Apakah Banci Shalat Harus Pakai Mukena?

Tanya: Jika banci shalat, apakah harus memakai mukena? Kemana-mana harus pakai kerudung?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Masalah terbesar banci adalah ketidakjelasan jenis kelaminnya. Apakah dia dihukumi lelaki atau wanita. Karena itu, para ulama mengambil kebijakan pertengahan dengan mengedepankan sikap hati-hati.

Konsekuensi dari sikap hati-hati ini, sebagian ulama mewajibkan, agar banci yang shalat, mereka mengenakan pakaian wanita. Mereka memakai mukena sebagaimana wanita.

Karena jika dia ternyata wanita, shalat yang dia kerjakan sah, karena pakaiannya memenuhi syarat. Dan jika ternyata dia lelaki, tidak mempengaruhi keabsahan shalatnya.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

ﻳﺮﻯ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺃﻥ ﻋﻮﺭﺓ‎ ‎ﺍﻟﺨﻨﺜﻰ ﻛﻌﻮﺭﺓ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺣﺘﻰ ﺷﻌﺮﻫﺎ‎ ‎ﺍﻟﻨﺎﺯﻝ ﻋﻦ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﺧﻼ ﺍﻟﻮﺟﻪ‎ ‎ﻭﺍﻟﻜﻔﻴﻦ.… ﻭﺻﺮﺡ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﺑﺄﻧﻪ ﻳﺴﺘﺘﺮ‎ ‎ﺳﺘﺮ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺤﺞ ﺑﺎﻷﺣﻮﻁ،‏‎ ‎ﻓﻴﻠﺒﺲ ﻣﺎ ﺗﻠﺒﺲ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ

Hanafiyah dan Syafiiyah berpendapat bahwa aurat banci yang tidak jelas, seperti aurat wanita, hingga rambutnya yang rontok dari kepala. Selain wajah dan telapak tangan… sementara Malikiyah menegaskan bahwa banci harus memakai hijab wanita ketika shalat dan ketika haji, sebagai bentuk kehati-hatian, sehingga dia memakai pakaian wanita. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 20/24)

Keterangan yang lain, disampaikan oleh al-Buhuti –ulama hambali– (w. 1051 H) menukil pernyataan Majduddin,

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺠﺪ ﻭﺍﻻﺣﺘﻴﺎﻁ ﻟﻠﺨﻨﺜﻰ ﺍﻟﻤﺸﻜﻞ‎ ‎ﺍﻥ ﻳﺴﺘﺮ ﻛﺎﻟﻤﺮﺃﺓ

Majduddin mengatakan, ‘Yang lebih hati-hati, banci yang belum jelas kelaminnya, dia memakai hijab wanita.’ (Syarh Muntaha al-Iradat, 1/150)

Semua Disikapi Hati-hati

Sampai dalam cara berpakaian, cara duduk, dan hal-hal yang menjadi larangan. Ibnu Maudud al-Mushili –ulama hanafiyah– (w. 683 H) mengatakan,

ﻭﻳﺼﻠﻲ ﺑﻘﻨﺎﻉ ﻻﺣﺘﻤﺎﻝ ﺃﻧﻪ ﺍﻣﺮﺃﺓ ،‏‎ ‎ﻭﻳﺠﻠﺲ ﻛﻤﺎ ﺗﺠﻠﺲ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ) ﻭﻻ ﻳﻠﺒﺲ‎ ‎ﺍﻟﺤﻠﻲ ﻭﺍﻟﺤﺮﻳﺮ ( ﻻﺣﺘﻤﺎﻝ ﺃﻧﻪ ﺭﺟﻞ ) ﻭﻻ‎ ‎ﻳﺨﻠﻮ ﺑﻪ ﻏﻴﺮ ﻣﺤﺮﻡ ﺭﺟﻞ ﻭﻻ ﺍﻣﺮﺃﺓ ، ﻭﻻ‎ ‎ﻳﺴﺎﻓﺮ ﺑﻐﻴﺮ ﻣﺤﺮﻡ ( ﺍﺣﺘﻴﺎﻃﺎ

Banci shalat memakai mukena karena ada kemungkinan dia wanita, dan duduk seperti wanita. Tidak boleh memakai perhiasan emas dan sutera, karena ada kemungkinan dia lelaki. Tidak boleh berduaan dengan lelaki maupun wanita yang bukan mahram, dan tidak boleh melakukan safar tanpa mahram, sebagai kehati-hatian. (al-Ikhtiyar li Ta’lil al-Mukhtar, 3/53)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/banci-shalat-harus-pakai-mukena/

Catatan admin blog:

Admin perlu meluruskan pengertian ‘banci’ dalam artikel di atas agar tidak terjadi kesalahpahaman, yaitu:

Banci menurut istilah para ulama adalah orang yang tidak diketahui, apakah dia lelaki ataukah perempuan. Dia memiliki dua alat kelamin, alat kelamin lelaki dan alat kelamin perempuan, dan keduanya berfungsi.

Dalam as-Syarh al-Mumthi’ dinyatakan,

ﻭﺍﻟﺨُﻨﺜﻰ ﻫﻮ: ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳُﻌْﻠَﻢُ ﺃَﺫﻛﺮٌ ﻫﻮ ﺃﻡ ﺃﻧﺜﻰ؟ ﻓﻴﺸﻤَﻞُ ﻣَﻦ ﻟﻪ ﺫَﻛَﺮٌ ﻭﻓَﺮْﺝٌ ﻳﺒﻮﻝ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎً

Banci (al-Khuntsa) adalah orang yang tidak diketahui apakah dia lelaki ataukah perempuan. Mereka adalah orang yang memiliki dzakar (kelamin lelaki) dan farji (kelamin wanita), dia kencing dari kedua saluran itu bersamaan. (as-Syarh al-Mumthi’, 4/223)

Jika sampai baligh sama sekali tidak bisa ditentukan mana alat kelamin yang dominan, ulama fiqh menyebutnya ‘al-Khuntsa al-Musykil’ (banci gak jelas).

Dari pengertian di atas, banci dalam syariat kembali kepada kelainan ciri fisik, bukan semata mental. Sehingga lelaki yang bermental gay, bukan termasuk kategori banci dalam kajian fiqh.

Artinya, seorang banci (gay) yang memiliki alat kelamin jelas sebagai laki-laki, ia tetap dihukumi sebagai laki-laki tulen. Sehingga ia tetap wajib mengenakan pakaian laki-laki ketika shalat. Wallahu a’lam bish shawab.

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 29/06/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: