untuk dipajang sebagai penglaris atau untuk keberkahan lainnya. Termasuk yang dikalungkan di leher anak kecil sebagai tolak balak.

Dalam Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid, disebutkan keterangan ulama tabiin, Ibrahim an-Nakha’i,

ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻜﺮﻫﻮﻥ ﺍﻟﺘﻤﺎﺋﻢ ﻛﻠﻬﺎ، ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ‎ ‎ﻭﻏﻴﺮ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ

Dulu para sahabat membenci semua bentuk jimat, baik dari al-Quran maupun yang bukan dari al-Quran. (Fathul Majid, hlm. 132)

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Pengasuh PengusahaMuslim.com)

Sumber: http://pengusahamuslim.com/ayat-1000-dinar-pesugihan-al-quran/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 05/04/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: