17 Pertahanan Diri dari Gangguan Setan

Seorang hamba selayaknya membentengi diri dari gangguan setan dengan pertahanan yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan hadits–hadits shahih berupa doa dan zikir. Karena Al Quran dan Al-Hadits adalah penawar, rahmat, petunjuk serta perlindungan dari kejahatan di dunia dan akhirat dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.

Diantara bentuk pertahanan tersebut adalah:

PERTAHANAN PERTAMA

Isti’adzah (meminta perlindungan) kepada Allah Yang Maha Besar (yaitu dengan membaca: A’uzubillah). Allah telah memerintahkan Rasul-Nya untuk memohon perlindungan kepada-Nya dalam setiap kondisi, khususnya saat hendak membaca Al Quran, saat marah, saat was-was dan saat bermimpi buruk. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

ﻭَﺇِﻣَّﺎ ﻳَﻨﺰَﻏَﻨَّﻚَ ﻣِﻦَ ﭐﻟﺸَّﻴۡﻄَٰﻦِ ﻧَﺰۡﻍٞ ﻓَﭑﺳۡﺘَﻌِﺬۡ‏‎ ‎ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِۖ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻫُﻮَ ﭐﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﭐﻟۡﻌَﻠِﻴﻢُ

“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﺮَﺃۡﺕَ ﭐﻟۡﻘُﺮۡﺀَﺍﻥَ ﻓَﭑﺳۡﺘَﻌِﺬۡ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻦَ‏‎ ‎ﭐﻟﺸَّﻴۡﻄَٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺟِﻴﻢِ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻟَﻴۡﺲَ ﻟَﻪُۥ ﺳُﻠۡﻄَٰﻦٌ‏‎ ‎ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍْ ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﺭَﺑِّﻬِﻢۡ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ

“Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya.” (QS. An Nahl: 98–99)

PERTAHANAN KEDUA

Membaca bismillah. Bismillah menghalangi setan ikut serta saat seseorang makan, minum, bersenggama, masuk rumah dan seluruh kondisinya,

ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﻗﺎﻝ: ﺳﻤﻌﺖ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: )ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﺮﺟﻞ‎ ‎ﺑﻴﺘﻪ، ﻓﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠَّﻪ –ﺗﻌﺎﻟﻰ- ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻟﻪ،‏‎ ‎ﻭﻋﻨﺪ ﻃﻌﺎﻣﻪ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻷﺻﺤﺎﺑﻪ: ﻻ‎ ‎ﻣﺒﻴﺖ ﻟﻜﻢ ﻭﻻ ﻋﺸﺎﺀ، ﻭﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﻓﻠﻢ‎ ‎ﻳﺬﻛﺮ ﺍﻟﻠَّﻪ –ﺗﻌﺎﻟﻰ- ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻟﻪ، ﻗﺎﻝ‎ ‎ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ: ﺃﺩﺭﻛﺘﻢ ﺍﻟﻤﺒﻴﺖ، ﻭﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮ‎ ‎ﺍﻟﻠَّﻪ –ﺗﻌﺎﻟﻰ- ﻋﻨﺪ ﻃﻌﺎﻣﻪ، ﻗﺎﻝ: ﺃﺩﺭﻛﺘﻢ‎ ‎ﺍﻟﻤﺒﻴﺖ ﻭﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴﻠِﻢٌ

Dari Jabir radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seorang lelaki memasuki rumahnya lalu mengucapkan “bismillah” ketika masuk, dan ketika makan, maka setan berkata kepada teman-temannya: “Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam”, namun apabila ia masuk rumahnya dan tidak mengucapkan “bismillah” maka setan berkata: “Kalian mendapatkan tempat menginap”, lalu apabila ia tidak mengucapkan “bismillah” ketika makannya, setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan.” (HR. Muslim)

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: )ﻟﻮ ﺃﻥ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺇﺫﺍ ﺃﺗﻰ‎ ‎ﺃﻫﻠﻪ؛ ﻗﺎﻝ: ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ‎ ‎ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ؛‎ ‎ﻓﻘﻀﻲ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻭﻟﺪ؛ ﻟﻢ ﻳﻀﺮﻩ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ‎ ‎ﺃﺑﺪﺍ ( ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Jika salah seorang kalian mendatangi isterinya (bersetubuh) lalu ia mengucapkan,

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻭَﺟَﻨِّﺐِ‏‎ ‎ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ

(Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah seetan dari rezeki yang akan Engkau berikan kepada kami), lalu ditakdirkan dari hubungan tersebut lahirnya seorang anak baginya, maka setan tidak akan bisa menimpakannya kemudharatan selamanya.” (Muttafaq ’alaih)

PERTAHANAN KETIGA

Membaca mu’awwidzatain saat hendak tidur, setelah shalat, saat sakit dan lain-lain. Mu’awwidzatain adalah surat Al-Falaq dan An-Naas:

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟۡﻔَﻠَﻖِ

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (QS. Al-Falaq: 1) dan seterusnya sampai akhir surat.

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.” (QS. An-Naas: 1) dan seterusnya sampai akhir surat.

ﻋﻦ ﻋﻘﺒﺔ ﺑﻦ ﻋﺎﻣﺮ ﻗﺎﻝ: ﺑﻴﻨﺎ ﺃﻧﺎ ﺃﺳﻴﺮ ﻣﻊ‎ ‎ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻴﻦ‎ ‎ﺍﻟﺠﺤﻔﺔ ﻭﺍﻷﺑﻮﺍﺀ ﺇﺫ ﻏﺸﻴﺘﻨﺎ ﺭﻳﺤﻮﻇﻠﻤﺔ‎ ‎ﺷﺪﻳﺪﺓ، ﻓﺠﻌﻞ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺘﻌﻮﺫ ﺑـ﴿ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ‏‎ ‎ﭐﻟۡﻔَﻠَﻖِ﴾ﻭ﴿ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ﴾ ﻭﻳﻘﻮﻝ:‏‎ ‎‏) )ﻳﺎ ﻋﻘﺒﺔ ﺗﻌﻮﺫ ﺑﻬﻤﺎ، ﻓﻤﺎ ﺗﻌﻮﺫ ﺑﻬﻤﺎ‎ ‎ﻣﺘﻌﻮﺫ ﺑﻤﺜﻠﻬﻤﺎ ( ( ﻗﺎﻝ: ﻭﺳﻤﻌﺘﻪ ﻳﺆﻣﻨﺎ‎ ‎ﺑﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ. ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ

Dari Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Saat aku berjalan bersama Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam antara Juhfah dan Abwa’ malam itu angin bertiup kencang dan gelap gulita. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memohon perlindungan Allah dengan membaca surat Al-Falaq:

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟۡﻔَﻠَﻖِ

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (QS. Al-Falaq: 1) dan seterusnya sampai akhir surat.

Dan surat An-Naas:

ﻗُﻞۡ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. ” (QS. An Naas: 1) dan seterusnya sampai akhir surat.

Lalu beliau bersabda: Wahai Uqbah mohonlah perlindungan Allah dengan membaca dua surat tersebut, karena tidak ada cara berlindung yang menyamai keduanya.” Uqbah berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam membacanya saat mengimami shalat.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

PERTAHANAN KEEMPAT

Membaca ayat Al-Kursy,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ: ﻭﻛﻠﻨﻲ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ‏‎ ‎ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺤﻔﻆ ﺯﻛﺎﺓ‎ ‎ﺭﻣﻀﺎﻥ، ﻓﺄﺗﺎﻧﻲ ﺁﺕ ﻓﺠﻌﻞ ﻳﺤﺜﻮ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﻓﺄﺧﺬﺗﻪ ﻓﻘﻠﺖ: ﻷﺭﻓﻌﻨﻚ ﺇﻟﻰ‎ ‎ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ :‏‎ ‎ﺇﺫﺍ ﺃﻭﻳﺖ ﺇﻟﻰ ﻓﺮﺍﺷﻚ ﻓﺎﻗﺮﺃ ﺁﻳﺔ‎ ‎ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ:﴿ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎٓ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﭐﻟۡﺤَﻲُّ‏‎ ‎ﭐﻟۡﻘَﻴُّﻮﻡُۚ..…﴾؛ ﻓﺈﻧﻚ ﻟﻦ ﻳﺰﺍﻝ ﻋﻠﻴﻚ ﻣﻦ ﺍﻟﻠَّﻪ‎ ‎ﺣﺎﻓﻆ، ﻭﻻ ﻳﻘﺮﺑﻚ ﺷﻴﻄﺎﻥ ﺣﺘﻰ ﺗﺼﺒﺢ …‏‎ ‎ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ) ﺃﻣﺎ‎ ‎ﺇﻧﻪ ﻗﺪ ﺻﺪﻗﻚ، ﻭﻫﻮ ﻛﺬﻭﺏ، ﺫﺍﻙ‎ ‎ﺷﻴﻄﺎﻥ (. ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mempercayakanku menjaga harta zakat bulan Ramadhan, lalu ada seseorang yang datang mencuri makanan maka aku mengangkapnya dan berkata: “Demi Allah, engkau akan kuadukan kepada Rasulullah,” ia berkata: “Bila engkau hendak berada di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al-kursiy:

ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺎٓ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﭐﻟۡﺤَﻲُّ ﭐﻟۡﻘَﻴُّﻮﻡُۚ …

(Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (mahluk-Nya) … hingga akhir ayat, sesungguhnya engkau selalu berada di dalam penjagaan Allah dan setan tidak akan mendekatimu hingga waktu pagi,” maka Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya dia berkata jujur kepadamu dalam hal ini, sedang dia adalah seorang pendusta. Itulah setan.” (HR. Al-Bukhari)

PERTAHANAN KELIMA

Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah yaitu:

ﺀَﺍﻣَﻦَ ﭐﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﺑِﻤَﺎٓ ﺃُﻧﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴۡﻪِ ﻣِﻦ ﺭَّﺑِّﻪِۦ‎ ‎ﻭَﭐﻟۡﻤُﺆۡﻣِﻨُﻮﻥَۚ …‏‎ ‎ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺍﻟﺒﺪﺭﻱ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ‎ ‎ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ) ﻣﻦ‎ ‎ﻗﺮﺃ ﺑﺎﻵﻳﺘﻴﻦ ﻣﻦ ﺁﺧﺮ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ﻓﻲ‎ ‎ﻟﻴﻠﺔ ﻛﻔﺘﺎﻩ ( ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ

Dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ’anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah di suatu malam, maka itu mencukupinya.” (Muttafaq ’alaih)

PERTAHANAN KEENAM

Membaca surat Al-Baqarah,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺃﻥ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ) ﻻ ﺗﺠﻌﻠﻮﺍ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ‎ ‎ﻣﻘﺎﺑﺮ ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﻨﻔﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻱ‎ ‎ﺗﻘﺮﺃ ﻓﻴﻪ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ ( ﺃﺧﺮﺟﻪ ﻣﺴﻠﻢ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)

PERTAHANAN KETUJUH

Banyak berzikir, membaca Al-Quran, bertasbih, bertahmid, bertakbir dan bertahlil,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓﺃﻥ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ) ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ‏‎ ‎ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ‏‎ ‎ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ، ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻣﺎﺋﺔ‎ ‎ﻣﺮﺓ ﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﻋﺪﻝ ﻋﺸﺮ ﺭﻗﺎﺏ، ﻭﻛﺘﺒﺖ ﻟﻪ‎ ‎ﻣﺎﺋﺔ ﺣﺴﻨﺔ، ﻭﻣﺤﻴﺖ ﻋﻨﻪ ﻣﺎﺋﺔ ﺳﻴﺌﺔ،‏‎ ‎ﻭﻛﺎﻧﺖ ﻟﻪ ﺣﺮﺯﺍً ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﻮﻣﻪ ﺫﻟﻚ‎ ‎ﺣﺘﻰ ﻳﻤﺴﻲ، ﻭﻟﻢ ﻳﺄﺕ ﺃﺣﺪ ﺑﺄﻓﻀﻞ ﻣﻤﺎ‎ ‎ﺟﺎﺀ ﺑﻪ؛ ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﻋﻤﻞ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ (‏‎ ‎ﻣﺘﻖ ﻋﻠﻴﻪ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mengucapkan:

ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ‏‎ ‎ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ

(Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, semua kerajaan adalah milik-Nya, dan bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa terhadap segala sesuatu) dalam satu hari seratus kali, niscaya diberikan baginya pahala sebanding dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dan ditulis untuknya seratus kebajikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, dan ia terlindungi dari syetan di hari itu hingga sore dan tidak seorangpun yang lebih utama daripada dirinya kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak darinya.” (Muttafaq ‘alaih)

PERTAHANAN KEDELAPAN

Membaca do’a saat keluar rumah,

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ ﺑﻦ ﻣﺎﻟﻚ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: )ﺇﺫﺍ ﺧﺮﺝ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻣﻦ‎ ‎ﺑﻴﺘﻪ ﻓﻘﺎﻝ: ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ،‏‎ ‎ﻭَﻻَ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ. ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻪ :‏‎ ‎ﻫﺪﻳﺖ ﻭﻛﻔﻴﺖ ﻭﻭﻗﻴﺖ، ﻓﺘﻨﺤﻰ ﻟﻪ‎ ‎ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ، ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻪ ﺷﻴﻄﺎﻥ ﺁﺧﺮ: ﻛﻴﻒ‎ ‎ﻟﻚ ﺑﺮﺟﻞ ﻗﺪ ﻫﺪﻱ ﻭﻛﻔﻲ ﻭﻭﻗﻲ (. ﺭﻭﺍﻩ‎ ‎ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan:

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﻻَ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ‏‎ ‎ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ

(Bismillah aku bertawakal kepada Allah dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan Allah) akan dikatakan kepadanya, “Engkau telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga dan setan menjauh darinya, dan setan yang lain berkata kepadanya: Bagaimana mungkin engkau bisa menggoda seseorang yang telah ditunjuki, dan telah dicukupi, dan telah dijaga.” (HR. Abu Daud, Tarmizi]

PERTAHANAN KESEMBILAN

Berdo’a saat berada di suatu tempat,

ﻋﻦ ﺧﻮﻟﺔ ﺑﻨﺖ ﺣﻜﻴﻢ ﻗﺎﻟﺖ ﺳﻤﻌﺖ‎ ‎ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ:‏‎ ‎‏)ﺇﺫﺍ ﻧﺰﻝ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻣﻨﺰﻻً ﻓﻠﻴﻘﻞ: ﺃَﻋُﻮْﺫُ‏‎ ‎ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ،‏‎ ‎ﻓﺈﻧﻪ ﻻ ﻳﻀﺮﻩ ﺷﻲﺀ ﺣﺘﻰ ﻳﺮﺗﺤﻞ ﻣﻨﻪ (‏‎ ‎ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴﻠِﻢٌ

Dari Khaulah binti Hakim radhiyallahu ’anha berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang kamu berada di suatu tempat maka ucapkanlah:

ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣَﺎ‎ ‎ﺧَﻠَﻖَ

(Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan mahluk-Nya), niscaya dia tidak akan terkena gangguan apapun sehingga dia meninggalkan tempat tersebut.” (HR. Muslim)

PERTAHANAN KESEPULUH

Menahan menguap dan meletakkan tangan di mulut ketika menguap,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ ﺍﻟﺨﺪﺭﻱ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭَﺳُﻮﻝ‎ ‎ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ) ﺇﺫﺍ ﺗﺜﺎﺀﺏ‎ ‎ﺃﺣﺪﻛﻢ؛ ﻓﻠﻴﻤﺴﻚ ﺑﻴﺪﻩ ﻋﻠﻰ ﻓﻴﻪ؛ ﻓﺈﻥ‎ ‎ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﺪﺧﻞ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴﻠِﻢٌ

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang kalian menguap, maka tahanlah dengan meletakkan tangan pada mulut karena sesungguhnya setan berusaha masuk.” (HR. Muslim)

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ) ﺍﻟﺘﺜﺎﺅﺏ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ، ﻓﺈﺫﺍ ﺗﺜﺎﺀﺏ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻠﻴﻜﻈﻢ ﻣﺎ‎ ‎ﺍﺳﺘﻄﺎﻉ ( ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Menguap itu penyebabnya adalah setan, maka apabila salah seorang kamu menguap hendaklah menahan semampunya.” (Muttafaq ‘alaih)

PERTAHANAN KESEBELAS

Adzan,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺃﻥ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ) ﺇﺫﺍ ﻧﻮﺩﻱ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ،‏‎ ‎ﺃﺩﺑﺮ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ، ﻭﻟﻪ ﺿﺮﺍﻁ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺴﻤﻊ‎ ‎ﺍﻟﺘﺄﺫﻳﻦ، ﻓﺈﺫﺍ ﻗﻀﻲ ﺍﻟﻨﺪﺍﺀ، ﺃﻗﺒﻞ ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ‎ ‎ﺛﻮﺏ ﻟﻠﺼﻼﺓ ﺃﺩﺏ، ﺣﺘﻰ ﺇﺫﺍ ﻗﻀﻲ‎ ‎ﺍﻟﺘﺜﻮﻳﺐ، ﺃﻗﺒﻞ ﺣﺘﻰ ﻳﺨﻄﺮ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻤﺮﺀ‎ ‎ﻭﻧﻔﺴﻪ، ﻳﻘﻮﻝ: ﺍﺫﻛﺮ ﻛﺬﺍ! ﻭﺍﺫﻛﺮ ﻛﺬﺍ! ﻟﻤﺎ‎ ‎ﻟﻢ ﻳﺬﻛﺮ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ، ﺣﺘﻰ ﻳﻈﻞ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻣﺎ‎ ‎ﻳﺪﺭﻱ ﻛﻢ ﺻﻠﻰ؟(! ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Bila adzan shalat dikumandangkan setan lari dengan mengeluarkan kentut sehingga seseorang tidak mendengar suara adzan, dan apabila adzan selesai dikumandangkan setan datang kembali, hingga apabila iqomat dikumandangkan setan kembali lari hingga apabila iqomat selesai setan datang lagi kemudian mengganggu pikiran orang yang sedang shalat, dia berkata: “Ingat ini, ingat itu”, sesuatu yang tidak pernah dia ingat sebelumnya sehingga seorang lelaki tidak tahu berapa rakaatkah dia shalat.” (Muttafaq ’alaih)

PERTAHANAN KEDUA BELAS

Membaca do’a memasuki masjid,

ﻋﻦ ﻋﻘﺒﺔ ﻗﺎﻝ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ‎ ‎ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ‎ ‎ﻗﺎﻝ: ) ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﺑِﻮَﺟْﻬِﻪِ‏‎ ‎ﺍﻟْﻜَﺮِﻳْﻢِ، ﻭَﺳُﻠْﻄَﺎﻧِﻪِ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳْﻢِ، ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ‏‎ ‎ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ ( ﻗﺎﻝ: ﺃﻗﻂ؟ ﻗﻠﺖ: ﻧﻌﻢ، ﻗﺎﻝ:‏‎ ‎ﻓﺈﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺫﻟﻚ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ: ﺣﻔﻆ ﻣﻨﻲ‎ ‎ﺳﺎﺋﺮ ﺍﻟﻴﻮﻡ. ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ

Dari Uqbah radhiyallahu ’anhu, ia berkata: Abdullah bin Amru radhiyallahu `anhuma menceritakan kepada kami dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bahwa beliau saat memasuki masjid membaca:

ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﺑِﻮَﺟْﻬِﻪِ ﺍﻟْﻜَﺮِﻳْﻢِ،‏‎ ‎ﻭَﺳُﻠْﻄَﺎﻧِﻪِ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳْﻢِ، ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ

“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk.” Uqbah berkata: “Apakah cukup itu saja?” Abdullah berkata: “Ya.” Abdullah berkata: “Barangsiapa yang membacanya maka setan akan berkata: “Orang ini terlindungi dari gangguanku sepanjang hari ini.” (HR. Abu Daud)

PERTAHANAN KETIGA BELAS

Membaca doa keluar masjid,

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ) ﺇﺫﺍ ﺩﺧﻞ ﺃﺣﺪﻛﻢ‎ ‎ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻓﻠﻴﺴﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻟﻴﻘﻞ: ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻓْﺘَﺢْ ﻟِﻲْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ‏‎ ‎ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻭﺇﺫﺍ ﺧﺮﺝ ﻓﻠﻴﺴﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ‎ ‎ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻟﻴﻘﻞ: ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ‏‎ ‎ﺍﻋْﺼِﻤْﻨِﻲْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ(. ﺃﺧﺮﺟﻪ‎ ‎ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ

Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian memasuki masjid maka ucapkanlah shalawat kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan ucapkan:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻓْﺘَﺢْ ﻟِﻲْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ

“Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

Dan bila keluar maka ucapkanlah shalawat kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan ucapkan:

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻋْﺼِﻤْﻨِﻲْ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺍﻟﺮَّﺟِﻴْﻢِ

“Ya Allah, lindungilah aku dari godaan setan yang terkutuk.” (HR. Ibnu Majah)

PERTAHANAN KEEMPAT BELAS

Berwudhu dan shalat terutama saat marah atau syahwat sedang membara. Karena wudhu sangat ampuh meredam marah dan gejolak syahwat.

PERTAHANAN KELIMA BELAS

Mentaati Allah dan Rasul-Nya, dan menghindari: Banyak bicara, memandang hal yang haram, makan yang banyak dan banyak bergaul.

PERTAHANAN KEENAM BELAS

Membersihkan rumah dari gambar, foto, patung, anjing dan lonceng.

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ‏‎ ‎ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: )ﻻ ﺗﺪﺧﻞ‎ ‎ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺑﻴﺘﺎ ﻓﻴﻪ ﺗﻤﺎﺛﻴﻞ ﺃﻭ ﺗﺼﺎﻭﻳﺮ (‏‎ ‎ﺃﺧﺮﺟﻪ ﻣﺴﻠﻢ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung atau gambar.” (HR. Muslim)

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠَّﻪِ‏‎ ‎ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: )ﻻ ﺗﺼﺤﺐ‎ ‎ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺭﻓﻘﺔ؛ ﻓﻴﻬﺎ ﻛﻠﺐ ﺃﻭ ﺟﺮﺱ (‏‎ ‎ﺭَﻭَﺍﻩُ ﻣُﺴْﻠِﻢٌ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Para malaikat tidak menyertai suatu rombongan yang disertai anjing atau lonceng.” (HR. Muslim)

PERTAHANAN KETUJUH BELAS

Menghindari tempat berdiamnya jin dan setan yaitu pada reruntuhan rumah dan tempat-tempat najis, seperti: jamban, tempat pembuangan sampah, dan tempat yang tidak dihuni, seperti: gurun, tepian pantai yang jauh dari pemukiman, kandang unta dan lain-lain.

[Dinukil dari kitab Mulakhkhos Al-Fiqh Al-Islami karya Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri hafizhahullah]

ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ‎ ‎ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ

Sumber: http://sofyanruray.info/tujuh-belas-pertahanan-diri-dari-gangguan-setan/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 02/05/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: