Apakah Orang Pingsan Harus Qadha Shalat?

Tanya: Apakah orang yang pingsan wajib mengqadha shalatnya? Trim’s.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Mari kita perhatikan dua hadits berikut,

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺭُﻓِﻊَ ﺍﻟْﻘَﻠَﻢُ ﻋَﻦْ ﺛَﻼَﺙٍ ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺎﺋِﻢِ ﺣَﺘَّﻰ‎ ‎ﻳَﺴْﺘَﻴْﻘِﻆَ ﻭَﻋَﻦِ ﺍﻟﺼَّﻐِﻴﺮِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻜْﺒُﺮَ ﻭَﻋَﻦِ‏‎ ‎ﺍﻟْﻤَﺠْﻨُﻮﻥِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻌْﻘِﻞَ ﺃَﻭْ ﻳَﻔِﻴﻖَ

Ada 3 orang yang pena catatan amalnya diangkat (tidak ditulis): Orang yang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh, dan orang gila sampai dia sadar. (HR. Ahmad 1195, Nasai 3445, Turmudzi 1488 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Hadits kedua, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺭَﻗَﺪَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺃَﻭْ ﻏَﻔَﻞَ ﻋَﻨْﻬَﺎ‎ ‎ﻓَﻠْﻴُﺼَﻠِّﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺫَﻛَﺮَﻫَﺎ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺃَﻗِﻢِ‏‎ ‎ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻟِﺬِﻛْﺮِﻯ

Apabila kalian ketiduran atau kelupaan hingga tidak shalat, hendaknya dia kerjakan shalat itu ketika dia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), ‘Tegakkanlah shalat ketika mengingat-Ku.’ (HR. Ahmad 13247, Muslim 1601, dan yang lainnya)

Selanjutnya, ulama berbeda pendapat dalam menentukan hukum bagi orang yang pingsan, berkaitan dengan kewajiban mengqadha shalatnya,

Pertama, Hanafiyah menyatakan, jika pingsannya melebihi sehari semalam, tidak wajib qadha. Sebaliknya, jika kurang dari sehari semalam, wajib qadha. Orang yang pingsan kurang dari sehari semalam, disamakan dengan orang yang tidur. Dia tidak berdosa meninggalkan shalat selama pingsan, namun wajib qadha. Dalam kitab Multaqa al-Abhur dinyatakan,

ﻭﻣﻦ ﺃﻏﻤﻲَّ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻭ ﺟﻦ ﻳﻮﻣﺎً ﻭﻟﻴﻠﺔ‎ ‎ﻗﻀﻰ ﻣﺎ ﻓﺎﺕ ﻭﺇﻥ ﺯﺍﺩ ﺳﺎﻋﺔ ﻻ ﻳﻘﻀﻲ‎ ‎ﻭﻋﻨﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﻳﻘﻀﻲ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺪﺧﻞ ﻭﻗﺖ‎ ‎ﺳﺎﺩﺳﺔ

Orang yang pingsan atau tidak sadar sehari semalam, wajib mengqadha shalat yang dia tinggalkan. Jika pingsannya lebih dari itu, sekalipun hanya lebih 1 jam, tidak wajib mengqadha shalat. Namun menurut Muhammad bin Hasan (murid senior Abu Hanifah), orang pingsan wajib qadha shalat, selama belum masuk waktu shalat keenam. (Multaqa al-Abhur, 1/231)

Yang dimaksud sebelum waktu shalat keenam adalah pingsan selama lebih dari 24 jam, sehingga meninggalkan 5 waktu shalat, namun dia sadar sebelum masuk waktu shalat berikutnya.

Kedua, Malikiyah berpendapat, orang yang pingsan sama sekali tidak wajib mengqadha shalatnya, berapapun jeda waktunya. Orang yang pingsan disamakan dengan orang yang hilang akal. Sementara orang yang hilang akal, tidak terkena kewajiban syariat. Dalilnya adalah hadis A’isyah di atas.

Ibnu Abdil Bar (w. 463 H) mengatakan,

ﻭﻻ ﻳﻘﻀﻲ ﺍﻟﻤﻐﻤﻰ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ‎ ‎ﻷﻧﻪ ﺫﺍﻫﺐ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻭﻣﻦ ﺫﻫﺐ ﻋﻘﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺻﻼﺓ ﻳﺪﺭﻙ ﻣﻨﻬﺎ ﺭﻛﻌﺔ‎ ‎ﻟﺰﻣﻪ ﻓﻠﻴﺲ ﺑﻤﺨﺎﻃﺐ ﻓﺈﻥ ﺍﻓﺎﻕ‎ ‎ﺍﻟﻤﻐﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺻﻼﺓ ﻳﺪﺭﻙ ﻣﻨﻬﺎ‎ ‎ﺭﻛﻌﻪ ﻟﺰﻣﻪ ﻗﻀﺎﺀﻫﺎ

Orang yang pingsan, tidak wajib mengqadha shalatnya. karena dia hilang akal. Orang yang hilang akal, selama rentang waktu shalat, berarti dia tidak terkena kewajiban shalat. Jika orang yang pingsan sadar, bisa menyusul satu rakaat sebelum waktu shalat berakhir, dia wajib mengqadhanya. (al-Kafi fi Fiqh Ahli al-Madinah, 1/237)

Ketiga, Syafiiyah sependapat dengan Malikiyah, orang yang pingsan tidak wajib qadha shalat, seberapapun lama dia pingsan. An-Nawawi mengatakan,

ﻣﻦ ﺯﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﺑﺴﺒﺐ ﻏﻴﺮ ﻣﺤﺮﻡ ﻛﻤﻦ‎ ‎ﺟﻦ ﺃﻭ ﺃﻏﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻭ ﺯﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﺑﻤﺮﺽ‎ ‎ﺃﻭ ﺑﺸﺮﺏ ﺩﻭﺍﺀ ﻟﺤﺎﺟﺔ ﺃﻭ ﺍﻛﺮﻩ ﻋﻠﻲ‎ ‎ﺷﺮﺏ ﻣﺴﻜﺮ ﻓﺰﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﻓﻼ ﺻﻼﺓ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﻭﺇﺫﺍ ﺃﻓﺎﻕ ﻓﻼ ﻗﻀﺎﺀ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻼ ﺧﻼﻑ‎ ‎ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ ﺳﻮﺍﺀ ﻗﻞ ﺯﻣﻦ ﺍﻟﺠﻨﻮﻥ‎ ‎ﻭﺍﻻﻏﻤﺎﺀ ﺍﻡ ﻛﺜﺮ ﻫﺬﺍ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ

Orang yang kehilangan akal dengan sebab yang tidak terlarang, seperti orang yang pingsan atau tidak sadar, baik disebabkan sakit atau karena minum obat yang dibutuhkan, atau dipaksa minum khamr, hingga mabuk, maka tidak ada kewajiban shalat baginya. Jika dia sadar, tidak ada kewajiban qadha tanpa ada perbedaan pendapat –di kalangan ulama madzhab– berdasarkan hadits (Aisyah) di atas. Baik pingsannya itu sebentar maupun lama. Inilah madzhab kami (Syafiiyah). (al-Majmu’, 3/6)

Keempat, dalam madzhab hambali, orang yang pingsan wajib qadha, seberapapun lama pingsannya. Analogi orang yang pingsan itu lebih dekat kepada orang tidur dari pada orang gila. Sehingga orang pingsan dihukumi sebagaimana orang tidur. Sementara ditegaskan dalam hadits Anas bin Malik, orang yang tidur wajib mengqadha shalatnya,

Dalam kitab al-Inshaf dinyatakan,

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻤﻐﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺎﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ‎ ‎ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ: ﻭﺟﻮﺑﻬﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﺻﺎﻟﺢ ﻭﺑﻦ ﻣﻨﺼﻮﺭ ﻭﺃﺑﻲ‎ ‎ﻃﺎﻟﺐ ﻭﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﻛﺎﻟﻨﺎﺋﻢ ﻭﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ

Orang yang pingsan, pendapat yang kuat dalam madzhab hambali, wajib mengqadhanya secara mutlak. Ditegaskan Imam Ahmad menurut riwayat Sholeh, Ibnu Manshur, Abu Thalib, dan Bakr bin Muhammad, sebagaimana orang tidur. Ini merupakan pendapat mayoritas madzhab hambali.

Lebih lanjut, dalam itu dinyatakan,

ﻭﺃﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺯﺍﻝ ﻋﻘﻠﻪ ﺑﺸﺮﺏ ﺩﻭﺍﺀ ﻳﻌﻨﻲ‎ ‎ﻣﺒﺎﺣﺎ ﻓﺎﻟﺼﺤﻴﺢ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ: ﻭﺟﻮﺏ‎ ‎ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ

Ketika orang tidak sadar, karena minum obat yang hukumnya mubah, pendapat yang kuat dalam madzhab hambali, wajibnya qadha shalat. Dan ini pendapat mayoritas ulama hambali. (al-Inshaf, 1/277)

Pemilihan Pendapat yang Lebih Kuat

Dari keterangan di atas, ada 3 keadaan manusia,

1. Gila: tidak ada beban syariat (bukan mukallaf) dan tidak memiliki niat. Sehingga amalnya tidak sah dan jika sadar tidak ada kewajiban qadha.

2. Tidur: ada beban syariat, karena masih mukallaf. Hanya saja, selama tidur, tidak ada kewajiban baginya. Ketika bangun, dia wajib mengganti ibadah wajib yang dia tinggalkan.

3. Pingsan: kondisi ketiga ini tidak disebutkan dalam dalil. Sehingga ulama mengqiyaskan kepada dua kondisi di atas. Antara gila yang hilang akal dan tidur yang belum hilang akal. Dan pendapat yang mendekati, pingsan lebih dekat dengan kondisi tidur. Karena orang yang pingsan, tidak kita sebut hilang akal. Sehingga tidak bisa dianalogikan dengan orang gila. Sehingga dia lebih tepat digolongkan dengan orang tidur. Karena itulah, orang yang pingsan, berkewajiban mengqadha’ semua shalat yang dia tinggalkan, setelah dia sadar.

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/orang-pingsan-harus-qadha-shalat/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 03/06/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: