Benarkah Allah Membenci Orang Gendut?

Tanya: Benarkah Allah membenci orang gemuk? Mohon pencerahannya? Trim’s
Aab N – Sleman

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada beberapa dalil yang menunjukkan celaan bagi orang gemuk karena banyak makan. Diantaranya,

Dari Imran bin Hushain Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺧَﻴْﺮُﻛُﻢْ ﻗَﺮْﻧِﻲ، ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ، ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ‏‎ ‎ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ ، ﺇِﻥَّ ﺑَﻌْﺪَﻛُﻢْ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﻳَﺨُﻮﻧُﻮﻥَ ﻭَﻻَ‏‎ ‎ﻳُﺆْﺗَﻤَﻨُﻮﻥَ، ﻭَﻳَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﻭَﻻَ ﻳُﺴْﺘَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ،‏‎ ‎ﻭَﻳَﻨْﺬِﺭُﻭﻥَ ﻭَﻻَ ﻳَﻔُﻮﻥَ، ﻭَﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻓِﻴﻬِﻢُ ﺍﻟﺴِّﻤَﻦُ

Generasi terbaik adalah generasi di zamanku, kemudian masa setelahnya, kemudian generasi setelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka kegemukan.” (HR. Bukhari 2651 dan Muslim 6638)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺧَﻴْﺮُ ﺃُﻣَّﺘِﻰ ﺍﻟْﻘَﺮْﻥُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺑُﻌِﺜْﺖُ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺛُﻢَّ‏‎ ‎ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ… ﺛُﻢَّ ﻳَﺨْﻠُﻒُ ﻗَﻮْﻡٌ ﻳُﺤِﺒُّﻮﻥَ‏‎ ‎ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻧَﺔَ، ﻳَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳُﺴْﺘَﺸْﻬَﺪُﻭﺍ

“Sebaik-baik umatku adalah masyarakat yang aku di utus di tengah mereka (para sahabat), kemudian generasi setelahnya. Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi.” (HR. Muslim 6636 dan Ahmad 7322)

Keterangan al-Qurthubi (w. 671 H)

Ketika menyebutkan hadits di atas, beliau mengatakan,

ﻭﻫﺬﺍ ﺫﻡ. ﻭﺳﺒﺐ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﺍﻟﺴﻤﻦ‎ ‎ﺍﻟﻤﻜﺘﺴﺐ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻦ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻷﻛﻞ‎ ‎ﻭﺍﻟﺸﺮﻩ، ﻭﺍﻟﺪﻋﺔ ﻭﺍﻟﺮﺍﺣﺔ ﻭﺍﻷﻣﻦ‎ ‎ﻭﺍﻻﺳﺘﺮﺳﺎﻝ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻋﻠﻰ ﺷﻬﻮﺍﺗﻬﺎ،‏‎ ‎ﻓﻬﻮ ﻋﺒﺪ ﻧﻔﺴﻪ ﻻ ﻋﺒﺪ ﺭﺑﻪ، ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻫﺬﺍ‎ ‎ﺣﺎﻟﻪ ﻭﻗﻊ ﻻ ﻣﺤﺎﻟﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ

Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk. Karena gemuk yang bukan bawaan penyebabnya banyak makan, minum, santai, foya-foya, selalu senang, dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamda bagi Tuhannya. Orang yang hidupnya seperti ini pasti akan terjerumus kepada yang haram… Allah mencela orang kafir yang hidupnya hanya makan, seperti binatang. Allah berfirman,

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻳَﺘَﻤَﺘَّﻌُﻮﻥَ ﻭَﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﻛَﻤَﺎ‎ ‎ﺗَﺄْﻛُﻞُ ﺍﻟْﺄَﻧْﻌَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻣَﺜْﻮًﻯ ﻟَﻬُﻢْ

“Orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (Muhammad: 12)

Al-Qurthubi juga menegaskan, tradisi banyak makan, hobi kuliner, adalah kebiasaan orang kafir. Beliau melanjutkan,

ﻭﻗﺪ ﺫﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺑﻜﺜﺮﺓ ﺍﻷﻛﻞ‎ ‎ﻓﻘﺎﻝ} :ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻳَﺘَﻤَﺘَّﻌُﻮﻥَ ﻭَﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ‏‎ ‎ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺄْﻛُﻞُ ﺍﻟْﺄَﻧْﻌَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺭُ ﻣَﺜْﻮﻯً ﻟَﻬُﻢْ{ ﻓﺈﺫﺍ‎ ‎ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ ﻳﺘﺸﺒﻪ ﺑﻬﻢ، ﻭﻳﺘﻨﻌﻢ ﺑﺘﻨﻌﻤﻬﻢ‎ ‎ﻓﻲ ﻛﻞ ﺃﺣﻮﺍﻟﻪ ﻭﺃﺯﻣﺎﻧﻪ، ﻓﺄﻳﻦ ﺣﻘﻴﻘﺔ‎ ‎ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ، ﻭﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﻮﻇﺎﺋﻒ ﺍﻹﺳﻼﻡ؟!
ﻭﻣﻦ ﻛﺜﺮ ﺃﻛﻠﻪ ﻭﺷﺮﺑﻪ ﻛﺜﺮ ﻧﻬﻤﻪ ﻭﺣﺮﺻﻪ،‏‎ ‎ﻭﺯﺍﺩ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ ﻛﺴﻠﻪ ﻭﻧﻮﻣﻪ، ﻓﻜﺎﻥ ﻧﻬﺎﺭﻩ‎ ‎ﻫﺎﺋﻤﺎ، ﻭﻟﻴﻠﻪ ﻧﺎﺋﻤﺎ

Allah mencela orang kafir karena banyak makan. Allah berfirman (yang artinya), “Orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.”

Karena itu, apabila ada orang mukmin yang meniru tradisi mereka, dan menikmati segala kenikmatan dunia setiap saat, lantas dimana hakikat imannya dan pelaksanaan Islam pada dirinya?! Barangsiapa yang banyak makan dan minum, maka ia akan semakin rakus dan tamak, bertambah malas dan banyak tidur di malam hari. Siang harinya dipakai untuk makan dan minum, sedangkan malamnya hanya untuk tidur. (Tafsir al-Qurthubi, 11/67)

Hadits lain yang menunjukkan celaan bagi gemuk,

Dari Ja’dah bin Khalid, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat ada orang gendut. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk perutnya,

ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﻫَﺬَﺍ ﻓِﻲ ﻏَﻴْﺮِ ﻫَﺬَﺍ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻟَﻚَ‏

Andai gendut ini tidak di sini, nscaya itu lebih baik bagimu. (HR. Ahmad 15868, dan sanadnya didhaifkan Syuaib al-Arnauth)

Kemudian dalam hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma,

Suatu ketika ada orang bersendawa di dekat Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menegurnya,

ﻛﻒّ ﻋﻨﺎ ﺟُﺸﺎﺀﻙ ، ﻓﺈﻥَّ ﺃﻛﺜﺮﻫﻢ ﺷﺒﻌﺎً‏‎ ‎ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺃﻃﻮﻟُﻬﻢ ﺟﻮﻋﺎً ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ

Jangan keras-keras sendawanya, sesungguhnya orang yang paling sering kenyang di dunia, dia paling lama laparnya di akhirat. (HR. Turmudzi 2666 dan dihasankan al-Albani)

Kemudian, disebutkan pula dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menceritakan salah satu model manusia yang disiksa di hadapan seluruh makhluk,

ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻴَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢُ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻦُ ﻳَﻮْﻡَ‏‎ ‎ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻻَ ﻳَﺰِﻥُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻨَﺎﺡَ ﺑَﻌُﻮﺿَﺔٍ،‏‎ ‎ﻭَﻗَﺎﻝَ: ﺍﻗْﺮَﺀُﻭﺍ }ﻓَﻠَﺎ ﻧُﻘِﻴﻢُ ﻟَﻬُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ‏‎ ‎ﻭَﺯْﻧًﺎ{

Sesungguhnya akan didatangkan seseorang yang sangat besar dan gemuk pada hari kiamat, akan tetapi timbangannya di sisi Allah tidak seberat sayap nyamuk. Bacalah firman Allah, (yang artinya), “Dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (HR. Bukhari 4729 & Muslim 7222)

Ketika menyebutkan hadits di atas, an-Nawawi mengatakan,

“ ﻻﻳﺰﻥ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺟﻨﺎﺡ ﺑﻌﻮﺿﺔ” ﺃﻯ‎ ‎ﻻﻳﻌﺪﻟﻪ ﻓﻰ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻭﺍﻟﻤﻨﺰﻟﺔ ﺃﻯ ﻻﻗﺪﺭ ﻟﻪ‎ ‎ﻭﻓﻴﻪ ﺫﻡ ﺍﻟﺴﻤﻦ

“Timbangannya di sisi Allah tidak seberat sayap nyamuk,” artinya beratnya dan nilainya tidak menyamai sayap nyamuk, artinya tidak ada nilainya. Di sini terdapat celaan bagi kondisi gemuk. (Syarah sahih Muslim, 17/129)

Celaan Imam as-Syafii kepada Orang Gemuk

Dari Hasan bin Idris al-Halwani menyatakan bahwa beliau mendengar komentar Imam as-Syafii tentang orang gemuk,

ﻣﺎ ﺃﻓﻠﺢ ﺳﻤﻴﻦ ﻗﻂ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺤﻤﺪ‎ ‎ﺑﻦ ﺍﻟﺤﺴﻦ

Sama sekali tidak akan beruntung orang yang gemuk, kecuali Muhammad bin Hasan As-Syaibany (Gurunya as-Syafi’i). Beliau ditanya, “Mengapa demikian?” Jawab beliau,

ﻷﻥ ﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﻻ ﻳﺨﻠﻮ ﻣﻦ ﺇﺣﺪﻯ ﺧﻠﺘﻴﻦ ﺇﻣﺎ‎ ‎ﺃﻥ ﻳﻐﺘﻢ ﻵﺧﺮﺗﻪ ﻭﻣﻌﺎﺩﻩ ﺃﻭ ﻟﺪﻧﻴﺎﻩ‎ ‎ﻭﻣﻌﺎﺷﻪ ﻭﺍﻟﺸﺤﻢ ﻣﻊ ﺍﻟﻐﻢ ﻻ ﻳﻨﻌﻘﺪ ﻓﺎﺫﺍ‎ ‎ﺧﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻌﻨﻴﻴﻦ ﺻﺎﺭ ﻓﻲ ﺣﺪ ﺍﻟﺒﻬﺎﺋﻢ‎ ‎ﻓﻴﻌﻘﺪ ﺍﻟﺸﺤﻢ

Karena seorang yang berakal tidak lepas dari dua hal; sibuk memikirkan urusan akhiratnya atau urusan dunianya, sedangkan kegemukan tidak terjadi jika banyak pikiran. Jika seseorang tidak memikirkan akhiratnya atau dunianya berarti dia sama saja dengan hewan, jadilah gemuk. (Hilyah al-Auliya’, 9/146)

Gemuk yang Tidak Tercela

Bagian ini yang dikecualikan, gemuk yang tidak tercela. Gemuk bukan karena malas-malasan, dan bukan karena terlalu banyak makan. Dia tetap menjadi pahlawan bagi umat, dan berusaha melakukan aktivitas yang bermanfaat. Sebagaimana yang dialami Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di penghujung usia beliau dan beberapa sahabat lainnya.

Aisyah menceritakan,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻛَﺎﻥَ‏‎ ‎ﻳُﻮﺗِﺮُ ﺑِﺘِﺴْﻊِ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺑَﺪَّﻥَ ﻭَﻟَﺤُﻢَ ﺻَﻠَّﻰ‎ ‎ﺳَﺒْﻊَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﺛُﻢَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻭَﻫُﻮَ‏‎ ‎ﺟَﺎﻟِﺲٌ

Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan witir 9 rakaat, setelah beliau mulai gemuk dan berdaging, beliau shalat 7 rakaat. Kemudian shalat 2 rakaat sambil duduk. (HR. Ahmad 26651 dan Bukhari 4557)

Dari Hasan bin Ali Radhiyallahu ‘anhuma,

Saya bertanya kepada pamannya, Ibnu Abi Halah tentang ciri fisik Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau mengatakan,

ﻛﺎﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‎ ‎ﻓﺨﻤﺎ ﻣﻔﺨﻤﺎ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam orang yang badannya besar. (as-Syamail al-Muhammadiyah Turmudzi, 1/34)

Sebagian menafsirkan kata: fakhman mufakhaman dengan gemuk. Mula Ali Qori mengatakan,

ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻣَﺎ ﻭَﺭَﺩَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺒْﻐِﺾُ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻦَ ;‏‎ ‎ﻓَﻤَﺤْﻤَﻠُﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﻧَﺸَﺄَ ﻋَﻦْ ﻏَﻔْﻠَﺔٍ ﻭَﻛَﺜْﺮَﺓِ ﻧِﻌْﻤَﺔٍ‏‎ ‎ﺣِﺴِّﻴَّﺔٍ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﺪُﻝُّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺭِﻭَﺍﻳَﺔُ ﻳُﺒْﻐِﺾُ‏‎ ‎ﺍﻟﻠَّﺤَّﺎﻣِﻴﻦَ

Riwayat yang menunjukkan bahwa Allah membenci orang gemuk, dipahami jika gemuk ini terjadi karena kelalaian, terlalu banyak menikmati kenikmatan lahir, sebagaimana yang ditunjukkan dalam riwayat tentang kebencian bagi orang gendut. (Jam’ul Wasail fi Syarh as-Syamail, 1/34)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/allah-benci-orang-gendut/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 13/05/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: