Hukum Membaca Ayat setelah Al Fatihah di Rakaat Ketiga dan Keempat

Tanya: Ustadz, bolehkah membaca surat setelah Fatihah di rakaat ketiga dan keempat?

Muhammad Dalton

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Mari kita simak beberapa hadits berikut,

Pertama, hadits dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻥَ‏‎ ‎ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﻓِﻰ ﺍﻟﻈُّﻬْﺮِ ﻓِﻰ ﺍﻷُﻭﻟَﻴَﻴْﻦِ ﺑِﺄُﻡِّ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ‏‎ ‎ﻭَﺳُﻮﺭَﺗَﻴْﻦِ ، ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺍﻷُﺧْﺮَﻳَﻴْﻦِ ﺑِﺄُﻡِّ‏‎ ‎ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ، ﻭَﻳُﺴْﻤِﻌُﻨَﺎ ﺍﻵﻳَﺔَ ، ﻭَﻳُﻄَﻮِّﻝُ ﻓِﻰ‎ ‎ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺔِ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻻَ ﻳُﻄَﻮِّﻝُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺔِ‏‎ ‎ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ، ﻭَﻫَﻜَﺬَﺍ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ﻭَﻫَﻜَﺬَﺍ ﻓِﻰ‎ ‎ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat dzuhur, di dua rakaat pertama beliau membaca al-Fatihah dan dua surat. Sementara di dua rakaat terakhir beliau membaca al-Fatihah. Beliau membacanya hingga kami terdengar ayat. Beliau baca lebih panjang di rakaat pertama, tidak sepanjang di rakaat kedua. Demikian pula ketika shalat asar dan subuh. (HR. Bukhari 776 & Muslim 1041)

Kedua, hadits dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺤْﺰُﺭُ ﻗِﻴَﺎﻡَ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍَﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓِﻲ ﺍَﻟﻈُّﻬْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺼْﺮِ ,‏‎ ‎ﻓَﺤَﺰَﺭْﻧَﺎ ﻗِﻴَﺎﻣَﻪُ ﻓِﻲ ﺍَﻟﺮَّﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺍَﻟْﺄُﻭﻟَﻴَﻴْﻦِ ﻣِﻦْ‏‎ ‎ﺍَﻟﻈُّﻬْﺮِ ﻗَﺪْﺭَ : )ﺍﻟﻢ ﺗَﻨْﺰِﻳﻞُ ( ﺍَﻟﺴَّﺠْﺪَﺓِ . ﻭَﻓِﻲ‎ ‎ﺍَﻟْﺄُﺧْﺮَﻳَﻴْﻦِ ﻗَﺪْﺭَ ﺍَﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ . ﻭَﻓِﻲ‎ ‎ﺍَﻟْﺄُﻭﻟَﻴَﻴْﻦِ ﻣِﻦْ ﺍَﻟْﻌَﺼْﺮِ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺪْﺭِ ﺍَﻟْﺄُﺧْﺮَﻳَﻴْﻦِ‏‎ ‎ﻣِﻦْ ﺍَﻟﻈُّﻬْﺮِ

Kami memperhatikan berdirinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat dzuhur dan asar. Kami perhatikan berdiri beliau di dua rakaat pertama shalat dzuhur panjangnya sekitar surat as-Sajdah. Sementara di dua rakaat terakhir setengahnya. Sementara di dua rakaat pertama shalat asar, seperti dua rakaat terakhir shalat dzuhur. (HR. Muslim 452)

Ketiga, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwatha’ bahwa Abu Bakr Radhiyallahu ‘anhu, di rakaat ketiga shalat maghrib beliau membaca al-Fatihah lalu dilanjutkan dengan ayat (QS. Ali Imran: 8) berikut:

ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﺰِﻍْ ﻗُﻠُﻮﺑَﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﺫْ ﻫَﺪَﻳْﺘَﻨَﺎ ﻭَﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ‎ ‎ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧْﻚَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏُ

(Al-Muwatha’, 178).

Dengan memperhatikan beberapa hadits tentang masalah ini, ulama berbeda pendapat tentang membaca surat setelah al-Fatihah di rakaat ketiga dan keempat. Perbedaan ini hanya berkisar, mana yang lebih sesuai sunah di rakaat ketiga dan keempat, apakah cukup membaca al-Fatihah ataukah dianjurkan untuk ditambahi surat lain.

Imam Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya mengatakan,

ﺇﺑﺎﺣﺔ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﻓﻲ ﺍﻷﺧﺮﻳﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﻬﺮ‎ ‎ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ ﺑﺄﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﻫﺬﺍ‎ ‎ﻣﻦ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺍﻟﻤﺒﺎﺡ ﻻ ﻣﻦ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺍﻟﺬﻱ‎ ‎ﻳﻜﻮﻥ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻣﺤﻈﻮﺭﺍ ﻭﺍﻷﺧﺮ ﻣﺒﺎﺣﺎ‎ ‎ﻓﺠﺎﺋﺰ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻲ ﺍﻷﺧﺮﻳﻴﻦ ﻓﻲ ﻛﻞ‎ ‎ﺭﻛﻌﺔ ﺑﻔﺎﺗﺤﺔ ﻓﻴﻘﺘﺼﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﻋﻠﻴﻬﺎ‎ ‎ﻭﻣﺒﺎﺡ ﺃﻥ ﻳﺰﺍﺩ ﻓﻲ ﺍﻷﺧﺮﻳﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﻓﺎﺗﺤﺔ‎ ‎ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ

Boleh membaca di dua rakaat terakhir untuk shalat dzuhur dan asar lebih dari surat al-Fatihah. Ini termasuk perbedaan pendapat ulama yang sifatnya mubah. Bukan perbedaan yang satu hukumnya terlarang dan yang satu mubah. Boleh saja di dua rakaat terakhir, pada masing-masing rakaat seseorang membaca al-Fatihah saja. Boleh juga di dua rakaat terakhir dia tambahi dengan surat lain setelah al-Fatihah. (Shahih Ibnu Khuzaimah, 1/256)

Karena itulah, Abul Hasanat al-Laknawi (w. 1304 H) mengingkari pendapat sebagian ulama yang menganjurkan sujud sahwi bagi orang yang membaca surat setelah bacaan al-Fatihah di rakaat ketiga dan keempat. Dalam kitabnya at-Ta’liq al-Mumajjad, beliau mengatakan,

ﻭﺃﻏﺮﺏ ﺑﻌﺾ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﺣﻴﺚ ﺣﻜﻤﻮﺍ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﻭﺟﻮﺏ ﺳﺠﻮﺩ ﺍﻟﺴﻬﻮ ﺑﻘﺮﺍﺀﺓ ﺳﻮﺭﺓ‎ ‎ﻓﻲ ﺍﻷﺧﺮﻳﻴﻦ، ﻭﻗﺪ ﺭﺩَّﻩ ﺷﺮﺍﺡ “ﺍﻟﻤﻨﻴﺔ”‏‎ ‎‏– ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺍﻟﺤﻠﺒﻲ ﻭﺍﺑﻦ ﺃﻣﻴﺮ ﺣﺎﺝ ﺍﻟﺤﻠﺒﻲ‎ ‎ﻭﻏﻴﺮﻫﻤﺎ – ﺑﺄﺣﺴﻦ ﺭﺩّ ﻭﻻ ﺃﺷﻚُّ ﻓﻲ ﺃﻥ‎ ‎ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﺬﻟﻚ ﻟﻢ ﻳﺒﻠﻐﻪ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ، ﻭﻟﻮ‎ ‎ﺑﻠﻐﻪ ﻟﻢ ﻳﺘﻔﻮَّﻩ ﺑﻪ

Yang aneh, pendapat sebagian madzhab kami (hanafi) yang mewajibkan sujud sahwi karena membaca surat di dua rakaat terakhir. Pendapat ini telah dibantah dengan bagus oleh para ulama yang mensyarah kitab al-Maniyah, seperti Ibrahim al-Halabi, Ibnu Amir al-Hal al-Halabi, dan ulama lainnya. Kita sangat yakin, orang yang berpendapat demikian, karena belum sampai kepadanya hadits. Andai telah sampai kepadanya hadits, tentu dia tidak akan mengucapkan demikian. (at-Ta’liq al-Mumajjad, 1/440)

Kesimpulan Mereka

Sebagian ulama ada yang menganjurkan agar disesuaikan dengan makna yang tertuang dalam teks hadits. Hadits Abu Qatadah dijadikan acuan umum, bahwa di rakaat ketiga dan keempat hanya membaca surat al-Fatihah. Sementara hadits Abu Said al-Khudri menjadi keterangan tambahan, yang khusus berlaku untuk shalat dzuhur dan asar. Sementara untuk shalat maghrib, hadits Abu Bakar bisa dijadikan dalil yang bersifat kasuistik.

Diantara yang berpendapat demikian adalah Imam Ibnu Baz. Beliau menyimpulkan, dianjurkan membaca surat di rakaat ketiga dan keempat pada shalat dzuhur dan asar. Kemudian untuk shalat maghrib, di rakaat ketiga dianjurkan untuk terkadang membaca ayat sebagaimana yang dibaca Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Sementara untuk shalat isya, di rakaat ketiga dan keempat, tidak dianjurkan membaca surat apapun setelah al-Fatihah.

Beliau mengatakan di akhir fatwa,

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻌﺸﺎﺀ ﻓﻠﻢ ﻳﺮﺩ ﻣﺎ ﻳﺪﻝ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ، ﻭﻟﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﻻ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ‎ ‎ﻳﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻭﺍﻟﺮﺍﺑﻌﺔ ﻣﻨﻬﺎ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ

Untuk shalat isya, tidak terdapat dalil yang menunjukkan adanya bacaan setelah al-Fatihah. Karena itu, para ulama mengatakan, tidak selayaknya menambahkan bacaan surat setelah al-Fatihah di rakaat ketiga dan keempat untuk shalat isya. (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 2/788)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/dilarang-membaca-surat-setelah-fatihah-di-rakaat-ketiga-dan-keempat/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 02/06/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: