Jika Lupa Jumlah Hari Puasa yang Harus Diqadha, Harus Bagaimana?

Tanya: Assalamualaikum, afwan ustadz. Ana mau tanya, dulu sewaktu saya masih jahil saya sering tidak menjalankan qadha puasa, dan sekarang saya lupa berapa banyak puasa yang saya tinggalkan. Apakah saya tetap harus mengqadhanya? Dan bolehkah saya mengqadhanya di hari-hari biasa misal 1 minggu penuh / 1 bulan penuh? Mohon penjelasannya. Jazakillahu khair.

Dari: Windi W.

Jawaban:

Wa alaikumus salam.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, kami menghimbau kepada seluruh kaum muslimin yang memiliki kewajiban membayar hutang puasa atau kafarah sumpah atau nazar atau yang lainnya, agar berusaha menjaganya, mengingat-ingat, memberikan perhatian, dan bila perlu mencatatnya. Agar kita tidak dianggap telah melakukan tindakan menyia-nyiakan kewajiban agama, kurang peduli dengan aturan syariat, atau berpaling dari perintah Allah, Sang Maha Pencipta.

Allah mencela orang yang sibuk dengan urusan dunia, namun dalam masalah akhirat dia lalai,

ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ ﻇَﺎﻫِﺮًﺍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ‏‎ ‎ﻋَﻦِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻫُﻢْ ﻏَﺎﻓِﻠُﻮﻥَ

Mereka mengetahui yang dzahir dari kehidupan dunia, namun dalam urusan akhirat, mereka lalai. (QS. Ar-Rum: 7)

Banyak orang yang tahu jumlah utang-piutang dalam bisnisnya, karena dia perhatian. Namun utang puasa, dia sia-siakan, sengaja dia lupakan.

Mengingat semacam ini termasuk bentuk kesalahan, maka kewajiban mereka yang melalaikan perintah agama, kurang peduli terhadap utang puasanya, untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Memohon agar amal yang dilakukan, diterima oleh Allah.

Kedua, orang yang lupa dalam ibadah, dia diperintahkan untuk mengambil yang lebih meyakinkan. Kaidah dasar mengenai hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait orang yang lupa bilangan rakaat ketika shalat,

ﺇِﺫَﺍ ﺷَﻚَّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﺻَﻠَﺎﺗِﻪِ ﻓَﻠْﻴُﻠْﻖِ ﺍﻟﺸَّﻚَّ،‏‎ ‎ﻭَﻟْﻴَﺒْﻦِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻴَﻘِﻴﻦِ

“Apabila kalian ragu dalam shalat, hendaknya dia buang keraguannya dan dia ambil yang lebih meyakinkan…” (HR. Abu Daud 1024 dan dishahihkan Al-Albani)

Kemudian, beliau mengarahkan, agar orang yang shalat, mengambil bilangan yang lebih sedikit, karena itu yang lebih meyakinkan. Orang yang shalat zuhur dan lupa apakah telah mengerjakan 2 rakaat atau 3 rakaat, yang harus dia pilih adalah 2 rakaat, karena ini yang lebih meyakinkan.

Orang yang thawaf dan lupa, sudah melakukan 5 kali putaran ataukah 6 kali, yang harus dia pilih adalah yang lebih sedikit, baru melakukan 5 kali putaran, karena ini lebih meyakinkan.

Demikian pula orang yang lupa berapa jumlah hari yang menjadi tanggungan dia berpuasa, apakah 12 hari ataukah 10 hari, yang harus dia pilih adalah yang lebih meyakinkan yaitu 12 hari. Dia memilih yang lebih berat, karena semakin menenangkan dan melepaskan beban kewajibannya. Karena jika dia memilih 10 hari, ada 2 hari yang akan membuat dia ragu. Jangan-jangan yang 2 hari ini juga tanggungan dia untuk berpuasa. Berbeda ketika dia memilih 12 hari. Dan sekalipun kelebihan, puasa yang dia lakukan tidak sia-sia, dan insyaa Allah dia tetap mendapat pahala.

Imam Ibnu Qudamah mengatakan,

ﺇﺫﺍ ﻛَﺜﺮَﺕ ﺍﻟْﻔﻮﺍﺋﺖُ ﻋﻠﻴﻪِ ﻳﺘﺸﺎﻏﻞُ‏‎ ‎ﺑﺎﻟﻘﻀَﺎﺀ… ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻢْ ﻗَﺪْﺭَ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ‏‎ ‎ﻳُﻌِﻴﺪُ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺘَﻴَﻘَّﻦَ ﺑَﺮَﺍﺀَﺓَ ﺫِﻣَّﺘِﻪِ

“Apabila tanggungan puasa sangat banyak, dia harus terus-menerus melakukan qadha…. jika dia tidak tahu berapa jumlah hari yang menjadi kewajiban puasanya, maka dia harus mengulang-ulang qadha puasa, sampai dia yakin telah menggugurkan seluruh tanggungannya.”

Kemudian Ibnu Qudamah menyebutkan riwayat keterangan dari Imam Ahmad, tentang orang yang menyia-nyiakan shalatnya,

ﻳُﻌِﻴﺪُ ﺣَﺘَّﻰ ﻟَﺎ ﻳَﺸُﻚَّ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَ ﺑِﻤَﺎ ﻗَﺪْ‏‎ ‎ﺿَﻴَّﻊَ. ﻭَﻳَﻘْﺘَﺼِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻀَﺎﺀِ ﺍﻟْﻔَﺮَﺍﺋِﺾِ, ﻭَﻟَﺎ‎ ‎ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﺑَﻴْﻨَﻬَﺎ ﻧَﻮَﺍﻓِﻞَ, ﻭَﻟَﺎ ﺳُﻨَﻨَﻬَﺎ

Dia ulangi sampai tidak ragu lagi bahwa dia telah melakukan apa yang telah dia lalaikan. Dia hanya melakukan yang wajib saja, dan tidak melakukan shalat rawatib maupun shalat sunah. (Al-Mughni, 1/439)

Berdasarkan keterangan di atas, orang yang lupa sama sekali jumlah hari puasa yang menjadi tanggungannya, dia bisa memperkirakan berapa jumlah utangnya, kemudian segera membayar puasa sebanyak yang dia prediksikan, sampai dia yakin telah melunasi utang puasanya.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/lupa-jumlah-hari-qadha-puasa/

About Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan

Posted on 22/07/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: