Perbedaan Cara Berdoa Khathib dan Makmum ketika Khutbah Jum’at

Tanya: Bolehkah mengangkat tangan ketika berdoa pada waktu jumatan?

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada cara yang berbeda dalam berdoa antara khatib dan makmum. Kita akan mencoba merinci masing-masing.

Pertama, cara berdoa yang benar bagi khatib jumatan

Dianjurkan bagi khatib untuk mengangkat jari telunjuk tangan kanan ketika mulai berdoa. Ada beberapa hadits yang menunjukkan hal ini, diantaranya,

– Pertama hadits dari Hushain bin Abdurrahman, bahwa beliau pernah bersama sahabat Ammarah bin Ruaibah Radhiyallahu ‘anhu mengikuti jumatan. Ketika itu khatibnya adalah Bisyr bin Marwan. Pada saat berdoa, Bisyr mengangkat kedua tangannya. Spontan sahabat Ammarah mengatakan,

ﻗَﺒَّﺢَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻫَﺎﺗَﻴْﻦِ ﺍﻟْﻴَﺪَﻳْﻦِ ﻟَﻘَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ‏‎ ‎ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻣَﺎ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﻋَﻠَﻰ‎ ‎ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻫَﻜَﺬَﺍ

Semoga Allah menghinakan kedua tangan ini. Sungguh aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ketika berkhutbah, tidak lebih dengan mengangkat tangannya seperti ini. Lalu beliau berisyarat dengan jari telunjuk tangannya. (HR. Muslim 2053, dan Abu Daud 1106)

– Hadits kedua, dari sahabat Sahl bin Sa’d Radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ -ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ‎ ‎ﻭﺳﻠﻢ- ﺷَﺎﻫِﺮًﺍ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻗَﻂُّ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﺒَﺮِﻩِ‏‎ ‎ﻭَﻻَ ﻋَﻠَﻰ ﻏَﻴْﺮِﻩِ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻪُ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﻫَﻜَﺬَﺍ؛‎ ‎ﻭَﺃَﺷَﺎﺭَ ﺑِﺎﻟﺴَّﺒَّﺎﺑَﺔِ ﻭَﻋَﻘَﺪَ ﺍﻟْﻮُﺳْﻄَﻰ ﺑِﺎﻹِﺑْﻬَﺎﻡِ

Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya ketika berdoa di atas mimbar maupun yang lainnya. Namun saya melihat beliau melakukan seperti ini. Lalu beliau berisyarat dengan jari telunjuknya dan menggenggam jari yang lain. (HR. Abu Daud 1107)

As-Syaukani menuliskan,

ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺜﺎﻥ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭﺍﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﻳﺪﻻﻥ‎ ‎ﻋﻠﻰ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﺭﻓﻊ ﺍﻷﻳﺪﻱ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻨﺒﺮ‎ ‎ﺣﺎﻝ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ

Dua hadits yang disebutkan dalam masalah ini menunjukkan dibencinya mengangkat kedua tangan ketika berdoa di atas mimbar. (Nailul Authar, 3/322)

Penegasan lain juga disampaikan Syaikhul Islam,

ﻭﻳﻜﺮﻩ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﺭﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻓﻲ‎ ‎ﺍﻟﺨﻄﺒﺔ ﻭﻫﻮ ﺃﺻﺢ ﺍﻟﻮﺟﻬﻴﻦ ﻷﺻﺤﺎﺑﻨﺎ‎ ‎ﻷﻥَّ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﻧَّﻤﺎ‎ ‎ﻛﺎﻥ ﻳﺸﻴﺮ ﺑﺄﺻﺒﻌﻪ ﺇﺫﺍ ﺩﻋﺎ

Dibenci bagi imam untuk mengangkat kedua tangan ketika berdoa pada saat khutbah. Inilah pendapat yang kuat dalam madzhab hambali. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya berisyarat dengan telunjuknya ketika berdoa. (al-Ikhtiyarat al-Fiqhiyah, hlm. 440)

Kedua, cara makmum ketika mendengar doa imam

Bagi makmum, dibolehkan untuk mengaminkan imam. Dr. Abdul Aziz al-Hujailan mengatakan,

ﻻ ﺇﺷﻜﺎﻝ ﻓﻲ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻟﺘﺄﻣﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺩﻋﺎﺀ‎ ‎ﺍﻟﺨﻄﻴﺐ ﻓﻲ ﺧﻄﺒﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ، ﻭﺍﻟﺠﻬﺮ ﺑﻪ‎ ‎ﻋﻨﺪ ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﻌﺪﻡ ﺣﺮﻣﺔ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺣﺎﻝ‎ ‎ﺍﻟﺨﻄﺒﺔ ﻭﻫﻢ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻮﻝ‎ ‎ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻋﻨﺪﻫﻢ

Kita meyakini, boleh mengaminkan doa khatib ketika khutbah jumat. Dan boleh mengeraskannya, menurut pendapat yang menyatakan tidak haram berbicara ketika khutbah, yaitu madzhab Syafiiyah berdasarkan pendapat yang kuat dalam madzhabnya.

Dr. Abdul Aziz juga menyebutkan pendapat hambali,

ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﺘﺤﺮﻳﻢ ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺣﺎﻝ‎ ‎ﺍﻟﺨﻄﺒﺔ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻓﻠﻢ ﺃﻃﻠﻊ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻝ ﻟﻬﻢ‎ ‎ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺇﻻ ﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ‎ ‎ﻋﻨﺪﻫﻢ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺴﻦ ﺍﻟﺘﺄﻣﻴﻦ ﺳﺮﺍ ،‏‎ ‎ﻭﻫﻮ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭ ﺷﻴﺦ ﺍﻹﺳﻼﻡ

Sementara menurut ulama yang mengharamkan bicara secara mutlak bagi makmum ketika mendengar khutbah, saya tidak menjumpai satu pendapat mereka selain madzhab hambali menurut pendapat yang kuat dalam madzhabnya. Mereka menyatakan, ‘Dianjurkan bagi makmum membaca amin dengan pelan.’ Dan ini merupakan pendapat Syaikhul Islam. (Khutbah al-Jumu’ah wa Ahkamuha al-Fiqhiyah, hlm. 341)

Apakah harus mengangkat tangan?

Ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Dan yang benar tidak disyariatkan. Mengingat tidak dijumpai adanya riwayat bahwa para sahabat mengangkat tangan ketika mengaminkan doa khatib.

Dalam Fatwa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

ﻭﺃﻣﺎ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﻤﻦ ﻳﺆﻣﻦ ﺧﻠﻒ ﺩﻋﺎﺀ‎ ‎ﺍﻟﺨﻄﻴﺐ ﻓﻘﺪ ﺍﺧﺘﻠﻒ ﻓﻴﻪ: ﻫﻞ ﻳﺮﻓﻊ ﻳﺪﻳﻪ‎ ‎ﺃﻡ ﻻ ؟ ﻓﻤﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﻣﻨﻌﻪ ﻭﺣﺠﺘﻬﻢ ﻓﻲ‎ ‎ﺫﻟﻚ ﺃﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﺜﺒﺖ ﺍﻟﺮﻓﻊ ﻭﻟﻮ ﺛﺒﺖ ﻟﻨﻘﻞ ﺇﻟﻴﻨﺎ

Untuk makmum yang mengamini doanya khatib, ada perbedaan pendapat, apakah harus mengangkat tangan ataukah tidak? Ada yang berpendapat, tidak perlu mengangkat tangan. Alasan mereka, tidak adanya riwayat yang menganjurkan angkat tangan ketika berdoa. Andaikan ada riwayat, akan ada nukilan yang sampai ke kita. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 4095)

Sehingga untuk makmum, dia mengaminkan doa imam, namun dengan suara pelan dan tidak perlu mengangkat tangan. Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/cara-mengangkat-tangan-dalam-berdoa-ketika-jumatan/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 20/07/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: