Memanjangkan Kuku Haram?

Soal: Bolehkah memanjangkan kuku?

(Dari Amanda Ajaa via Tanya Ustadz for Android)

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Islam mengajarkan akan kemuliaan manusia. Sementara memanjangkan kuku, identik dengan binatang. Karena itu, Islam melarang umatnya memanjangkan kuku. Untuk menunjukkan jati diri mereka sebagai manusia yang berbeda dengan binatang.

Abu Ayyub Al Azdi menceritakan, “Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia bertanya pada beliau mengenai berita langit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

ﻳَﺴْﺄَﻝُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻋَﻦْ ﺧَﺒَﺮِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ، ﻭَﻫُﻮَ‏‎ ‎ﻳَﺪَﻉُ ﺃَﻇْﻔَﺎﺭَﻩُ ﻛَﺄَﻇْﻔَﺎﺭِ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮِ ﻳَﺠْﻤَﻊُ ﻓِﻴﻬَﺎ‎ ‎ﺍﻟْﺠَﻨَﺎﺑَﺔُ ﻭَﺍﻟﺘَّﻔَﺚُ

“Ada orang diantara kalian yang bertanya tentang berita langit, sementara dia biarkan kukunya panjang seperti cakar burung, dengan kuku itu, burung mengumpulkan janabah dan kotoran.” (HR. Ahmad 23542, al-Baihaqi dalam Sunan al-Kubro 861, dan hadits ini dinilai dhaif oleh Syuaib al-Arnauth)

Untuk itulah, bagian dari ajaran para nabi, mereka tidak membiarkan kuku mereka. Mereka memotong kuku mereka, karena ini yang sesuai fitrah manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻔِﻄْﺮَﺓُ ﺧَﻤْﺲٌ ﺍﻟْﺨِﺘَﺎﻥُ ﻭَﺍﻟِﺎﺳْﺘِﺤْﺪَﺍﺩُ‏‎ ‎ﻭَﻗَﺺُّ ﺍﻟﺸَّﺎﺭِﺏِ ﻭَﺗَﻘْﻠِﻴﻢُ ﺍﻟْﺄَﻇْﻔَﺎﺭِ ﻭَﻧَﺘْﻒُ‏‎ ‎ﺍﻟْﺂﺑَﺎﻁِ

“Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari 5891 dan Muslim 258)

Jangan Biarkan Panjang!

Sebagai bentuk penekanan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi batas waktu kepada para sahabat, agar kuku mereka tidak dibiarkan panjang.

Sahabat Anas bin Malik mengatakan,

ﻭُﻗِّﺖَ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻰ ﻗَﺺِّ ﺍﻟﺸَّﺎﺭِﺏِ ﻭَﺗَﻘْﻠِﻴﻢِ‏‎ ‎ﺍﻷَﻇْﻔَﺎﺭِ ﻭَﻧَﺘْﻒِ ﺍﻹِﺑْﻂِ ﻭَﺣَﻠْﻖِ ﺍﻟْﻌَﺎﻧَﺔِ ﺃَﻥْ ﻻَ‏‎ ‎ﻧَﺘْﺮُﻙَ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﻟَﻴْﻠَﺔً

“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, agar tidak tidak dibiarkan lebih dari 40 hari.” (HR. Muslim 258)

Batas yang diberikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatnya umum, berlaku untuk semua bagian badan yang dianjurkan untuk dipotong. Hanya saja, jika kuku dibiarkan sampai 40 hari, tentu akan sangat mengerikan. Sehingga untuk kuku, yang menjadi acuan adalah panjangnya. Akan tetapi, semalas-malasnya orang, maksimal kukunya harus dipotong dalam 40 hari.

Imam Nawawi menjelaskan,

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺘﻮﻗﻴﺖ ﻓﻲ ﺗﻘﻠﻴﻢ ﺍﻻﻇﻔﺎﺭ ﻓﻬﻮ‎ ‎ﻣﻌﺘﺒﺮ ﺑﻄﻮﻟﻬﺎ: ﻓﻤﺘﻰ ﻃﺎﻟﺖ ﻗﻠﻤﻬﺎ‎ ‎ﻭﻳﺨﺘﻠﻒ ﺫﻟﻚ ﺑﺎﺧﺘﻼﻑ ﺍﻻﺷﺨﺎﺹ‎ ‎ﻭﺍﻻﺣﻮﺍﻝ: ﻭﻛﺬﺍ ﺍﻟﻀﺎﺑﻂ ﻓﻲ ﻗﺺ‎ ‎ﺍﻟﺸﺎﺭﺏ ﻭﻧﺘﻒ ﺍﻻﺑﻂ ﻭﺣﻠﻖ ﺍﻟﻌﺎﻧﺔ:

Batasan waktu memotong kuku, dengan memperhatikan panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, segera dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dengan melihat kondisi. Aturan ini juga yang menjadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al-Majmu’, 1/158)

Apakah hukumnya haram?

Imam Ibnu Utsaimin menegaskan,

ﺗﻄﻮﻳﻞ ﺍﻷﻇﺎﻓﺮ ﻣﻜﺮﻭﻩ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ‎ ‎ﻣﺤﺮﻣﺎً ، ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‎ ‎ﻭﻗﺖ ﻓﻲ ﺗﻘﻠﻴﻢ ﺍﻷﻇﺎﻓﺮ ﺃﻻ ﺗﺘﺮﻙ ﻓﻮﻕ‎ ‎ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎً

Memanjangkan kuku hukumnya makruh, jika tidak dihukumi haram. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi batas waktu agar tidak membiarkan kuku kita lebih dari 40 hari. (Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin, 11/131)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/memanjangkan-kuku-haram/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 10/06/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. pak,ustad saya mau nanya apa solat sunah witir dlam 1rakaat harus baca tiga surat setelah alfatiha,,?
    dan boleh tidak solat sunat qobliah dilakukan di rumah,,,?
    mohon pencerahan nya sebelum nya saya ucapkan terimakasih,

  2. jika Anda shalat witir 3 rakaat, disunahkan pada rakaat pertama membaca surat al a’laa, pada rakaat kedua surat al kafirun, pada rakaat ketiga al ikhlash al falaq & an naas.

    jika Anda shalat witir satu rakaat, silahkan baca surat yang mudah bagi Anda, tidak ada keharusan membaca tiga surat dalam satu rakaat.

    Shalat sunah lebih utama (afdhol) dikerjakan di rumah, apabila Anda tidak khawatir tertinggal shalat jamaah di masjid, Allahua’lam

    wabillahittaufiq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: