Jika Seseorang Adzan dan Shalat Sendirian di Masjid, Apakah Dicatat Baginya Pahala Shalat Berjamaah?

Soal: Kami, berjumlah 25 orang muslim, tinggal di sebuah negeri di Eropa. Kami memiliki masjid yang tidak pernah didatangi seorang pun. Padahal setengah dari kami tidak bekerja. Bahkan, pada hari libur sekalipun tidak ada yang datang ke masjid untuk shalat kecuali satu atau dua orang saja. Itu pun hanya pada waktu-waktu shalat tertentu.

Saya berusaha keras menghidupkan masjid itu pada waktu subuh, maghrib, isya, dan di waktu-waktu shalat yang lain. Saya azan sendiri dan shalat sendiri. Saya tahu saya melaksanakan shalat sendiri (munfarid). Apakah pada shalat ini ada pahala shalat berjamaah? Saya berupaya keras untuk tetap istiqamah dalam hal ini. Semoga Tuhanku membuka kelamnya dosa dan maksiatku.

Jawab:

Alhamdulillah..

Pertama, shalat jamaah di masjid merupakan kewajiban atas setiap orang yang mampu shalat berjamaah dan mendengar panggilan shalat. Lihat soal-jawab nomor 8918 dan 40113.

Wajib bagi seorang mukmin untuk benar-benar menjaga setiap shalatnya, dan khususnya shalat secara berjamaah di masjid. Terutama mereka yang tinggal di negara Eropa. Dengan shalat berjamaah, kaum muslim bertemu dan berkumpul bersama saudara-saudaranya dalam ketaatan dan dalam lingkungan yang Islami. Sehingga di sana mereka bisa saling menasehati dan saling tolong-menolong dalam agama. Tentunya, hal ini akan membantu mereka terhindar dari pengaruh budaya Barat dan aliran-aliran keagamaan yang sesat.

Tidak diragukan lagi, upaya Anda untuk meramaikan rumah Allah merupakan amal besar dan taqarrub agung yang akan mendatangkan pujian dari Allah. Allah berfirman,

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳَﻌْﻤُﺮُ ﻣَﺴَﺎﺟِﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ‏‎ ‎ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻡَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗَﻰ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ‏‎ ‎ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﺨْﺶَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﻌَﺴَﻰ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﺃَﻥْ‏‎ ‎ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At-Taubah: 18)

Maka usahakan untuk terus melakukan itu, dan upayakan agar masjid tersebut tetap ramai. Tentu dengan memberikan nasehat yang tiada henti kepada masyarakat muslim yang hidup bersama Anda di negeri itu, agar mereka melaksanakan shalat di masjid, yang menjadi kewajiban bagi mereka. Jangan lupa untuk menjelaskan kepada mereka bahwa shalat jamaah adalah wajib dan bahwa melaksanakan shalat di masjid merupakan salah satu tanda keimanan, dan meninggalkan shalat di masjid tanpa halangan termasuk tanda kemunafikan.

Semoga Allah mencatat apa yang Anda lakukan sebagai pahala jamaah sekalipun Anda melakukannya secara munfarid. Karena Anda bertakwa kepada Allah semampu Anda dan Anda menyuruh kepada kebaikan dan melarang kepada kemunkaran, dan Anda menyeru orang-orang untuk shalat berjamaah, kemudian Anda shalat.

Imam al-Bukhari meriwayatkan (4423) dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dari Perang Tabuk. Ketika beliau sudah dekat ke Madinah, beliau berkata,

ﺇِﻥَّ ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺃَﻗْﻮَﺍﻣًﺎ ﻣَﺎ ﺳِﺮْﺗُﻢْ ﻣَﺴِﻴﺮًﺍ ﻭَﻟَﺎ‎ ‎ﻗَﻄَﻌْﺘُﻢْ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻣَﻌَﻜُﻢْ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ‎ ‎ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻫُﻢْ ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻫُﻢْ‏‎ ‎ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺣَﺒَﺴَﻬُﻢْ ﺍﻟْﻌُﺬْﺭُ

“Di Madinah ada orang-orang yang selalu bersama kalian ke mana pun kalian pergi.” Para sahabat bertanya keheranan, “Sekalipun mereka berada di Madinah?!” Beliau menjawab, “Mereka berada di Madinah karena ada halangan.”

Syaikhul Islam rahimahullah berkata: Siapa yang berniat kebaikan dan melakukan sebagian dari kebaikan itu semampunya dan tidak mampu menuntaskannya, maka ia akan mendapat pahala orang yang melakukan kebaikan itu secara tuntas. Demikian. Dikutip dari “Majmu’ al-Fatawa” (22/243).

Kesimpulan:

Upaya Anda dalam memakmurkan masjid tersebut merupakan amal baik yang disyariatkan. Berusaha keraslah untuk mengajak orang agar melakukan kebaikan itu bersama Anda, sekalipun yang datang hanya satu orang lalu shalat berjamaah hanya berdua bersama Anda. Teruskanlah hal itu, sekalipun jumlah kalian sedikit. Jangan biarkan syiar-syiar agama terhenti dari masjid.

Wallahu ta’ala a’lam.

[Soal-jawab tentang Islam]

Sumber: http://islamqa.info/id/176417

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 21/05/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: