Puasa Qadha Dulu atau Nadzar Dulu?

Tanya: Saya pernah bernadzar untuk puasa daud selama sebulan dan saya juga punya hutang puasa ramadhan 7 hari. Mana yang harus saya dahulukan? Trim’s.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Banyak ulama menegaskan bahwa kewajiban qadha lebih didahulukan dari pada nadzar. Karena qadha merupakan kewajiban yang bersumber dari syariat, sementara nadzar merupakan kewajiban dari keinginan pribadi pelaku. Kecuali jika nadzarnya dibatasi waktu tertentu. Misal, nadzar puasa daud selama bulan syawal tahun ini, atau semacamnya.

Ibnu Qudamah menyatakan,

ﻭﺇﻥ ﻟﺰﻣﻪ ﻗﻀﺎﺀ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ، ﺃﻭ ﻛﻔﺎﺭﺓ‎ ‎‏، ﻗﺪﻣﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺬﺭ ؛ ﻷﻧﻪ ﻭﺍﺟﺐ ﺑﺄﺻﻞ‎ ‎ﺍﻟﺸﺮﻉ ، ﻓﻘﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺃﻭﺟﺒﻪ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﻧﻔﺴﻪ ، ﻛﺘﻘﺪﻳﻢ ﺣﺠﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻰ‎ ‎ﺍﻟﻤﻨﺬﻭﺭﺓ

Jika dia punya kewajiban qad ramadhan atau kaffarah maka kewajiban ini didahulukan dari pada nadzar. Karena qadha adalah kewajiban dari syariat, sehingga lebih didahulukan dari pada apa yang dia wajibkan untuk dirinya sendiri. Sebagaimana disyariatkan mendahulukan haji yang pertama dari pada haji karena nadzar. (Al-Mughni, Ibnu Qudamah)

Al-Mardawi juga menyatakan semisal,

ﻟﻮ ﺍﺟﺘﻤﻊ ﻣﺎ ﻓﺮﺽ ﺷﺮﻋﺎً ﻭﻧﺬﺭ ﺑﺪﺉ‎ ‎ﺑﺎﻟﻤﻔﺮﻭﺽ ﺷﺮﻋﺎً ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻻ ﻳﺨﺎﻑ ﻓﻮﺕ‎ ‎ﺍﻟﻤﻨﺬﻭﺭ، ﻭﺇﻥ ﺧﻴﻒ ﻓﻮﺗﻪ ﺑﺪﺉ ﺑﻪ، ﻭﻳﺒﺪﺃ‎ ‎ﺑﺎﻟﻘﻀﺎﺀ ﺃﻳﻀﺎً ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺬﺭ ﻣﻄﻠﻘﺎً

Jika bertabrakan antara kewajiban karena beban syariat dengan kewajiban karena nadzar, maka dimulai kewajiban karena syariat, jika tidak dikhawatirkan waktu pelaksanaan nadzar terlewatkan. Jika dikhawatirkan waktu pelaksanaan terlewatkan maka didahulukan nadzar. Demikian pula, lebih didahulukan qadha (dari pada nadzar), jika nadzarnya bersifat mutlak. (al-Inshaf, 6/hlm. 5)

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﺻﻮﻡ ﻣﻦ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭﺻﻮﻡ‎ ‎ﻋﻦ ﻛﻔﺎﺭﺓ ﻭﺻﻮﻡ ﻋﻦ ﻧﺬﺭ، ﻗﺪﻡ ﺍﻟﻘﻀﺎﺀ‎ ‎ﺛﻢ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭﺓ ﺛﻢ ﺍﻟﻨﺬﺭ، ﻧﺺ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ‎ ‎ﺟﻤﺎﻋﺔ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻣﻨﻬﻢ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ‎ ‎ﻓﻲ “ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ”

Orang yang memiliki kewajiban qadha ramadhan, puasa kaffarah, dan puasa nadzar, dianjurkan agar mendahulukan puasa qadha, kemudian kaffarah, kemudian nadzar. Hal ini ditegaskan sejumlah ulama, diantaranya an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 41960)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/puasa-qadha-dulu-atau-nadzar-dulu/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 01/07/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: