Perbedaan Antara Ijma’ dengan Fatwa Seorang Ulama

Soal: Wahai Fadhilatusy-Syaikh, semoga Allah memberi taufik kepada anda. Jika dikatakan bahwa ijma’ adalah ijma’nya para ulama zaman ini terhadap suatu hukum syar’i, misalnya sebagian fatwa yang keluar dari lembaga fatwa kerajaan Saudi dalam permasalahan asuransi, disampaikan oleh salah satu anggotanya bahwa hukumnya boleh. Namun tatkala saya bertanya kepada salah seorang dari ulama, ia menjelaskan hukumnya haram tidaklah dibolehkan walaupun telah difatwakan. Mana yang bisa saya amalkan?

Jawab:

Engkau telah melakukan dua kesalahan. Lembaga fatwa tidak pernah berfatwa akan kebolehan asuransi, asuransi itu haram, lembaga fatwa memfatwakan keharamannya.

Demikian juga penukilan dari anggotanya, mereka itu bukanlah dikatakan ijma’, mereka itu hanyalah berfatwa dalam sebuah permasalahan saja, dan bukanlah dinukil dari anggotanya dari seluruh permasalahan secara umum, yang demikian tidaklah bisa dikatakan sebagai ijma’, walaupun lembaga fatwa mengeluarkan sebuah edaran fatwa. Maka tidaklah dikatakan itu merupakan hasil ijma’. Akan tetapi itu bisa dikatakan sebagai sebuah pendapat dari lembaga fatwa di sebuah negeri saja.

Adapun ijma’ maka harus merupakan hasil kesepakatan seluruh ulama kaum muslimin dalam sebuah permasalahan.

Dari: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/2382

Sumber: http://alfawzan.net/fatwa/perbedaan-antara-ijma-dengan-fatwa-seorang-ulama

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 14/04/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: