Membantah Syubhat: Fira’un Mati dalam Keadaan Beriman

Telah tersebar Koran Ukkâdz pada hari Selasa tanggal 15-1-1432 H. Sebuah makalah dengan penulis Najîb Ashâm Yamâny dengan judul “Apakah Fir’aun Mati Dalam Keadaan Kafir?”.

Dia berkata, “Sesungguhnya dia (Fir’aun) telah mengucapkan syahadat di saat sekarat dan mengumumkan keimanannya kepada Allah dan tauhidnya ketika dia akan mati. Disebutkan di dalam firman-Nya,

ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺩْﺭَﻛَﻪُ ﺍﻟْﻐَﺮَﻕُ ﻗَﺎﻝَ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻻ‎ ‎ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺁﻣَﻨَﺖْ ﺑِﻪِ ﺑَﻨُﻮ ﺇِﺳْﺮَﺍﺋِﻴﻞَ ﻭَﺃَﻧَﺎ‎ ‎ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ

“Hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam, berkatalah dia, ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Yûnus: 90)

Maka ini adalah syahadat yang sangat jelas. Allah Subhânahu telah berfirman di dalam ayat yang lain,

ﻭَﻟَﻴْﺴَﺖْ ﺍﻟﺘَّﻮْﺑَﺔُ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ‏‎ ‎ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﻀَﺮَ ﺃَﺣَﺪَﻫُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ‎ ‎ﺗُﺒْﺖُ ﺍﻵﻥَ ﻭَﻻ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻤُﻮﺗُﻮﻥَ ﻭَﻫُﻢْ ﻛُﻔَّﺎﺭٌ

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) apabila telah datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.’ Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran.” (An-Nisâ`: 18)

Sedangkan Fir’aun itu mati setelah dia mengucapkan syahadat. Maka di atas hukum asalnya yaitu tidak mati dalam keadaan kafir.”

Hingga akhir apa yang dia katakan.

Sungguh, engkau wahai orang yang berakal, pasti merasa sangat heran dari kontradiksi yang sangat mengherankan ini dari ucapan Najib ini. Dimana dia membawakan sebuah ayat yang menunjukkan akan salahnya apa yang dia ucapkan yang dengannya dia hendak mengambil kesimpulan akan keimanannya Fir’aun. Padahal Allah telah berfirman,

ﻭَﻟَﻴْﺴَﺖْ ﺍﻟﺘَّﻮْﺑَﺔُ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺎﺕِ‏‎ ‎ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﻀَﺮَ ﺃَﺣَﺪَﻫُﻢْ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧِّﻲ‎ ‎ﺗُﺒْﺖُ ﺍﻵﻥَ

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) apabila telah datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertaubat sekarang’.” (An-Nisâ`: 18)

Dan sesungguhnya Fir’aun mengatakan hal yang demikian hanyalah pada saat ajal akan menjemputnya dan Allah telah menafikan diterimanya taubat pada setiap orang yang keadaannya seperti keadaannya Fir’aun ini. Karena Fir’aun berkata, “Aku beriman.” Ketika dia akan tenggelam dan pada saat akan mati. Maka tidak ada taubat baginya berdasarkan keterangan dari ayat yang mulia ini.

Nabi shallallâhu alaihi wa sallam telah bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﻘْﺒَﻞُ ﺗَﻮْﺑَﺔَ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﻐَﺮْﻏِﺮْ

“Sesungguhnya Allah menerima taubatnya seorang hamba selama dia belum sekarat.”

Maksudnya nyawanya sudah sampai di tenggorokan. Dan Fir’aun mengatakan perkataan itu ketika nyawanya sudah di tenggorokan dengan merasakan bahwa dirinya akan tenggelam dan dia yakin bahwa kematian tidak bisa dihindari lagi. Allah berfirman mengkisahkannya,

ﺃَﺍﻵﻥَ ﻭَﻗَﺪْ ﻋَﺼَﻴْﺖَ ﻗَﺒْﻞُ ﻭَﻛُﻨْﺖَ ﻣِﻦْ‏‎ ‎ﺍﻟْﻤُﻔْﺴِﺪِﻳﻦَ

“Apakah baru sekarang (kamu beriman)? Padahal sebelumnya kamu menentang dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Yûnus: 91)
‎ ‎
ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻣْﺮُ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ ﺑِﺮَﺷِﻴﺪٍ* ﻳَﻘْﺪُﻡُ ﻗَﻮْﻣَﻪُ ﻳَﻮْﻡَ‏‎ ‎ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻓَﺄَﻭْﺭَﺩَﻫُﻢْ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﺑِﺌْﺲَ ﺍﻟْﻮِﺭْﺩُ‏‎ ‎ﺍﻟْﻤَﻮْﺭُﻭﺩُ* ﻭَﺃُﺗْﺒِﻌُﻮﺍ ﻓِﻲ ﻫَﺬِﻩِ ﻟَﻌْﻨَﺔً ﻭَﻳَﻮْﻡَ‏‎ ‎ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺌْﺲَ ﺍﻟﺮِّﻓْﺪُ ﺍﻟْﻤَﺮْﻓُﻮﺩُ

“Padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi. Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan.” (Hûd: 97-99)

Dan Allah berfirman,

ﻭَﺍﺳْﺘَﻜْﺒَﺮَ ﻫُﻮَ ﻭَﺟُﻨُﻮﺩُﻩُ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺑِﻐَﻴْﺮِ‏‎ ‎ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻇَﻨُّﻮﺍ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﻻ ﻳُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ*‏‎ ‎ﻓَﺄَﺧَﺬْﻧَﺎﻩُ ﻭَﺟُﻨُﻮﺩَﻩُ ﻓَﻨَﺒَﺬْﻧَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻴَﻢِّ‏‎ ‎ﻓَﺎﻧﻈُﺮْ ﻛَﻴْﻒَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﺎﻗِﺒَﺔُ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ*‏‎ ‎ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻫُﻢْ ﺃَﺋِﻤَّﺔً ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻭَﻳَﻮْﻡَ‏‎ ‎ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻻ ﻳُﻨﺼَﺮُﻭﻥَ* ﻭَﺃَﺗْﺒَﻌْﻨَﺎﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﻫَﺬِﻩِ‏‎ ‎ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻌْﻨَﺔً ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻫُﻢْ ﻣِﻦْ‏‎ ‎ﺍﻟْﻤَﻘْﺒُﻮﺣِﻴﻦَ

“Dan Fir’aun dan bala tentaranya bersikap angkuh di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. Maka Kami memberi Fir’aun dan bala tentaranya hukuman, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini, dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).” (Al-Qashâsh: 39-42)

Dan telah saya jelaskan pada setiap ayat yang berkaitan dengan kedaannya Fir’aun bahwa dia tetap berada di atas kekafiran dan kesombongan sampai mati. Allah berfirman tentang kisahnya,

ﻓَﺄَﺧَﺬَﻩُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻧَﻜَﺎﻝَ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﻭَﺍﻷُﻭﻟَﻰ

“Maka Allah mengadzabnya dengan adzab di akhirat dan adzab di dunia.” (An-Nâzi`ât: 25)

Maksudnya siksaan di dunia dan akhirat. Dan tidak ada seorangpun yang mengingkari kafirnya Fir’aun dan matinya dalam keadaan kafir kecuali pengikut aliran Wihdatul Wujud (Manunggaling Kawula lan Gusti) dari pengikutnya Ibnu Arabi dan orang-orang yang semisalnya.

Dan hadits-hadits yang dijadikan sebagai dalil oleh penulis tentang orang yang mengucapkan Lâ ilâha illallâh kemudian terbunuh di jalan Allah maka dia masuk surga. Yaitu orang yang mengucapkan kalimat tauhid kemudian dibunuh oleh Usamah bin Zaid radhiyallâhu anhu karena Usamah mengira bahwa orang itu mengucapkan kalimat Tauhid karena hendak menghindari pedangnya. Lalu Nabi shallallâhu alaihi wa sallam mengingkari pembunuhannya setelah orang itu mengucapkannya. Dan hadits-hadits yang semisalnya itu hanya berkaitan tentang orang yang mengucapkan kalimat Tauhid dalam keadaan dia merasa yakin (dengan kebenaran kalimat itu ,pen) sebelum dia sekarat dan sebelum nyawanya mencapai tenggorokan.

Hal ini berbeda dengan Fir’aun. Sesungguhnya dia mengucapkan kalimat tauhid ini setelah dia tenggelam dan melihat Malaikat Maut. Maka yang wajib bagi penulis yaitu Najib Yamani untuk mencabut kembali dari pendapat yang seperti ini yang tidak ada seorangpun dari pengikut kebenaran yang berpendapat dengannya. Dan hendaklah dia menulis kalimat pencabutan kembali pendapatnya ini di dalam sebuah kalimat yang disebarkan oleh media massa yang memuat pendapatnya yang sekarang kita bantah ini. Dan janganlah dia melibatkan dirinya kepada sesuatu yang tidak baik baginya.

Syaikhul Islam rahimahullâh berkata di dalam Jâmi’ur Rasâil, “Dan pendapat ini pendapat yang mengantar kepada kekufuran yang diketahui kerusakannya secara aksioma dalam agama Islam. Tidak ada seorangpun dari kaum muslimin yang berpendapat dengan pendapat ini, kecuali Ibnu Arabi. Tidak pula orang-orang Yahudi demikian juga orang-orang Nashrani. Bahkan pengikut seluruh agama sepakat akan kafirnya Fir’aun. Dan ini menurut para ulama dan masyarakat awam lebih jelas dari membuat kesimpulan sesuatu dengan dalil. Tidak ada seorangpun yang kafir kepada Allah dan mengaku dirinya memiliki wewenang Rububiyah (yang mengatur alam semesta) dan wewenang Uluhiyah (yang berhak disembah) kecuali Fir’aun ini.”

Selesai dari Juz pertama (Hal. 277). Wallahu alam.

Semoga Allah memberikan taufiknya kepada kita semua untuk mengucapkan kebenaran dan mengamalkannya. Semoga Allah memberikan shalawat kepada Nabi kita Muhammad shallallâhu alaihi wa sallam dan para shahabatnya.

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
Anggota Persatuan Ulama Besar Arab Saudi.

[Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13150%5D

Sumber: http://alfawzan.net/makalah/firaun-mati-dalam-keadaan-kafir

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 11/05/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: