Mana Lebih Utama, Hidup di Makkah atau Madinah?

Dijawab oleh Asy-Syaikh Robi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullah.
——————-

Pertanyaan: Manakah diantara keduanya yang lebih afdhal/utama hidup (tinggal/menetap) di Makkah atau di Madinah?!?

Jawab:

Hidup (tinggal/menetap) di Makkah itu lebih utama, adapun wafat
(meninggal) di Madinah itu lebih utama. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang bersabar atas cobaan dan kesusahan hidup di Madinah maka aku akan memberikan syafaatku dan aku menjadi saksi baginya di hari kiamat.” [¹]

Ini diantara kelebihan Madinah, Al Mafdhul (yang keutamaannya lebih rendah) terkadang memiliki kelebihan dan kekhususan yang tidak didapatkan pada perkara yang Al Fadhil (yang keutamannya lebih tinggi). Maka Makkah mempunyai banyak keutamaan dan Madinah juga mempunyai keutamaan yang banyak.

Diantara (keutamaan) di Makkah yaitu shalat di masjidnya (Masjidil Haram) memiliki seratus ribu shalat dan shalat di Masjid Nabi (Madinah) memiliki keutamaan seribu shalat [²], dan shalat di Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsha) memiliki keutamaan 500 shalat [³].

Dan terdapat beberapa keutamaan (yang lain) di Madinah yang keberkahan di dalamnya berlipat ganda, seperti keberkahan pada makanannya, pada kurmanya, (dan lainnya) lebih banyak dan berlipat ganda dibanding Makkah, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendoakan padanya (Madinah) keberkahan sebagaimana Ibrahim alaihis shalatu was salam mendoakan (Makkah) dengan (kebaikan) yang berlipat ganda [⁴].

Maka Makkah mempunyai keutamaan, padanya ada shalat seratus ribu, padanya ada Masjid Ka’bah, padanya ada syiar-syiar ibadah Haji, dan kehormatannya sangat (besar), dan tidak berbeda dalam pengharaman membunuh binatang buruan dan menebang pohon di
Makkah. Berbeda dengan Madinah, walaupun hadits-hadits yang tsabit/ada
bahwasanya tidak boleh untuk menebang pohonnya dan tidak boleh memburu hewan buruannya, sampai-sampai Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata:

(( ﻟَﻮْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺍﻟﻈِّﺒَﺎﺀَ ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺗَﺮْﺗَﻊُ ﻣَﺎ‎ ‎ﺫَﻋَﺮْﺗُﻬَﺎ ))

“Seandainya aku melihat seekor kijang sedang digembalakan di Madinah ini tentu aku tidak akan membuatnya terkejut (mengganggunya).” [5]

————————–
Catatan kaki:
[1] Potongan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Al Hajj hadits 1363.

[2] Dikeluarkan oleh Ahmad 3/343 & 397 dan Ibnu Majah hadits No. 1406 dari Jabir radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

(( ﺻَﻠَﺎﺓٌ ﻓِﻲ ﻣَﺴْﺠِﺪِﻱ ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ‏‎ ‎ﺻَﻠَﺎﺓٍ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺳِﻮَﺍﻩُ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪَ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡَ‏‎ ‎ﻭَﺻَﻠَﺎﺓٌ ﻓِﻲ‎ ‎ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻣِﻦْ ﻣِﺎﺋَﺔِ ﺃَﻟْﻒِ‏‎ ‎ﺻَﻠَﺎﺓٍ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺳِﻮَﺍﻩُ )).

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000
shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” Dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Al Irwa’ 4/136.

[3] Diriwayatkan oleh At-Thahawiy dalam Musykilul Atsar 609, Al Bazzar dalam Musnad 4143, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3854 dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﻋَﻠَﻰ‎ ‎ﻏَﻴْﺮِﻩِ : ﻣِﺌَﺔُ ﺃَﻟْﻒِ ﺻَﻼَﺓٍ ﻭَﻓِﻲ ﻣَﺴْﺠِﺪِﻱ :‏‎ ‎ﺃَﻟْﻒُ ﺻَﻼَﺓٍ‏‎ ‎ﻭَﻓِﻲ ﻣَﺴْﺠِﺪِ ﺑَﻴْﺖِ ﺍﻟْﻤَﻘْﺪِﺱِ : ﺧَﻤْﺲُ ﻣِﺌَﺔِ‏‎ ‎ﺻَﻼَﺓٍ

Keutamaan shalat di Masjidil Haram di bandingkan dengan masjid lainnya seratus ribu kali lipat shalat, dan di masjidku (Masjid Nabawi Madinah) seribu kali lipat shalat, dan Masjid Baitul Maqdis (Masjid Al Aqsha) lima ratus kali shalat di tempat lain.

[4] Riwayat Al Bukhari dalam Fadha’ilul Madinah hadits 1873 dan Muslim dalam Al Hajj hadits 1369 dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

:(( ﺍﻟﻠﻬﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﺑِﺎﻟْﻤَﺪِﻳﻨَﺔِ ﺿِﻌْﻔَﻲْ ﻣَﺎ‎ ‎ﺟَﻌَﻠْﺖَ ﺑِﻤَﻜَّﺔَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺒَﺮَﻛَﺔِ )).

“Ya Allah, jadikanlah berkah pada Madinah dua kali lipat dari berkah yang Engkau berikan pada Makkah.”

[5] Riwayat Al Bukhari dalam Fadha’ilul Madinah hadits 1873 dan Muslim dalam Al Hajj hadits 1372.

Sumber: Kitab Adz-Dzari’ah ila Bayan Al Maqhasid Asy-Syari’ah Jilid 3 halaman 382 & 383 oleh Al ‘Allamah Al Mujahid Al Imam Rabi’ bin Hadiy hafizhahullah wa ro’ah dan semoga Allah memanjangkan umurnya dalam ketaatan pada-Nya.

Sumber Link: Tulisan Akh Abu Abdillah Muhammad Al-Maidaniy

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 06/06/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: