Bagaimana Menyusun Shaf dalam Shalat, Dimulai dari Tengah atau Sudut Kanan?

Tanya: Dalam satu ruangan ada 12 orang, dan shaf pertama hanya cukup untuk 9 orang, dan 3 orang lagi membuat shaf baru. Pertanyaan saya posisi untuk 3 orang tadi di mana,

1. Apakah di tengah, tepat di belakang shaf pertama orang yang di belakang imam?

2. Apakah di sudut sebelah kanan?

3. Apakah di sudut di sebelah kiri?

Mohon diberi ilmunya, agar bermanfaat baik di dunia dan akhirat. Dan kalau tidak keberatan, mohon di perjelaskan alasannya.

Jawab:

Menyusun shaf dimulai persis di belakang imam, bukan di sudut kanan maupun sudut kiri. Dalil dalam permasalahan ini adalah beberapa riwayat berikut:

Pertama, dari ‘Itban bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengunjungi rumahnya, lalu bersabda:

ﺃَﻳْﻦَ ﺗُﺤِﺐُّ ﺃَﻥْ ﺃُﺻَﻠِّﻲَ ﻟَﻚَ ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﺘِﻚَ ؟

“Untuk memenuhi permintaanmu, di mana tempat yang engkau sukai aku shalat di rumahmu?”

‘Itban radhiyallahu ‘anhu berkata:

ﻓَﺄَﺷَﺮْﺕُ ﻟَﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻜَﺎﻥٍ ، ﻓَﻜَﺒَّﺮَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ‏‎ ‎ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺻَﻔَﻔْﻨَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻪُ ،‏‎ ‎ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ .

“Maka aku memberikan isyarat beliau ke suatu tempat, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir, kami membuat shaf di belakangnya, lalu beliau shalat dua raka’at. (HR. Al-Bukhari no. 424 dan Muslim no. 33)

Kedua, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

ﻓَﻘَﺎﻡَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ‏‎ ‎ﻭَﺻَﻔَﻔْﺖُ ﻭَﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢَ ﻭَﺭَﺍﺀَﻩُ ، ﻭَﺍﻟْﻌَﺠُﻮﺯُ ﻣِﻦْ‏‎ ‎ﻭَﺭَﺍﺋِﻨَﺎ ، ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﻟَﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ‏‎ ‎ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺛُﻢَّ ﺍﻧْﺼَﺮَﻑَ

“…maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri, aku dan anak yatim membuat shaf di belakang beliau, seorang perempuan tua berdiri di belakang kami. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam shalat dua raka’at kemudian pergi.” (HR. Al-Bukhari no. 380 dan Muslim no. 658)

An-Nawawi rahimahullah berkata:

ﺃَﻧَّﻪُ ﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ ﺍﻻﻋْﺘِﺪَﺍﻝُ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼُّﻔُﻮﻑِ .‏‎ ‎ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻭَﻗَﻔُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼَّﻒِّ ﻻ ﻳَﺘَﻘَﺪَّﻡُ ﺑَﻌْﻀُﻬُﻢْ‏‎ ‎ﺑِﺼَﺪْﺭِﻩِ ﺃَﻭْ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﻭَﻻ ﻳَﺘَﺄَﺧَّﺮُ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﺒَﺎﻗِﻴﻦَ ,‏‎ ‎ﻭَﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ ﺃَﻥْ ﻳُﻮَﺳِّﻄُﻮﺍ ﺍﻹِﻣَﺎﻡَ

“Disunahkan seimbang dalam shaf. Apabila berdiri di shaf, tidak boleh terlalu maju maupun terlalu mundur dari jamaah lain dengan dada atau anggota badan yang lain. Disunahkan (berdiri) di tengah imam.” (Al-Majmuu’, 4/192)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata:

ﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ ﺃَﻥْ ﻳَﻘِﻒَ ﺍﻹِﻣَﺎﻡُ ﻓِﻲ ﻣُﻘَﺎﺑَﻠَﺔِ‏‎ ‎ﻭَﺳَﻂِ ﺍﻟﺼَّﻒِّ ; ﻟِﻘَﻮْﻝِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ‎ ‎ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ) ﻭَﺳِّﻄُﻮﺍ ﺍﻹِﻣَﺎﻡَ , ﻭَﺳُﺪُّﻭﺍ‎ ‎ﺍﻟْﺨَﻠَﻞَ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺃَﺑُﻮ ﺩَﺍﻭُﺩ

“Imam disunahkan berdiri di tengah shaf, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “(jadikanlah shaf) di tengah imam dan tutuplah celah yang kosong.” (HR. Abu Daud) [1].” (Al-Mughniy, 2/27)

Asy-Syaukani rahimahullah berkata:

ﻭﺍﻻﺛﻨﺎﻥ ﻓﺼﺎﻋﺪﺍً ﺧﻠﻔﻪ ﻓﻲ ﺳَﻤْﺘﻪ‎ ‎ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻋﺘﺒﺎﺭ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻧﺎ ﻓﻲ ﺳَﻤْﺘﻪ ﻓﻬﻮ‎ ‎ﻣﻌﻨﻰ ﻛﻮﻧﻬﻤﺎ ﺧﻠﻔﻪ ، ﻭﺃﻧﻬﻤﺎ ﻟﻮ ﻭﻗﻔﺎ‎ ‎ﻓﻲ ﺟﺎﻧﺐٍ ﺧﺎﺭﺝٍ ﻋﻦ ﺳَﻤْﺘﻪ ﻟﻢ ﻳﻜﻮﻧﺎ‎ ‎ﺧﻠﻔﻪ

“Dua orang atau lebih (berdiri) di tengah imam, maksud di tengah imam adalah di belakangnya. Seandainya mereka berdua berdiri di samping, bukan di tengah, mereka tidaklah dianggap berada di belakang nabi.” (As-Sailul Jarrar, 1/261)

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

ﺍﻟﺼﻒ ﻳﺒﺪﺃ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﺳﻂ ﻣﻤﺎ ﻳﻠﻲ ﺍﻹﻣﺎﻡ‎ ‎‏، ﻭﻳﻤﻴﻦ ﻛﻞ ﺻﻒ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻳﺴﺎﺭﻩ ،‏‎ ‎ﻭﺍﻟﻮﺍﺟﺐ ﺃﻻ ﻳﺒﺪﺃ ﻓﻲ ﺻﻒ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻤﻞ‎ ‎ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺒﻠﻪ ، ﻭﻻ ﺑﺄﺱ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ‎ ‎ﻓﻲ ﻳﻤﻴﻦ ﺍﻟﺼﻒ ﺃﻛﺜﺮ ﻭﻻ ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ‎ ‎ﺍﻟﺘﻌﺪﻳﻞ

“Shaf dimulai dari tengah persis di belakang imam. Shaf kanan tiap barisan lebih utama dari shaf kiri. Yang wajib, tidak diperkenankan memulai shaf baru hingga shaf depannya telah sempurna. Tidak apa-apa shaf sebelah kanan lebih banyak dari shaf sebelah kiri, tidak harus seimbang.” (Majmuu’ Fatawa Ibnu Baz, 12/205)

Barangkali sebagian orang yang memulai shaf dari sudut kanan, mereka beranggapan bahwa shaf sebelah kanan lebih utama (afdhal) dari shaf sebelah kiri.

Permasalahan keutamaan shaf kanan dan bagaimana permulaan menyusun shaf, keduanya merupakan permasalahan yang berbeda. Agar lebih jelas, perhatikan dua kondisi berikut:

Kondisi pertama, saat memulai shaf baru, harus dimulai dari posisi tengah imam, karena demikianlah yang ditunjukkan dalam hadits, amalan para sahabat nabi dan penjelasan para ulama.

Kondisi kedua, saat shaf telah terisi (dimulai dari tengah), lalu datang salah seorang jamaah shalat, maka menyempurnakan shaf yang kanan lebih utama baginya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻴَﺎﻣِﻦِ‏‎ ‎ﺍﻟﺼُّﻔُﻮْﻑِ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya bershalawat kepada (orang yang berada) di shaf-shaf sebelah kanan.” (HR. Abu Daud no. 676, Ibnu Majah no. 1005, Al-Baihaqi no. 4980 dan Ibnu Hibban no. 2160)

Hadits ini dinilai hasan atau shahih oleh Ibnu Hajar [2], An-Nawawi [3], Al-Mundziri [4], Al-Albani[5] dan Al-Arna’uth [6] rahimahumullah.

Allahua’lam, semoga bermanfaat.

Catatan kaki:
[1] Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud no. 681, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, namun hadits tersebut dha’if, dilemahkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Dha’if Sunan Abu Daud.

[2] Fathul Bari, 2/213.

[3] Riyadhus Shalihin bab [ﻓﻀﻞ ﺍﻟﺼﻒ ﺍﻷﻭﻝ ﻭﺍﻷﻣﺮ ﺑﺈﺗﻤﺎﻡ ﺍﻟﺼﻔﻮﻑ ﺍﻷُﻭَﻝ ﻭﺗﺴﻮﻳﺘﻬﺎ ﻭﺍﻟﺘﺮﺍﺹّ ﻓِﻴﻬَﺎ]

[4] At-Targhib wat Tarhiib, 1/189.

[5] Silsilah Ash-Shahihah, 5/274.

[6] Al-Ihsaan fi Taqriib Shahih Ibnu Hibban, 5/530.

Sumber: http://abul-harits.blogspot.in/2015/05/bagaimana-menyusun-shaf-dalam-shalat.html

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 12/07/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: