Menceraikan Istri Tanpa Sebab, Kedzaliman?

Tanya: Apakah suami berdosa bila menceraikan istri secara tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas?

Dari indria via Tanya Ustadz for Android

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Pertama, secara umum, perceraian, tidak diinginkan dalam Islam. Karena ini menjadi kebanggaan iblis, yang menunjukkan bahwa dia sangat menyukainya. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, Nabi ‘alaihis shalatu was salam bersabda,

ﺇﻥ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻳﻀﻊ ﻋﺮﺷﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺛﻢ‎ ‎ﻳﺒﻌﺚ ﺳﺮﺍﻳﺎﻩ ﻓﺄﺩﻧﺎﻫﻢ ﻣﻨﻪ ﻣﻨﺰﻟﺔ‎ ‎ﺃﻋﻈﻤﻬﻢ ﻓﺘﻨﺔ ﻳﺠﺊ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﻓﻴﻘﻮﻝ‎ ‎ﻓﻌﻠﺖ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻣﺎ ﺻﻨﻌﺖ ﺷﻴﺌﺎ‎ ‎ﻗﺎﻝ ﺛﻢ ﻳﺠﺊ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻣﺎ ﺗﺮﻛﺘﻪ‎ ‎ﺣﺘﻰ ﻓﺮﻗﺖ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻗﺎﻝ ﻓﻴﺪﻧﻴﻪ‎ ‎ﻣﻨﻪ ﻭﻳﻘﻮﻝ ﻧﻌﻢ ﺃﻧﺖ

“Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu’.” (HR. Muslim 2813)

Imam al-A’masy mengatakan, “Aku menyangka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Iblis merangkul setan itu’.”

Imam al-Munawi mengatakan, “Sesungguhnya hadis ini merupakan peringatan keras, tentang buruknya perceraian. Karena perceraian merupakan cita-cita terbesar makhluk terlaknat, yaitu Iblis. Dengan perceraian akan ada dampak buruk yang sangat banyak, seperti terputusnya keturunan, peluang besar bagi manusia untuk terjerumus ke dalam zina, yang merupakan dosa yang sangat besar kerusakannya dan menjadi skandal terbanyak.” (Faidhul Qadir, 2:408)

Kedua, karena itu, ulama melarang suami menceraikan istri tanpa alasan. Sebagian ulama menghukuminya makruh, dan sebagian menghukuminya haram.

Ibnu Qudamah menjelaskan macam-macam hukum talak,

ﻭﻣﻜﺮﻭﻩ : ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻄﻼﻕ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﺎﺟﺔ‎ ‎ﺇﻟﻴﻪ. ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ ﻓﻴﻪ ﺭﻭﺍﻳﺘﺎﻥ‎ ‎ﺇﺣﺪﺍﻫﻤﺎ : ﺃﻧﻪ ﻣﺤﺮﻡ ﻷﻧﻪ ﺿﺮﺭ ﺑﻨﻔﺴﻪ‎ ‎ﻭﺯﻭﺟﺘﻪ ﻭﺇﻋﺪﺍﻡ ﻟﻠﻤﺼﻠﺤﺔ ﺍﻟﺤﺎﺻﻠﺔ ﻟﻬﻤﺎ‎ ‎ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻴﻪ ﻓﻜﺎﻥ ﺣﺮﺍﻣﺎ ﻛﺈﺗﻼﻑ‎ ‎ﺍﻟﻤﺎﻝ؛ ﻭﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﻭﺳﻠﻢ: ﻻ ﺿﺮﺭ ﻭﻻ ﺿﺮﺍﺭ

Talak makruh, yaitu talak tanpa sebab dan kebutuhan. Al-Qodhi Abu Ya’la mengatakan, ‘Ada dua riwayat dari Imam Ahmad, salah satunya: Hukumnya haram, karena ini merugikan diri dan istrinya, serta menghilangkan manfaat untuk mereka berdua dari adanya keluarga, tanpa kebutuhan. Sehingga hukumnya haram, seperti membuang harta. Juga karena larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau orang lain.’ (al-Mughni, 8/235)

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/menceraikan-istri-tanpa-sebab-kedzaliman/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 16/06/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: