Shalat Memakai Sepatu, Adakah Sunnahnya?

Tanya: Kemarin rame ada foto tentara Saudi yang shalat memakai sepatu bot. Sebenarnya itu hukumnya bagaimana? Karena banyak juga yang memberi komentar miring, bahkan keras.

Jawab:

Bismillah was shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada seorang tokoh mengatakan,

ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺃﻋﺪﺍﺀ ﻣﺎ ﺟَﻬﻠﻮﺍ

Manusia akan memusuhi sesuatu yang tidak dia kenal.

Kita bisa memahami itu. Orang Indonesia menyebutnya, tak kenal maka tak sayang. Karena jiwa itu bisa berinteraksi akrab dengan sesuatu yang telah dia kenal.

Dalam al-Quran Allah menyinggung kebiasaan buruk ini ketika Dia menyebutkan keadaan orang kafir yang membantah nabi mereka.

ﻭَﺇِﺫْ ﻟَﻢْ ﻳَﻬْﺘَﺪُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻓَﺴَﻴَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻫَﺬَﺍ ﺇِﻓْﻚٌ‏‎ ‎ﻗَﺪِﻳﻢٌ

“Karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama.” (al-Ahqaf: 11)

Ketika orang-orang kafir itu mendengar ajakan dan dakwah nabi mereka, mereka menyalahkannya dan menuduhnya sebagai kedustaan. Tentu saja yang bermasalah bukan dakwah nabinya, namun kebodohan orang kafir tentang kebenaran, lantaran mereka tidak mendapatkan petunjuk tentang itu, lalu mereka mengingkarinya.

Sebagai orang beriman, tentu kita tidak ingin seperti mereka. Menjadi makhluk tercela, menyalahkan kebenaran, hanya karena kebodohan kita. Atau jika tidak, anda akan ditertawakan.

Hukum Shalat Menggunakan Sepatu

Shalat menggunakan sepatu atau sandal, adalah sesuatu yang lumrah di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan terdapat hadits yang secara khusus memerintahkan kita untuk melaksanakan shalat dengan memakai sandal, agar tidak meniru kebiasaan yahudi. Artinya, latar belakang beliau melakukan shalat dengan sandal atau sepatu bukan karena masjid beliau yang beralas tanah. Namun lebih dari itu.

Kita akan simak beberapa hadits berikut,

Pertama, hadits dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan,

ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ‏‎ ‎ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﺣَﺎﻓِﻴًﺎ ﻭَﻣُﻨْﺘَﻌِﻠًﺎ

Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang shalat dengan tidak beralas kaki dan kadang shalat dengan memakai sandal. (HR. Abu daud 653, Ibnu Majah 1038, dan dinilai Hasan Shahih oleh al-Albani)

Kedua, ketika beliau safar, beliau shalat dengan memakai sepatu. Sahabat al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, bahwa beliau pernah bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah safar. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, aku pun menunduk untuk melepaskan sepatu beliau. Namun beliau melarangnya dan mengatakan,

ﺩَﻋْﻬُﻤَﺎ ، ﻓَﺈِﻧِّﻰ ﺃَﺩْﺧَﻠْﺘُﻬُﻤَﺎ ﻃَﺎﻫِﺮَﺗَﻴْﻦِ

Biarkan dia, karena saya memakainya dalam kondisi suci.

Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapnya. (HR. Bukhari 206 & Muslim 655)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan kepada umatnya tentang hal ini. Dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ، ﻓَﻠْﻴَﻠْﺒَﺲْ ﻧَﻌْﻠَﻴْﻪِ، ﺃَﻭْ‏‎ ‎ﻟِﻴَﺨْﻠَﻌْﻬُﻤَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺭﺟﻠﻴﻪ، ﻭﻻ ﻳﺆﺫ ﺑﻬﻤﺎ ﻏﻴﺮﻩ

“Apabila kalian shalat, hendaknya dia pakai kedua sandalnya atau dia lepas keduanya untuk ditaruh di kedua kakinya. Janganlah dia mengganggu yang lain.” (HR. Ibnu Hibban 2183, Ibnu Khuzaimah 1009 dan sanadnya dinilai shahihkan al-Albani)

Seorang tabiin, Said bin Yazid al-Azdi, beliau pernah bertanya kepada Anas bin Malik,

ﺃَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ‎ ‎ﻓِﻲ ﻧَﻌْﻠَﻴْﻪِ؟

“Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat dengan menggunakan sandal?” Jawab Anas: “Ya.” (HR. Bukhari 386, Turmudzi 400, dan yang lainnya)

Bahkan beliau menyebutkan, shalat memakai sandal termasuk sikap tampil beda dengan model ibadahnya yahudi. Dari Syaddad bin Aus, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan,

ﺧَﺎﻟِﻔُﻮﺍ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻓَﺈِﻧَّﻬُﻢْ ﻟَﺎ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻓِﻲ‎ ‎ﻧِﻌَﺎﻟِﻬِﻢْ، ﻭَﻟَﺎ ﺧِﻔَﺎﻓِﻬِﻢْ

“Bersikaplah yang berbeda dengan orang Yahudi. Sesungguhnya mereka tidak shalat dengan menggunakan sandal maupun sepatu.” (HR. Abu Daud 652 dan dishahihkan al-Albani)

Jika anda menyimak hadits di atas, terlepas dari semua kondisi lingkungan, kira-kira apa yang bisa anda simpulkan mengenai hukum shalat dengan memakai sepatu atau sandal? Haram, makruh, mubah, sunah, atau wajib?

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita agar tidak meniru kebiasaan buruk yahudi, yang mereka tidak pernah shalat dengan memakai sandal. Artinya, setidaknya kaum muslimin pernah shalat dengan memakai sandal. Sehingga setidaknya, minimal anda akan menyimpukannya bahwa itu sunah.

Dijamin Suci

Masalah kesucian sandal atau sepatu, ini masalah lain. Karena syarat suci dalam shalat, tidak hanya berlaku pada alas, tapi untuk semua anggota badan orang yang shalat dan semua pakaiannya. Tentu saja, mereka yang hendak shalat memakai sandal atau sepatu, harus memastikan telah bersih.

Syaikh Abdullah bin humaid mengatakan,

ﻟﻜﻦ ﺍﻟﺸﺮﻁ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﻌﺎﻝ ﻃﺎﻫﺮﺓ ، ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻨﻌﺎﻝ ﻓﻴﻬﺎ ﻧﺠﺎﺳﺔ ﺃﻭ ﻭﻃﺊ ﺑﻬﺎ ﺃﺫﻯ ، ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻨﺘﻌﻼً

“Hanya saja ada syaratnya, sandal harus suci. Jika sandalnya ada najisnya atau menginjak kotoran maka tidak selayaknya orang menggunakannya untuk shalat.” (Dinukil dari Fatwa Islam, no. 12033)

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/shalat-memakai-sepatu/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 13/07/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: