Makna Nuzulul Qur’an

Tanya: Apa yang dimaksud nuzulul quran di malam lailatul qadar? Bukankah al-Quran turun secara berangsur-angsur?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kita meyakini bahwa al-Quran turun ketika lailatul qadar. Terdapat banyak dalil yang menunjukkan hal ini. Diantaranya firman Allah di surat al-Qadar yang sering kita baca,

ﺇِﻧَّﺎ ﺃَﻧْﺰَﻟْﻨَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ . ﻭَﻣَﺎ ﺃَﺩْﺭَﺍﻙَ ﻣَﺎ‎ ‎ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ . ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada lailatul qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. al-Qadar: 1–3)

Sebelum diturunkan, al-Quran berada di Lauhul Mahfudz. Kemudian Allah turunkan melalui Jibril. Kita juga meyakini bahwa al-Quran diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara berangsur-angsur. Sebagaimana realita sejarah yang kita baca. Disamping itu, ada ayat yang menegaskan,

ﻭَﻗُﺮْﺁَﻧًﺎ ﻓَﺮَﻗْﻨَﺎﻩُ ﻟِﺘَﻘْﺮَﺃَﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻋَﻠَﻰ‎ ‎ﻣُﻜْﺚٍ ﻭَﻧﺰﻟْﻨَﺎﻩُ ﺗَﻨﺰﻳﻠًﺎ

“Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS. al-Isra: 106)

Selanjutnya, ulama berbeda pendapat tentang bagaimana cara Allah menurunkan al-Quran di malam qadar. As-Suyuthi dalam kitabnya al-Itqan fi Ulum al-Quran menyebutkan ada 3 pendapat,

Pertama, al-Quran turun secara utuh keseluruhan ke langit dunia pada saat lailatul qadar. Selanjutnya Allah turunkan secara berangsur-angsur selama masa kenabian.

Kata as-Suyuthi, ‘Ini adalah pendapat yang paling shahih dan paling terkenal’.

Kedua, al-Quran turun setiap lailatul qadar selama masa kenabian. Kemudian turun berangsur-angsur kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selama setahun itu.

Sebagai ilustrasi, (hanya permisalan untuk mendekati pemahaman)

Di malam qadar tahun 1 Hijriyah, Allah menurunkan 2 juz al-Quran. Selanjutnya, al-Quran sebanyak 2 juz itu, turun secara berangsur-angsur selama setahun. Hingga datang lailatul qadar di tahun 2 H. Lalu Allah turunkan lagi 3 Juz (misalnya) di malam qadar tahun 2 H. Selanjutnya turun secara berangsur-angsur selama setahun, hingga datang lailatul qadar di tahun 3 H, dan demikian seterusnya.

As-Suyuthi menyebutkan, ini merupakan pendapat Fakhruddin ar-Rozi.

Ketiga, al-Quran pertama kali turun di lailatul qadar. Selanjuntnya al-Quran turun berangsur-angsur di waktu yang berbeda-beda. Ini merupakan pendapat as-Sya’bi.

Dan as-Suyuthi lebih cenderung menguatkan pendapat yang pertama. Beliau menyebutkan riwayat yang mendukung pendapat ini. Diantaranya,

Riwayat dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan,

ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﺟﻤﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻟﻴﻠﺔ‎ ‎ﺍﻟﻘﺪﺭ، ﺛﻢ ﻧﺰﻝ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻋﺸﺮﻳﻦ‎ ‎ﺳﻨﺔ

Al-Quran turun secara utuh ke langit dunia pada saat lailatul qadar. Kemudian setelah itu, turun selama 20 tahun. (HR. Nasai dalam al-Kubro, 11372)

As-Suyuthi juga menyebutkan keterangan al-Hafidz Ibnu Katsir yang menyebutkan riwayat bahwa ulama sepakat al-Quran diturunkan utuh ke Baitul Izzah di langit dunia. Ibnu Katsir mengatakan,

ﻭﺣﻜﻰ ﺍﻹﺟﻤﺎﻉ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻧﺰﻝ‎ ‎ﺟﻤﻠﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻮﺡ ﺍﻟﻤﺤﻔﻮﻅ ﺇﻟﻰ‎ ‎ﺑﻴﺖ ﺍﻟﻌﺰﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ

Disebutkan adanya ijma’ bahwa al-Quran turun secara utuh dari lauhul mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/502 dan al-Itqan, 1/118)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/makna-nuzulul-quran/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 01/07/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: